Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Melawan lupa : Sejarah Perang Besar Puputan Benteng Jagaraga di Buleleng Bali 

Melawan lupa : Sejarah Perang Besar Puputan Benteng Jagaraga di Buleleng Bali 

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 7 Mei 2023
  • visibility 662
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gianyar, Senin  08  April 2023

Melawan lupa : Sejarah Perang Besar Puputan Benteng Jagaraga di Buleleng Bali

 

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Perang Besar Puputan Benteng Jagaraga di Buleleng Bali dan prakarsa Ide Anak Agung Gde Agung yang mengusulkan agar kepada Adipati Agung ( Panglima Perang) Gusti Ketut Djelantik dianugrahi Gelar Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Pusat.

Hal ini di ungkapkan Ida Bagus Rai Jendra alias Kakyang Rai saat di temui jurnalis Indonesiaexpose.co.id  di jalan Patih Jelantik Gianyar , saat di tanya   mengapa Gusti Ketut Djelantik dianugrahi pahlawan nasional,Gianyar-Bali, Minggu (7/5/2023).

” Berdasarkan penelitian kajian sejarah yang mendalam, betapa heroiknya perjuangan Gusti Ketut Djelantik sebagai Panglima Perang yang memimpin ribuan pasukan laskar Bali melawan ribuan pasukan Belanda yang dipimpin Jenderal Michiels,” jelasnya.

Lebih lanjut dipaparkan, Perang puputan Jagaraga terjadi tgl 15 April tahun 1849, merupakan simbul awal pertempuran frontal skala besar yang dilakukan laskar Bali sebagai wujud nyata perlawanan terhadap penjajah Belanda. Dan baru setengah abad kemudian diikuti perang Puputan Badung tahun 1906, disusul Puputan Klungkung tahun 1908 dan puputan Margarana tahun 1946.

Sebagai gambaran singkat bagaimana kondisi Benteng Jagaraga dari sumber sejarah yang diteliti berdasarkan dokumen dan arship penting baik di Leiden Belanda, arship Nasional ,arship Daerah Bali maupun dokumen pribadi Ide Anak Agung Gde Agung yang tertuang dalam buku” Bali Pada Abad 19″. Benteng Jagaraga sebenarnya adalah hasil karya Adipati Agung Gusti Ketut Djelantik dimana sejak hubungan Kerajaan Buleleng dengan Pemerintah Hindia Belanda menjadi tegang bulan Oktober 1844, Gusti Ketut Djelantik yakin bahwa perang antara kedua belah pihak tidak dapat dihindarkan.

Mulai saat itu dirancanglah suatu siasat peperangan dengan membangun benteng pertahanan dan dipilihlah Desa Jagaraga yang letaknya sangat strategis dan tidak bisa dijangkau oleh tembakan meriam kapal perang Belanda. Selain itu Desa Jagaraga dikelilingi oleh jurang yang dalam di bagian timur dan barat yang menyulitkan bagi pasukan artileri musuh.

Kubu pertahanan yang dibangun terdiri dari 4 benteng yang diperkuat dan dikelilingi oleh tembok dan parit yang dalam. Selain itu seluruh dataran dimuka Desa Jagaraga yang menghadap Desa Bungkulan penuh dengan kubu pertahanan kecil kecil. Benteng itu dipertahankan oleh pasukan Laskar Bali dengan persenjataan tombak, senapan dan juga meriam kecil ” lila ,”.

Dilihat dari sudut militer teknis dan strategis diakui oleh para akhli militer Belanda sehingga mereka sangat sulit dan setelah bersusah payah baru bisa menaklukannya.Mereka sangat kagum atas keakhlian membangun benteng tersebut sangat kuat, rapi teratur ditambah faktor kedisiplinan pasukan rakyat Bali yang mematuhi perintah panglima perang Adipati Agung Gusti Ketut Djelantik.

Kedisiplinan diakui sendiri oleh Jendral Michiels selaku panglima perang Hindia Belanda dalam pertemuan perundingan yang gagal antara kedua pihak di kota Singaraja tgl. 7 April 1849. Benteng Jagaraga bisa direbut Belanda setelah melalui pertempuran sangat dahsyat dan heroik antara ribuan pasukan Laskar Rakyat Bali yang bersenjatakan tombak, senapan dan meriam kecil yang dipimpin langsung Gusti Ketut Djelantik melawan ribuan pasukan Belanda yang datang dari Batavia, Jawa, Madura dan Lombok dengan senapan lengkap, artileri serta meriam dan dibantu lagi dari Angkatan Laut serta dipimpin oleh Jenderal Michiels.

Mengingat dan menyadari betapa besarnya dan heroiknya perjuangan Gusti Ketut Jelantik dalam memimpin pasukan Laskar Rakyat Bali melawan pasukan penjajah Belanda tersebut maka pemerintah pusat menganugrahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Gusti Ketut Djelantik. (072)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Minggu, 28 Jan 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Bali,  Senin  29   Januari 2024 Renungan  Joger

  • Pegadaian Raih Penghargaan Indonesia Sharia Finance Award 2023

    Pegadaian Raih Penghargaan Indonesia Sharia Finance Award 2023

    • calendar_month Senin, 15 Mei 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Jakarta, Minggu 14 Mei 2023 Pegadaian Raih Penghargaan Indonesia Sharia Finance Award 2023   (Foto/ist)   Jakarta, indonesiaexpose.co.id   – Unit Usaha Syariah (UUS) PT Pegadaian berhasil meraih penghargaan di ajang Indonesia Sharia Finance Award 2023, untuk kategori “Outstanding Optimization of Product and Services Utilization Based on Sharia Principle” yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi secara daring […]

  • Universitas Udayana tahun 2020 terima 7.200 Mahasiswa dengan 3 jalur penerimaan

    Universitas Udayana tahun 2020 terima 7.200 Mahasiswa dengan 3 jalur penerimaan

    • calendar_month Senin, 2 Des 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Badung, Senin  02  Desember  2019   Universitas Udayana tahun 2020 terima 7.200 Mahasiswa dengan 3 jalur penerimaan Rektor Unud Prof. Dr. dr. Anak Agung Raka Sudewi di acara jumpa pers, Senin (2/12/2019) di kampus Unud Jimbaran,Kab.Badung-Bali.(Foto/INDEX/080)   BALI,  INDEX  – Dari dua belas ribu yang berminat , Universitas  Udayana (Unud) tahun 2020 mendatang hanya  akan […]

  • Pansus TRAP DPRD Bali : Proses Tukar Guling Mangrove PT.BTID harus Sesuai Aturan

    Pansus TRAP DPRD Bali : Proses Tukar Guling Mangrove PT.BTID harus Sesuai Aturan

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle 080
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Jembrana , Rabu  22  April  2026 Pansus TRAP DPRD Bali : Proses Tukar Guling Mangrove PT.BTID harus Sesuai Aturan     Bali,  indonesiaexpose.co.id  —  Dugaan tukar guling lahan mangrove di Kabupaten Jembrana, Bali, kian memanas. DPRD Provinsi Bali bergerak cepat! Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan menggelar rapat penting di tengah sorotan publik […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Bali, Rabu  16  April  2025 Renungan  Joger

  • Renungan JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Kamis, 30 Mar 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Bali,  Jumat 31  Maret 2023 Renungan JOGER

expand_less