Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Pulau Dewata atau Pulau Investasi? Polemik KEK yang Mengusik Nurani Bali

Pulau Dewata atau Pulau Investasi? Polemik KEK yang Mengusik Nurani Bali

  • account_circle 080
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 246
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Selasa  19  Mei  2026

Pulau Dewata atau Pulau Investasi? Polemik KEK yang Mengusik Nurani Bali

Dokter Wayan Sayoga, Ketua DPD Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id   — Hari ini, Bali tak lagi hanya dihuni oleh umatnya, namun juga oleh mereka yang datang membawa uang dan ambisi, membeli tanah, membangun imperium pribadi, lalu perlahan mendikte budaya lokal.

Polemik proyek Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Kura-Kura Bali di Pulau Serangan, Denpasar, kembali memanas. Di tengah sorotan terhadap isu lingkungan, tata ruang, hingga keberadaan pura yang disebut masuk dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan atau SHGB kawasan proyek, publik kini mulai mempertanyakan posisi politik sejumlah elite dan Fraksi Golkar di Bali.

Perdebatan kian ramai setelah beredar luas foto pertemuan anggota  DPRD Bali, bersama Presiden Komisaris PT Bali Turtle Island Development atau BTID, Tantowi Yahya, perusahaan pengelola KEK Kura-Kura Bali.

Viralnya foto tersebut memicu gelombang reaksi publik di media sosial. Warganet mempertanyakan, ‘apakah para wakil rakyat sedang memperjuangkan kepentingan masyarakat Bali atau justru terlihat lebih lunak terhadap kepentingan investor di tengah polemik proyek strategis tersebut’.

Sorotan tajam datang dari Dokter Wayan Sayoga, Ketua DPD Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali.  Ia menegaskan pembangunan di Bali seharusnya berpijak pada filosofi Tri Hita Karana dan mengutamakan keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat lokal dalam jangka panjang 100 tahun ke depan.

” Pembangunan di Bali tidak boleh hanya berorientasi investasi semata, tetapi wajib mempertimbangkan keseimbangan hubungan manusia dengan alam, budaya, dan spiritualitas masyarakat Bali, termasuk keberlangsungan hingga 100 tahun ke depan,” ungkap Dokter Wayan Sayoga, Ketua DPD Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali  di Denpasar, Selasa (19/5/2026).

Di sisi lain, kritik publik juga semakin tajam. Sejumlah warga menilai elite politik dinilai terlalu kompromistis terhadap kekuatan modal dan mempertanyakan keberanian lembaga politik daerah dalam menghadapi dugaan persoalan tata ruang dan lingkungan yang berkembang di kawasan KEK Kura-Kura Bali.

Narasi protes masyarakat bahkan menyoroti dugaan pembatasan akses ibadah warga di kawasan tertentu, ketimpangan ekonomi masyarakat lokal, hingga kekhawatiran bahwa pembangunan besar justru mengorbankan ruang hidup masyarakat adat Bali.

Hingga kini, polemik KEK Kura-Kura Bali masih menjadi perhatian publik nasional. Sejumlah isu mulai dari Pembabatan Mangrove, Skandala Tukar Guling Fiktip, dugaan pelanggaran tata ruang, keberadaan pura dalam area SHGB, hingga dampak lingkungan kawasan mangrove terus menjadi perdebatan yang belum menemukan titik terang.

Publik kini menunggu sikap tegas para pemangku kebijakan: apakah keberpihakan akan jatuh pada pelestarian Bali dan masyarakat adat, atau justru kepentingan investasi yang lebih dominan?

Polemik ini dipastikan belum berakhir. Transparansi pemerintah daerah, DPRD Bali, hingga pengelola proyek kini menjadi tuntutan publik di tengah meningkatnya sensitivitas masyarakat terhadap isu lingkungan, adat, dan masa depan Bali.

Belajar dari 1995/1996: Ketika Kita Bersatu, Kita Menang

Masih segar dalam ingatan sejarah Bali tahun 1995/1996. Kala itu, pemerintah pusat Orde Baru hendak menggusur Pura Rawamangun.

  • Tapi masyarakat Bali — umat Hindu
  • Anak muda
  • Akademisi
  • Para pemuka adat dan agama
  • Awak media serta seluruh elemen masyarakat — bersatu.

Saya menyebutnya 5A: Anak muda, Akademisi, Adat, Agama, Awak Media.

Dua hari berturut-turut kita bersama membahas strategi yang tepat untuk menghadang kekuatan besar itu. Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa, bersama 14 tokoh lainnya, terbang ke Jakarta. Mereka tak membawa amarah, tapi membawa keyakinan dan keteguhan batin. Hasilnya? Rencana penggusuran dibatalkan.

Kita tak perlu menjadi ekstremis. Tapi kita perlu menjadi pelindung budaya.

  1. Kembali pada Jati Diri : Pahami bahwa menjadi orang Bali bukan sekadar mengenakan udeng atau sarung saat upacara. Dharma sebagai inti ajaran leluhur harus dihayati, bukan hanya dihafal.
  2. Rawat Tanah Leluhur : Tanah bukan sekadar benda mati. Dalam pandangan Hindu, tanah adalah ibu (Ibu Pertiwi) yang wajib dihormati.
  3. Bangun Ekonomi Kerakyatan : Jangan hanya bangga kerja di vila mewah atau beach club milik asing. Jadilah pelaku ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal dan nilai spiritual.
  4. Media sebagai Senjata : Alihkan energi dari konten “prank”, “flexing”, dan “drama” ke hal yang mendidik dan membangkitkan kesadaran.
  5. Satu Suara untuk Bali : Esensinya sama: dharma sebagai cahaya kehidupan. Jangan biarkan perbedaan tafsir dijadikan celah oleh kekuatan luar untuk memecah kita. Saat Bali menghadapi krisis identitas dan invasi modal, hanya suara yang padu bisa menjadi tembok pertahanan terakhir.

Bali sedang menanti: bukan generasi yang hanya pintar bicara, tapi berani bertindak dan berdiri untuk tanah leluhurnya.

Seperti kata Veda: “Satyameva Jayate” – Hanya kebenaran yang akan menang.

(080)

  • Penulis: 080
  • Editor: Siregar
  • Sumber: tim Index

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembobol Minimarket Dibekuk Polisi Unit Reskrim Polsek Kedungwaringin

    Pembobol Minimarket Dibekuk Polisi Unit Reskrim Polsek Kedungwaringin

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Bekasi , Minggu 21  Juni  2020   Pembobol Minimarket Dibekuk Polisi Unit Reskrim Polsek Kedungwaringin   Tersangka SNH alias Loco (26) dan NFR (22) saat di giring ke Polsek Kedungwaringin.(Foto: Hms)   JABAR,  INDEX   –  Dua perampok spesialis minimarket diringkus Unit Reskrim Polsek Kedungwaringin, kedua komplotan itu berhasil di bekuk petugas tidak jauh dari lokasi […]

  • Samskriti Sindhu World Cultures Celebration : Hanya kesadaranlah yang bisa menghasilkan perayaan. Tanpa kesadaran, Tidak ada perayaan

    Samskriti Sindhu World Cultures Celebration : Hanya kesadaranlah yang bisa menghasilkan perayaan. Tanpa kesadaran, Tidak ada perayaan

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Gianyar, Selasa  30  September  2025 Samskriti Sindhu World Cultures Celebration : Hanya kesadaranlah yang bisa menghasilkan perayaan. Tanpa kesadaran, Tidak ada perayaan     (Guruji Anand Krishna dalam buku AH, Mereguk Keindahan Tak Terkatakan, Pragyaa-Paaramita Hridaya Sutra Bagi Orang Modern) Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Minggu malam tanggal 27 September 2025 di Anand Ashram Ubud, setelah sekian […]

  • PLN Jelaskan Keluhan Pelanggan Soal Tagihan Listrik Bengkak

    PLN Jelaskan Keluhan Pelanggan Soal Tagihan Listrik Bengkak

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu 13 Mei 2020     PLN Jelaskan Keluhan Pelanggan Soal Tagihan Listrik Bengkak     BALI, INDEX  – PLN melakukan pertemuan dengan perwakilan pelanggan dan Ombudsman Bali di Kantor PLN ULP Denpasar pada Rabu (13/05). Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Selatan I Made Suamba menyampaikan secara langsung penjelasan hitungan tagihan […]

  • Lapak Ganjar Bikin Camilan Marshmellow yang Viral di Yogya Makin Hits

    Lapak Ganjar Bikin Camilan Marshmellow yang Viral di Yogya Makin Hits

    • calendar_month Minggu, 1 Jan 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Yogyakarta, Senin  02  Januari  2022 Lapak Ganjar Bikin Camilan Marshmellow yang Viral di Yogya Makin Hits   (Foto/ist)   Daerah Istimewa Yogyakarta,  indonesiaexpose.co.id  – Yossie Redha Aldise akhirnya bisa memanen hasil jerih payahnya, dari usaha camilan manis marshmellow. Sempat stagnan penjualannya, namun tak henti bekerja keras lewat berbagai cara, salah satunya mengikuti Lapak Ganjar. Jajanan […]

  • Jenguk Anggota Polri Korban Baku Tembak KKB, Kapolri : Kami Bangga Sama Kalian

    Jenguk Anggota Polri Korban Baku Tembak KKB, Kapolri : Kami Bangga Sama Kalian

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Papua, Rabu  29  September  2021 Jenguk Anggota Polri Korban Baku Tembak KKB, Kapolri : Kami Bangga Sama Kalian     Papua,indonesiaexpose.co.id  –  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Rabu (29/9/2021) menjenguk beberapa anggota Polri yang tengah menjalani perawatan akibat baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Sebanyak tiga anggota Polri dijenguk Kapolri di RS Bhayangkara […]

  • Kakorlantas Asistensi Sirkuit Mandalika yang Bakal Gelar WSBK November Nanti

    Kakorlantas Asistensi Sirkuit Mandalika yang Bakal Gelar WSBK November Nanti

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Lombok, Jumat  15  Oktober  2021   Kakorlantas Asistensi Sirkuit Mandalika yang Bakal Gelar WSBK November Nanti Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono Tinjau Persiapan Sirkuit Mandalika di NTB, Kamis (14/10/21)Dok. Humas Polri.   Nusa Tenggara Barat,indonesiaexpose.co.id – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono meninjau Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Rencananya, Indonesia […]

expand_less