Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Jaya Negara Hadiri Serangkaian Karya Manusia Yadnya Metatah lan Menek Kelih

Jaya Negara Hadiri Serangkaian Karya Manusia Yadnya Metatah lan Menek Kelih

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 28 Des 2019
  • visibility 281
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Sabtu  28  Desember  2019

 

Jaya Negara Hadiri Serangkaian Karya Manusia Yadnya Metatah lan Menek Kelih

 

 

Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara saat Menghadiri serangkaian Karya Manusia Yadnya Metatah lan Menek Kelih, Desa Padangsambian Klod bersama Paguyuban Pemangku Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) di Banjar Jabapura, Jumat (27/12/2019).

 

BALI,  INDEX  –  Sebagai wujud sradha dan bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa serta membantu sesama, Pemerintah Desa Padangsambian Klod bersama Paguyuban Pemangku Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) melaksanakan upacara metatah masal yang digelar pada, Sukra Umanis Wuku Ukir, Jumat (27/12). Upacara ini dilaksanakan sebagai upaya pemerintah Desa Padangsambian Klod untuk memberdayakan masyarakat membuat sarana upakara dan mendorong masyarakat untuk melaksanakan upacara dengan biaya yang murah, sesuai sastra agama dengan tidak menghilangkan makna upacara.

 

Hadir langsung dalam upacara tersebut Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara. Turut hadir dalam kesempatan tersebut beberapa tokoh masyarakat setempat, warga masyarakat dan peserta metatah dan menek kelih massal.

 

Disela-sela pelaksanaan karya Wakil Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara mengatakan bahwa ritual potong gigi (mepandes) yang merupakan salah satu ritual Manusa Yadnya yang wajib dilakukan. Dalam agama Hindu Mepandes wajib dilakukan ketika anak menginjak usia remaja atau sudah dewasa. Ritual ini bertujuan untuk mengendalikan 6 sifat buruk manusia yang menurut agama Hindu dikenal dengan istilah sad ripu (enam musuh dalam diri manusia). Ujarnya.

 

Lebih lanjut dikatakannya, selain merupakan sebuah kewajiban yang dilaksanakan dalam kehidupan, metatah merupakan upacara untuk menetralisir sifat buruk dalam diri manusia yang disebut dengan Sad Ripu yang meliputi Kama (sifat penuh nafsu indriya), Lobha (sifat loba dan serakah), Krodha (sifat kejam dan pemarah), Mada (sifat mabuk atau kemabukan), Matsarya (sifat dengki dan irihati), dan Moha (sifat kebingungan atau susah menentukan sesuatu).

 

“Metatah dan Menek Kelih massal merupakan wujud bhakti kepada Sang Pencipta, sehingga guna memenuhi kewajiban manusia wajib beryadnya, Dengan dilaksanakannya karya metatah dan menek kelih masal ini diharapkan mampu meningkatkan sradha dan bhakti umat, serta para peserta atau yang bersangkutan mampu menjadikan diri lebih dewasa dan bijak baik dalam berpikir, berbuat dan berbicara,” ujar Jaya Negara.

 

Sementara Ketua Panitia Upacara Metatah Masal, Jro Mangku Wayan Suwarsa, mengatakan peningkatan sumber daya manusia khususnya pada paguyuban pemangku terus dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Padangsambian Klod. Bahkan sering menghadirkan Ida Pandita Mpu Acharya Nanda guna memberikan dharma wecana kepada pemangku dan umat. Mangku Suwarsa menjelaskan ritual potong gigi yang dalam tradisi Hindu di Bali dikenal dengan nama Mapandes (Masangih) atau Metatah.

 

“Upacara Matatah ini merupakan salah satu proses yang harus dilakukan oleh umat Hindu. Hal itu dikarenakan dalam upacara Mapandes/Matatah ini, guru rupaka atau si orang tua akan memberikan kesempatan kepada anaknya untuk memohon maaf atas kesalahannya baik yang diperbuat secara sengaja maupun tidak disengaja,” Ujar Wayan Suwarsa

 

Selanjutnya, Masangih yang artinya mempertajam pikiran. “Dalam hal ini, mempertajam pikiran disimbolkan dengan menyembah kedua orang tua. Terakhir adalah Matatah, yakni ritual memotong gigi taring yang dilakukan oleh seorang sangging. Sebelum upacara dilaksanakan si anak akan melakukan ritual menyembah para roh leluhur sekaligus memohon restu kepada kedua orang tuannya. Inilah inti dari upacara potong gigi ini. Dengan adanya runtutan acara tersebut, makna upacara matatah ini adalah untuk menghilangkan kotoran diri dalam wujud kala, bhuta, pisaca, dan raksasa, dalam arti jiwa dan raga diliputi oleh watak sad ripu.

 

“Dengan upacara ini dilaksanakan si anak mampu menemukan jati diri nya dan mampu melakukan pengendalian diri dan bisa menjadi anak yang suputra sesuai harapan orang tua dan keluarga,”pungkasnya.

(075)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Badung Tandatangani PKS PSEL, Dorong Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik

    Bupati Badung Tandatangani PKS PSEL, Dorong Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle 110
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Mangupura, Rabu 22 April 2026 Bupati Badung Tandatangani PKS PSEL, Dorong Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik   Foto : Bupati Badung Tandatangani Pks Psel, Dorong Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik Jakarta, indonesiaexpose.co.id — Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pemerintah daerah dan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) Pengolahan Sampah […]

  • Sekda Alit Wiradana Terima Kunjungan Wabup Dairi Jimmy Andrea Sihombing

    Sekda Alit Wiradana Terima Kunjungan Wabup Dairi Jimmy Andrea Sihombing

    • calendar_month Senin, 27 Nov 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin 27 November 2023 Sekda Alit Wiradana Terima Kunjungan Wabup Dairi Jimmy Andrea Sihombing   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Dairi, Jimmy Andrea Sihombing di Kantor Walikota Denpasar, Senin (27/11/2023). Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Dairi, Jimmy Andrea Sihombing menyebut, kunjungan kerja ini […]

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Mangupura,  Jumat  24  April  2020    

  • Kredit  UMKM  di  Jatim  Catatkan  Nominal  Terbesar   Nasional  Dalam   Tiga  Tahun  Bertutur – Turut

    Kredit  UMKM  di  Jatim  Catatkan  Nominal  Terbesar   Nasional  Dalam   Tiga  Tahun  Bertutur – Turut

    • calendar_month Minggu, 20 Feb 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Surabaya, Minggu 20 Februari  2022   Kredit  UMKM  di  Jatim  Catatkan  Nominal  Terbesar   Nasional  Dalam   Tiga  Tahun  Bertutur – Turut   Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto/ist)   Jawa  Timur,  indonesiaexpose.co.id  –  Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak main-main dalam memberikan perhatiannya pada sektor usaha ultra mikro, mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar terus naik […]

  • Polemik Penarikan Golkar dari Pansus TRAP : Demer Akan Dipanggil 

    Polemik Penarikan Golkar dari Pansus TRAP : Demer Akan Dipanggil 

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle 080
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu 22  Juli  2026 Polemik Penarikan Golkar dari Pansus TRAP : Demer Akan Dipanggil     Bali,  indonesiaexpose.co.id  — Polemik penarikan anggota Fraksi Partai Golkar dari Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali kini memasuki babak baru yang semakin panas. Dalam rapat , pimpinan DPRD Bali  akan memanggil Ketua […]

  • Tien Hong Hadirkan Spirit Alam dalam Pameran Lukisan Abstrak “Garis, Warna, dan Ruang”

    Tien Hong Hadirkan Spirit Alam dalam Pameran Lukisan Abstrak “Garis, Warna, dan Ruang”

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat 19 September 2025 Tien Hong Hadirkan Spirit Alam dalam Pameran Lukisan Abstrak “Garis, Warna, dan Ruang”       Bali, indonesiaexpose.co.id  – Pelukis abstrak Tien Hong kembali hadir dengan pameran tunggal bertajuk “Garis, Warna, dan Ruang”. Dalam pameran ini, Tien Hong mengekspresikan kedekatannya dengan alam melalui karya-karya abstrak yang sarat nuansa batin, ritme, serta […]

expand_less