Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » Idrus Marham dituntut 5 tahun penjara

Idrus Marham dituntut 5 tahun penjara

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 22 Mar 2019
  • visibility 259
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Jumat  22  Maret  2019

 

Idrus Marham dituntut 5 tahun penjara

 

Terdakwa kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham (foto/ist)

“Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi”.

DKI, INDEX  – Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dituntut 5 tahun penjara karena dinilai terbukti bersama-sama dengan anggota Komisi VII DPR dari fraksi Partai Golkar non-aktif Eni Maulani Saragih menerima hadiah sejumlah Rp2,25 miliar dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo.

“Menyatakan terdakwa Idrus Marham terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagai mana dakwaan kesatu pertama. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun dan pidana denda Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan,” kata jaksa penuntut umum (JPU) KPK Lie Putra Setiawan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis.

Tuntutan itu berdasarkan dakwaan pasal 12 huruf a UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi. Hal yang meringankan terdakwa berlaku sopan selama pemeriksaan di persidangan, terdakwa belum pernah dipidana sebelumnya, terdakwa tidak menikmati hasil kejahatannya,” tambah jaksa Lie.

JPU KPK juga tidak menuntut pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti maupun pencabutan hak politik kepada bekas Menteri Sosial itu karena sudah dibebankan kepada Eni.

“Terhadap Eni Maulani Saragih telah dimintakan pembayaran uang pengganti sejumlah Rp10,35 miliar dan 40 ribu dolar Singapura, termasuk di dalamnya uang sejumlah Rp2,25 miliar yang Eni Maulani Saragih terima bersama-sama dengan terdakwa guna keperluan pelaksanaan munaslub Partai Golkar, karenanya terhadap diri terdakwa tidak dikenakan lagi pembayaran uang pengganti,” tutur JPU Heradian Salipi.

Tujuan pemberian uang itu adalah agar Eni membantu Johanes Budisutrisno Kotjo mendapatkan proyek “Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang RIAU-1 (PLTU MT RIAU-1) antara PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources (BNR) Ltd dan China Huadian Engineering Company (CHEC), Ltd.

“Adanya kesepakatan untuk melakukan tindak pidana (meeting of mind) berupa meminta uang kepada Johanes Budisutrisno Kotjo guna mengumpulkan dana Munaslub Partai Golkar serta kepentingan kampanye suami Eni Maulani Saragih selaku calon bupati di Temanggung yang ditindaklanjuti terdakwa dan Eni Maulani dengan pertemuan dua kali di kantor Johanes Budisturisno Kotjo,” tambah JPU Heradian Salipti.

Awalnya, pengurusan IPP PLTU MT RIAU-1 dilakukan Eni dengan melaporkan ke mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov), namun setelah Setnov ditahan KPK dalam kasus KTP-e, Eni Maulani melaporkan perkembangan proyek PLTU MT RIAU-1 Idrus Marham.

Idrus melakukan komunikasi dengan Eni Maulani Saragih, dalam komunikasi tersebut, terdakwa selaku penanggung jawab Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar mengarahkan Eni Maulani Saragih selaku bendahara untuk meminta uang sejumlah 2,5 juta dolar AS kepada Johanes Budisutrisno Kotjo guna keperluan Munaslub Partai Golkar tahun 2017.

Selanjutnya pada 25 November 2017, Eni mengirim “whatsapp” (WA) kepada Kotjo yang yang meminta uang sejumlah 3 juta dolar AS dan 400 ribu dolar Singapura yang dijawab “Senin di darat deh”.

Pada 15 Desember 2017, Idrus bersama dengan Eni menemui Kotjo di kantornya di Graha BIP Jakarta. Dalam pertemuan itu Kotjo menyampaikan fee sebesar 2,5 persen yang akan diberikan ke Eni jika proyek PLTU MT RIAU 1 berhasil terlaksana.

Kotjo lalu pada 18 Desember 2017 memerintahkan sekretaris pribadinya untuk memberikan uang sebesar Rp2 miliar kepada Idrus dan Eni melalui Tahta Maharaya di graha BIP.

Pada 27 Mei 2018, Eni mengirimkan WA lagi untuk meminta sejumlah Rp10 miliar guna keperluan pilkada suami Eni Maulani yang mencalonkan diri menjadi Bupati Temanggung yaitu Muhammad Al Khadziq yang akan diperhtungkan dengan besaran “fee” yang akan dibagi oleh Kotjo setelah proyek PLTU MT RIAU-1 berhasil, namun Johanes Kotjo menolak permintaan tersebut dengan mengatakan “saat ini cashflow lg seret”.

Karena WA Eni tidak didanggapi, maka Idrus dan Eni menemui Kotjo di kantornya pada 5 Juni 2018 dan meminta Kotjo memenuhi permintaan Eni dengan mengatakan “tolong adik saya ini dibantu…buat pilkada”.

Pada 8 Juni 2018, Eni kembali meminta Idrus menghubungi Kotjo. Idrus pun menghubungi Ktojo melalui WA dengan kalimat “Maaf bang, dinda butuh bantuan untuk kemenangan Bang, sangat berharga bantuan Bang Koco..Tks” agar memberikan uang yang diminta Eni.

Setelah mendapat pesan WA tersebut, Kotjo lalu memberikan uang sejumlah Rp250 juta kepada Eni malalui Tahta Maharaya di kantornya pada 8 Juni 2018.

Pada 27 Juni 2018, Eni mengabarkan kepada Kotjo melalui WA bahwa suaminya menang telak di Pilkada Temanggung dan menanyakan soal CHEC Ltd dijawab Kotjo “Insyaallah aman” kemudian Eni menyampaikan sebentar lagi bisa membayar utang “fee” yang akand iberikan oleh Kotjo dengan mengirim pesan “suip, bisa bayar utang”.

Dari total penerimaan uang dari Johanes Kotjo sejumlah Rp2,25 miliar tersebut sejumlah Rp713 juta diserahkan oleh Eni Maulani Saragih selaku bendahara kepada Muhammad Sarmuji selaku Wakil Sekretaris “Steering Committe” Munaslub Partai Golkar tahun 2017.

Atas tuntutan itu, Idrus akan mengajukan pledoi pada 28 Maret 2019.

Terkait perkara ini, Eni Maulani Saragih pada 1 Maret 2019 lalu telah divonis 6 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan ditambah kewajiban untuk membayar uang pengganti sebesar Rp5,87 miliar dan 40 ribu dolar Singapura.

Sedangkan Johanes Budisutrisno Kotjo diperberat hukumannya oleh Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menjadi 4,5 tahun penjara ditambah denda Rp250 juta subsider 6 bulan kurungan.

(ANT)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle 002
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Bali, Jumat  29  Mei  2026 Renungan  JOGER

  • Walikota Jaya Negara Buka Sosialisasi Pengelolaan APBD Kota Denpasar, Wujudkan Tata Kelola Keuangan Yang Tertib, Transparan Dan Akuntabel.

    Walikota Jaya Negara Buka Sosialisasi Pengelolaan APBD Kota Denpasar, Wujudkan Tata Kelola Keuangan Yang Tertib, Transparan Dan Akuntabel.

    • calendar_month Rabu, 24 Apr 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  24  April  2024 Walikota Jaya Negara Buka Sosialisasi Pengelolaan APBD Kota Denpasar, Wujudkan Tata Kelola Keuangan Yang Tertib, Transparan Dan Akuntabel.   Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan Sosialisasi Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota […]

  • index

    index

    • calendar_month Senin, 10 Jul 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Bali, Senin 10 Juli 2023

  • Sekda Alit Wiradana Buka Lomba Mancing ST. Banjar Mertagangga, Ubung

    Sekda Alit Wiradana Buka Lomba Mancing ST. Banjar Mertagangga, Ubung

    • calendar_month Minggu, 21 Jan 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Denpasar , Minggu  21  Januari  2024 Sekda Alit Wiradana Buka Lomba Mancing ST. Banjar Mertagangga, Ubung     Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana membuka Lomba Mancing yang diselenggarakan Sekaa Teruna (ST) Bina Manggala Santhi, Banjar Mertagangga, Desa Pakraman Ubung, Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Minggu (21/1/2024). Pembukaan perlombaan […]

  • Pujawali Pura Agung Jagatnatha Wawali Arya Wibawa Ikuti Persembahyangan Bersama OPD Dengan Prokes Ketat

    Pujawali Pura Agung Jagatnatha Wawali Arya Wibawa Ikuti Persembahyangan Bersama OPD Dengan Prokes Ketat

    • calendar_month Rabu, 20 Okt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Denpasar, Kamis  21  Oktober  2021   Pujawali Pura Agung Jagatnatha Wawali Arya Wibawa Ikuti Persembahyangan Bersama OPD Dengan Prokes Ketat     Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Pujawali Pura Agung Jagatnatha Denpasar bertepatan dengan Purnama Kalima, Rabu (20/10/2021). Pelaksanaan pujawali berlangsung dengan disiplin prokes yang ketat dipuput Ida Pedanda Gede Sidemen dari Griya Buruan, Desa Sanur Kaja. […]

  • Dekranasda Kota Banjarmasin Adopsi Program Pembinaan Perajin Denpasar

    Dekranasda Kota Banjarmasin Adopsi Program Pembinaan Perajin Denpasar

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  15  November  2019   Dekranasda Kota Banjarmasin Adopsi Program Pembinaan Perajin Denpasar   Kepala Dinas Koperasi dan UKM Denpasar, Made Erwin Suryadharma Sena bersama Wakil Ketua Harian Dekranasda Denpasar, Ny. I.A Kerti Rai Iswara di Gedung Santhi Graha Denpasar saat menerima rombongan Dekranasda Banjarmasin, Jumat (15/11/2019)   BALI, INDEX  –  Monitoring evaluasi dan […]

expand_less