Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Jro Gde Sudibya Warning : Proyek BTID  KEK Kura – Kura   Bali  Gejala  Kolonialisme Baru

Jro Gde Sudibya Warning : Proyek BTID  KEK Kura – Kura   Bali  Gejala  Kolonialisme Baru

  • account_circle 071
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • visibility 374
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Jumat  29  Mei  2026

 Warning : Proyek BTID  KEK Kura – Kura   Bali  Gejala  Kolonialisme Baru

 

Publik Jro Gde Sudibya yang juga mantan Anggota MPR RI Utusan Daerah Bali 1999 – 2004 dan Ekonom

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id   — Polemik proyek Kawasan Ekonomi Khusus  (KEK) Kura-Kura Bali yang dikelola PT Bali Turtle Island Development di Pulau Serangan,Denpasar-Bali kembali memanas. Pengamat Kebijakan Publik Jro Gde Sudibya yang juga mantan Anggota MPR RI Utusan Daerah Bali 1999 – 2004 dan Ekonom melontarkan peringatan keras terkait arah pembangunan kawasan tersebut.

Dalam pernyataannya, intelektual Bali itu meminta masyarakat mewaspadai kemungkinan berubahnya (KEK) Kura-Kura Bali yang dikelola PT Bali Turtle Island Development di Pulau Serangan menjadi “Kawasan Ekonomi Kolonialis Pulau Serangan”.

Menurut Jro Gde Sudibya, proses pembebasan tanah dan reklamasi di kawasan Serangan berlangsung secara “super keras” dan meninggalkan trauma sosial berkepanjangan bagi warga.
Ia menilai rasa takut kehilangan tanah, keselamatan, hingga masa depan ekonomi membuat sebagian masyarakat akhirnya mendukung investor. Namun, dukungan itu disebutnya bukan lahir dari kebebasan penuh, melainkan akibat tekanan psikologis yang ia analogikan sebagai “Stockholm Syndrome”.

“Rasa takut yang berkepanjangan membuat masyarakat seakan berbalik mendukung investor. Dukungan itu sebenarnya palsu,” tegasnya.

Tak hanya itu, Jro Gde Sudibya juga menyoroti eksklusivitas kawasan KEK Kura-Kura Bali  yang dinilai berpotensi menciptakan “negara dalam negara” dan mengabaikan kepentingan masyarakat lokal Bali.

Ia menyebut fenomena tersebut sebagai bentuk kolonialisme gaya baru yang mulai tumbuh di Bali, bahkan setelah 80 tahun Indonesia merdeka.

Menurutnya, pola serupa juga terjadi di Papua sebagaimana tergambar dalam film dokumenter “Pesta Babi, Kolonialisme Baru di Tanah Papua”.

Lebih jauh, Jro Gde Sudibya memperingatkan adanya potensi “state craft corruption” atau korupsi atas nama negara yang melibatkan kolusi antara penguasa dan oligarki demi kepentingan investasi.

Ia menilai kondisi tersebut dapat mengancam keberlangsungan tanah Bali yang dianggap sakral dan suci bagi masyarakat adat.

(080/071)

  • Penulis: 071
  • Editor: putri
  • Sumber: tim Index

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Senin, 13 Feb 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Gianyar,  Senin  13  Februari 2023 Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Tjok. Oka Sukawati  Tinjau Pasar Rakyat Tematik Wisata Ubud     Bali, indonesiaexpose.co.id  – Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati meninjau Pasar Rakyat Tematik Wisata Ubud di Kabupaten Gianyar pada, Jumat 10 Februari 2023 bersama Bupati Gianyar […]

  • Pegadaian Media Awards 2024 Berhadiah Ratusan Juta

    Pegadaian Media Awards 2024 Berhadiah Ratusan Juta

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa 27 Agustus 2024 Pegadaian Media Awards 2024 Berhadiah Ratusan Juta       Bali,  indonesiaexpose.co.id  – PT Pegadaian menggelar Pegadaian Media Awards 2024, ajang kompetisi karya jurnalistik bagi jurnalis di seluruh penjuru tanah air. Melalui kegiatan ini, Pegadaian mengajak para jurnalis untuk berperan aktif mendorong kemajuan ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM untuk naik […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Sabtu, 19 Mar 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Bali, Minggu  20  Maret 2022   Renungan  JOGER  

  • PUPR Denpasar Atensi Genangan di Tiga Titik, Terus Gencarkan Pembersihan Sungai dan Saluran Air Sebagai Langkah Antisipasi Banjir

    PUPR Denpasar Atensi Genangan di Tiga Titik, Terus Gencarkan Pembersihan Sungai dan Saluran Air Sebagai Langkah Antisipasi Banjir

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  30  Oktober  2020   PUPR Denpasar Atensi Genangan di Tiga Titik, Terus Gencarkan Pembersihan Sungai dan Saluran Air Sebagai Langkah Antisipasi Banjir   Pasukan Biru Prokasih DPUPR Kota Denpasar saat melaksanakan penanganan genangan di Kota Denpasar, Jumat (30/10/2020).   BALI, INDEX  –  Hujan lebat yang melanda Kota Denpasar pada Kamis (29/10) sore menimbulkan […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Bali, Senin  20  Oktober  2025 Renungan  Joger  

  • Lepas Matahari 2023 di Kota Denpasar,  Walikota Jaya Negara: Kita Sambut Optimisme Kejayaan di Tahun 2024, Fokus Tuntaskan Program Kerja

    Lepas Matahari 2023 di Kota Denpasar,  Walikota Jaya Negara: Kita Sambut Optimisme Kejayaan di Tahun 2024, Fokus Tuntaskan Program Kerja

    • calendar_month Senin, 1 Jan 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  02  Januari  2023 Lepas Matahari 2023 di Kota Denpasar,  Walikota Jaya Negara: Kita Sambut Optimisme Kejayaan di Tahun 2024, Fokus Tuntaskan Program Kerja   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Tidak terasa, Tahun 2023 memasuki penghujung. Gelar Budaya bertajuk Jayaning Nusantara secara resmi melepas Matahari Tahun 2023 di Kota Denpasar yang dipusatkan di Kawasan Catur Muka […]

expand_less