Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » XL Axiata – BROL Terus Perkaya Fitur Dengan Aplikasi Laut Nusantara, Kini Nelayan Bisa Deteksi Lokasi Tuna

XL Axiata – BROL Terus Perkaya Fitur Dengan Aplikasi Laut Nusantara, Kini Nelayan Bisa Deteksi Lokasi Tuna

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 18 Jul 2021
  • visibility 339
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 18  Minggu   Juli 2021.

 

XL Axiata – BROL Terus Perkaya Fitur

Dengan Aplikasi Laut Nusantara, Kini Nelayan Bisa Deteksi Lokasi Tuna

 

Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  –  Aplikasi Laut Nusantara semakin canggih dengan kemampuan untuk mendeteksi keberadaan ikan-ikan bernilai ekonomi tinggi. Fitur terbaru dalam aplikasi besutan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dan Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) – Pusat Riset Kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia tersebut adalah pendeteksi keberadaan ikan Tuna Sirip Kuning, Tuna Sirip Biru, dan Albacore. Ketiganya adalah ikan bernilai ekonomi tinggi dan menjadi primadona di pasar dunia. Fitur baru ini sudah bisa dimanfaatkan para nelayan sejak Juli 2021.

“Kami memang terus berupaya meningkatkan fungsi dan manfaat dari aplikasi Laut Nusantara ini. Visi kami jelas, yaitu membantu para nelayan Indonesia untuk mampu produktif dan aman dalam bekerja sehingga akan meningkatkan kualitas hidup mereka. Apalagi, teman-teman dari BROL memiliki semua kompetensi yang dibutuhkan untuk memperkaya manfaat aplikasi ini, dengan data-data hasil riset yang melimpah, dan bisa diimplementasikan menjadi sarana digital yang mendukung masyarakat nelayan kecil di seluruh Indonesia. Secara bertahap akan terus bertambah fitur-fitur baru yang bisa meningkatkan kemampuan aplikasi Laut Nusantara,” kata Chief Corporate Affairs Officer XL Axiata, Marwan O Baasir .

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Kelautan, Dr. I Nyoman Radiarta, M.Sc. menyampaikan bahwa keberadaan fitur baru pendeteksi ikan-ikan bernilai ekonomi tinggi merupakan terobosan dalam upaya meningkatkan pendapatan para nelayan dengan mengubah paradigma nelayan dari mencari ikan menjadi menangkap ikan. Dalam aplikasi ini, informasi ditampilkan secara sederhana untuk membantu nelayan sehingga kegiatan penangkapan ikan dapat dilakukan secara efektif, efisien dan aman.

Peneliti BROL, Eko Susilo menjelaskan, cara kerja fitur pendeteksi ikan-ikan tersebut adalah dengan mendeteksi lokasi daerah penangkapan ikan berdasarkan kesesuaian kondisi laut, yang menurut berbagai penelitian sebagai area tempat ikan berkumpul. Kesesuaian tersebut didasarkan pada kriteria front suhu dan tingginya kesuburan perairan. Front suhu adalah daerah pertemuan antara massa air hangat dan dingin. Sedangkan kesuburan perairan yang tinggi berasosiasi dengan tersedia makanan ikan, berupa plankton, yang melimpah. Kedua kriteria tersebut dianalisis menggunakan data citra satelit.

“Sedangkan untuk pelikan tuna dan cakalang, dihasilkan melalui pendekatan kesesuaian habitat ikan. Kriteria kesesuaian habitat ikan tersebut dianalisis menggunakan pemodelan numerik dan pendekatan statistik non-linear. Yang jelas, lokasi-lokasi keberadaan ikan Tuna Sirip Kuning, Tuna Sirip Biru, dan Albacore ditampilkan secara sederhana sehingga bisa dengan mudah digunakan oleh nelayan, ” papar Eko.

Ikan Tuna Sirip Kuning, Tuna Sirip Biru, dan Albacore tersebut memang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Dari data Pusat Informasi Pelabuhan Kementerian Kelautan dan Perikanan, harga Tuna Sirip Kuning di kisaran Rp 50.000/kg, Tuna Sirip Biru sekitar Rp. 100.000/kg, dan Albacore sekitar Rp 50.000/kg. Sampai tingkat konsumen, harga jual bisa mencapai hingga 3 kali lipatnya. Sementara itu di pasar internasional, seekor tuna Bluefin harganya pernah menembus rekor dunia dengan harga Rp 25 miliar dengan bobot 276 kg.

Sebelumnya, aplikasi Laut Nusantara telah memiliki fitur pendeteksi ikan bernilai ekonomi tinggi lainnya yaitu Lemuru Bali, Tuna Mata Besar, dan Cakalang. Ikan Tuna dan Ikan Cakalang punya nilai permintaan yang tinggi di Indonesia dan pasar Internasional. Pada tahun 2017, Indonesia memasok lebih dari 16% produksi Tuna, Tongkol dan Cakalang dunia. Dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan, selama triwulan I 2021 komoditas Tuna, Tongkol, dan Cakalang (CTC) menempati primadona kedua untuk ekspor dengan nilai 228,55 juta dollar AS atau 13,08 dari total nilai ekspor sektor perikanan. Hal ini menjadikan Tuna, Tongkol, dan Cakalang menjadi prioritas KKP. Sementara itu, Lemuru merupakan ikan khas/spesifik di selat Bali.

Sejauh ini sudah ada 55 ribu pengguna aktif aplikasi Laut Nusantara. Mayoritas pengguna merupakan masyarakat nelayan yang tersebar di seluruh Indonesia melalui sosialisasi yang diselenggarakan bersama Balai Riset dan Observasi Laut maupun instansi lainnya seperti BAKAMLA dan Pemerintah Daerah. Hingga saat ini ada lebih dari 5.000 nelayan yang telah menerima sosialisasi langsung. Mereka kemudian menginformasikan penggunaan aplikasi ini kepada para sejawatnya. Hingga tahun 2020 lalu, XL Axiata dan BROL telah menjalin Kerjasama dengan sekitar 29 wilayah kabupaten/kota di berbagai provinsi untuk implementasi aplikasi Laut Nusantara.

(009)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • I Wayan Suyasa Cabub Badung, Nyoblos di TPS 11 Penarungan

    I Wayan Suyasa Cabub Badung, Nyoblos di TPS 11 Penarungan

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Mangupura, Rabu  27  November  2024 I Wayan Suyasa Cabub Badung, Nyoblos di TPS 11 Penarungan Calon Bupati Badung  I Wayan Suyasa bersama istri di di TPS 11 Penarungan ,kec. Mengwi Kab.Badung-Bali, Rabu (27/11/2024)   Bali, indonesiaexpose.co.id – Calon Bupati Badung dengan nomor urut 1, I Wayan Suyasa menggunakan hak pilihnya di TPS 11 Penarungan ,kecamatan Mengwi […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Bali, Jumat  28  Juni 2024 Renungan  Joger

  • Libur Nataru, Pemprov Jateng Siapkan Posko di Perbatasan dan Terminal

    Libur Nataru, Pemprov Jateng Siapkan Posko di Perbatasan dan Terminal

    • calendar_month Minggu, 24 Des 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Semarang,  Minggu  24  Desember  2023 Libur Nataru, Pemprov Jateng Siapkan Posko di Perbatasan dan Terminal   (Foto/ist)   Jawa  Tengah,  indonesiaexpose.co.id  – Selama Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiagakan personel, serta menyiapkan posko di beberapa titik perbatasan dan terminal. Hal itu dilakukan sebagai upaya menciptakan kelancaran, kenyamanan, dan keamanan […]

  • Renungan JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Kamis, 1 Jul 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Bali, Jumat  02 Juli 2021   Renungan JOGER  

  • Jaya Negara Wali Kota Denpasar : Terus  Berlatih Optimal, Sajikan Penampilan Terbaik  di PKB XLIV Tahun 2023

    Jaya Negara Wali Kota Denpasar : Terus  Berlatih Optimal, Sajikan Penampilan Terbaik  di PKB XLIV Tahun 2023

    • calendar_month Minggu, 7 Mei 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Denpasar, Minggu 07 Mei 2023   Jaya Negara Wali Kota Denpasar : Terus  Berlatih Optimal, Sajikan Penampilan Terbaik  di PKB XLIV Tahun 2023    Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dan Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana saat menyaksikan Pembinaan Gong Kebyar Dewasa, Gong Kebyar Anak-Anak […]

  • Maraknya Mafia Tanah, Komisi II Minta ATR/BPN Segera Bertindak

    Maraknya Mafia Tanah, Komisi II Minta ATR/BPN Segera Bertindak

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Jakarta, Rabu 29 Januari 2025 Maraknya Mafia Tanah, Komisi II Minta ATR/BPN Segera Bertindak   Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf .(Foto/ist)   Jakarta, indonesiaexpose.co.id   – Komisi II DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk mendengarkan pengaduan masyarakat terkait permasalahan pertanahan dari Lembaga Tinggi Masyarakat Adat Indonesia (DPP Lemtari) dan Masyarakat Korban […]

expand_less