Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » FGD :  Saya   Sungguh  Mencemaskan  Bali

FGD :  Saya   Sungguh  Mencemaskan  Bali

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 11 Mei 2025
  • visibility 257
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Senin  12  Mei  2025

FGD :  Saya   Sungguh  Mencemaskan  Bali

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Terinspirasi oleh buku Prof. Dr. I Dewa Gede Palguna: Saya Sungguh Mencemaskan Bali, sekaligus menyikapi kondisi Bali terkini, dengan berbagai persoalannya, membuat kita bertanya-tanya apakah Sandyakalaning Majapahit akan terulang di Bali? Di Balik Kemewahan Ritual dan Gemerlap Pariwisata, namun di pihak lain angka bunuh diri dan gangguan mental di Bali sangat tinggi, dahsyatnya alih fungsi dan alih kepemilikan lahan, kemacetan, sampah, krisis air dan kerusakan lingkungan lainnya, apakah kita bisa duduk diam menunggu perubahan datang dari langit?

Berbekalkan kesadaran untuk turut berperan serta dalam memberikan sumbangan pemikiran, Dewan Pimpinan Daerah Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali mengundang beberapa tokoh Bali dengan berbagai ragam profesi, dengan mengadakan Focus Group Discusion pada hari Sabtu tanggal 10 Mei 2025 bertempat di Warung Kang Zanger Bokashi Farm Jalan Waribang Denpasar.

Dialog yang dipandu langsung oleh Ketua DPD Prajaniti Bali Dr. Sayoga berjalan penuh dinamika sebagai ekspresi dari kegundahan sekaligus kecintaan kita semua pada tanah pelekadan, Bali. Dialog yang sekali waktu diselingi gelak tawa dihadiri oleh tokoh tokoh prominent di Bali antara lain, Bapak Made Mangku Pastika, Prof. I Dewa Gede Palguna, Prof. Nitya Santhiarsa, Dr. Tini Gorda, Dr. Surpi Aryadharma, Dr. Ketut Donder, Putu Suasta, M.A, Ir. Nyoman Baskara, MM, Drs. Ketut Ngastawa, SH, MH, Prof. Nitya Santhiarsa, Dr. Nyoman Sarjana, Dr. I Wayan Jondra, Gung Trisna, Drs. Nyoman Wiratmaja, M.Si., I W. Joni Artha, Anak Agung Gede Putra, NW Suryathi, I.A. PT. Yustini, dr. Wayan Sayoga, Bapak Mangku Suteja, Bapak Nyoman Suteja, Ni Made Ratnadi, SE, Agung Sudarsa, SH, MH, Desak Ketut Dewi, SE, I Wayan Darna, S.Sos, M.AP, I Dewa Putu Putraka Jaya, SE, M.Ag, TD Yuan Priana Sukariadha, SH,

Dari dialog muncul pemikiran dan barangkali menjadi perhatian kita selama ini, seperti;

1.Alih Fungsi lahan tanpa kendali dan pengelolaan Tata Ruang yang seperti tidak ada aturan, tanpa tindakan atas berbagai pelanggaran yang terjadi sehingga perlu dilakukan tindakan nyata seperti yang dilakukan Kang Dedi Mulyadi di Jawa Barat dengan mengambil tindakan tegas atas pelanggaran Tata Ruang.
2.Pembangunan yang masih berorientasi fisik semata dan dipihak lain belum menyentuh pembangunan dalam hal karakter mental secara serius
3.Angkutan umum yang masih belum menjadi prioritas utama sehingga kemacetan semakin parah, ditambah dengan penambahan jumlah kendaraan yang tak terkontrol.
4.Bunuh diri semakin marak, hampir setiap hari terjadi. Bali masih menempati ranking 1 nasional. Seberapa besar kontribusi, korelasi antara beban sosial, adat dan ritual terhadap peningkatan kasus bunuh diri, dibutuhkan kajian dan research lebih dalam.
5.Sampah yang tidak kunjung tertangani dengan pantas menciptakan iklim lingkungan yang semakin tidak sehat
6.Tamu asing yang sangat bebas menyalahgunakan visa yang melakukan kegiatan usaha selama di Bali tanpa ada kontrol dan tindakan tegas dari aparat
7.Jargon Pariwisata Budaya perlu lebih aplikatif dan kontekstual. Demikian juga kita mesti membumikan Tri Hita Karana dalam tindakan sehari hari
8.Perlu terus diperjuangkan bersama menuju Otonomi Sui Generis untuk kekhususan Bali untuk memperkuat NKRI. Hanya dengan demikian Bali bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan kebutuhan pokoknya, terlebih Bali merupakan tujuan utama pariwisata internasional
9.Orang Bali mesti secara jujur melakukan introspeksi atas segala permasalahan yang terjadi selama ini. Kita tidak bisa melarikan diri dan harus dihadapi bersama dengan sungguh sungguh. Tidak berhenti hanya pada jargon Mulat Sarira namun selanjutnya dibarengi dengan membenahi diri dan tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama.
10.Kita jangan pernah lelah dan menyerah di dalam memperbaiki kondisi Bali. Kita semua harus bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan hingga terganggunya keseimbangan yang terjadi selama ini.
11.Pemerintah sepatutnya terus membangun jembatan komunikasi agar dapat memahami problematika ini dengan lebih dalam sehingga solusi yang diambil lebih komprehensif dan holistik.
12.Dialog ini tidak memiliki intensi menyalahkan siapapun termasuk pemerintah. Kami mengapresiasi upaya pemerintah yang positif dan dipihak lain kami tetap kritis dan tegas terhadap kebijakan yang ugal ugalan.
13.Dialog ini mencoba menggali pemikiran, jalan keluar dari berbagai pakar yang tulus dan cinta Bali yang selama ini telah terlibat aktif dalam bidang dan perannya masing masing.
14.Dialog ini tidak berhenti sampai disini dan kedepan akan dikembangkan terus untuk mencapai sasaran target yang lebih

Ditemui usai acara Focus Group Discussion: Saya Sungguh mencemaskan Bali, Shri Sarvananda Dharma mengungkapkan rasa bahagia, atas kehadiran para tokoh di tengah kesibukan masing-masing.

” Ini mengingatkan saya dengan pertemuan sekitar 30 tahun silam di Ashram Gandhi Vidyapith Jl. Sudirman Denpasar saat rencana penggusuran Pura Rawamangun Jakarta. Semoga semangat persatuan itu tetap menyala di hati kita semua, sehingga dengan duduk bersama, setiap masalah bisa diatasi dengan kepala dingin, tanpa saling menyalahkan satu sama lain, ” pungkasnya.

(071)

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Implementasikan ISO 26000, PLN Raih 2 Penghargaan di Ajang Top CSR Awards 2020

    Implementasikan ISO 26000, PLN Raih 2 Penghargaan di Ajang Top CSR Awards 2020

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Jakarta, Kamis  30  Juli  2020   Implementasikan ISO 26000, PLN Raih 2 Penghargaan di Ajang Top CSR Awards 2020     JAKARTA,  INDEX   – PLN berhasil meraih dua penghargaan dalam dalam ajang TOP CSR Awards 2020 yang diselenggarakan Majalah Top Business, yakni kategori Top CSR Award 2020 Star 5 dan TOP Leader on CSR Commitment […]

    • calendar_month Rabu, 21 Des 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Jakarta, Rabu  21  Desember  2022

  • Sekda Alit Wiradana Resmikan Gedung Ruang Kelas Baru SDN 1 Renon

    Sekda Alit Wiradana Resmikan Gedung Ruang Kelas Baru SDN 1 Renon

    • calendar_month Sabtu, 27 Jan 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Denpasar, Sabtu 27 Januari 2024 Sekda Alit Wiradana Resmikan Gedung Ruang Kelas Baru SDN 1 Renon   Sekda Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana saat meresmikan gedung ruang kelas baru SDN 1 Renon ditandai dengan pemotongan pita, Jumat (26/1/2024).   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana mewakili Walikota Denpasar meresmikan gedung ruang […]

  • Paslon Merta No.urut 2 ,bila terpilih siap mundur bila ingkar janji pada para pedagang Pasar Poh Gading Denpasar

    Paslon Merta No.urut 2 ,bila terpilih siap mundur bila ingkar janji pada para pedagang Pasar Poh Gading Denpasar

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  28  Oktober  2020   Paslon Merta No.urut 2 ,bila terpilih siap mundur bila ingkar janji pada para pedagang Pasar Poh Gading Denpasar     BALI,  INDEX  –   Ingin terus menyerap aspirasi masyarakat oedagang. Pasangan Calon (Paslon) Amerta Nomor Urut 2 Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kertanegara bersama tim pemenangan kembali melakukan […]

  • Forum Advokasi Hindu Dharma Gelar Simposium Demografi

    Forum Advokasi Hindu Dharma Gelar Simposium Demografi

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  21  Mei  2019   Forum Advokasi Hindu Dharma Gelar Simposium Demografi   BALI, INDEX  –  Bertepatan dengan hari Tumpek Lamdep, Sabtu tanggal 25 Mei 2019 pukul 08.30 – 11.30 WITA Forum Advokasi Hindu Dharma (FAHD) akan mengadakan Simposium Demografi dengan tema “Dampak Perubahan Struktur Penduduk Bali terhadap Tatanan Kehidupan Masyarakat Bali yang Dilandasi […]

  • ITB Stikom Bali

    ITB Stikom Bali

    • calendar_month Jumat, 10 Sep 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Bali, Jumat  10  September  2021 ITB Stikom Bali  

expand_less