DPRD Desak PT.BTID Akses Warga Dibuka!
- account_circle 080
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 43
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar, Jumat 24 April 2026
DPRD Desak PT.BTID Akses Warga Dibuka!

Inspeksi mendadak (sidak) Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali di kawasan KEK Kura-Kura Bali, Rabu (23/4/2026).
BALI , indonesiaexpose.co.id — Kawasan KEK Kura-Kura Bali Dinilai “Mengisolasi” Masyarakat.
Sorotan tajam datang dari DPRD terhadap pengelolaan kawasan strategis di Serangan. Anggota DPRD Badung, Wayan Luwir Wiyana, secara tegas meminta agar akses masyarakat lokal tidak dibatasi, terutama bagi pelaku usaha, nelayan, hingga umat yang hendak melakukan persembahyangan.
Pernyataan keras itu disampaikan saat Anggota DPRD Badung, Wayan Luwir Wiyana turut dalam inspeksi mendadak (sidak) Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali di kawasan KEK Kura-Kura Bali, Rabu (23/4/2026).
Luwir menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat Serangan dalam aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Ia mendesak adanya kesepakatan resmi berupa MoU tertulis antara pengelola kawasan dan warga lokal.
“Berikan akses untuk masyarakat Serangan—baik untuk usaha, nelayan, maupun sembahyang. Jangan sampai masyarakat diisolasi seperti zaman kerajaan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti perlunya keberpihakan nyata terhadap ekonomi lokal, termasuk pemberdayaan UMKM, driver, dan pelaku usaha kecil lainnya agar tidak tersingkir dari pembangunan kawasan strategis tersebut.
Sidak ini menjadi bagian dari upaya Pansus TRAP DPRD Provinsi Bali dalam mengawasi tata kelola ruang dan perizinan, terutama di wilayah yang bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat adat dan pesisir.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola kawasan terkait tuntutan pembukaan akses dan permintaan MoU bagi masyarakat Serangan.
Situasi memanas. Pansus TRAP DPRD bergerak. Nasib akses warga Serangan kini jadi sorotan publik.
(080)
- Penulis: 080
- Editor: Siregar
- Sumber: tim Index
