Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Warga Miskin Melonjak di Masa Pandemi, Bank Dunia Memaparkan Skenario Kebijakan Atasi Kemiskinan

Warga Miskin Melonjak di Masa Pandemi, Bank Dunia Memaparkan Skenario Kebijakan Atasi Kemiskinan

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
  • visibility 134
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Jumat  22  Oktober  2021

 

Warga Miskin Melonjak di Masa Pandemi, Bank Dunia Memaparkan Skenario Kebijakan Atasi Kemiskinan

(Foto/Ist)

Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  –  Kemiskinan semakin merajalela sejak pandemi Covid-19. Penduduk miskin bertambah akibat dampak ekonomi dan sosial yang begitu hebat. Perlu strategi yang efektif untuk menggulirkan pemulihan ekonomi yang tepat sasaran.

Berdasarkan survei Cigna pada kuartal kedua 2021, indeks persepsi kesejahteraan Indonesia 2021 tercatat sebesar 63,8 poin. Angka ini lebih rendah daripada tahun 2019 sebesar 65,4 poin, maupun tahun 2020 yakni 66,3 poin.

Melalui siaran tertulis yang di terima redaksi indonesiaexpose.co.id ,di Jakarta Jumat (22/10/2021) di jelaskan, survei tersebut menilai persepsi kesejahteraan responden di setiap negara dalam lima aspek, yaitu kesehatan fisik, hubungan sosial, keluarga, finansial, dan pekerjaan.

Pelemahan indeks persepsi kesejahteraan ini tak terjadi di Indonesia saja, tetapi di 21 negara lain akibat dampak pandemi Covid-19. Namun, indeks persepsi kesejahteraan Indonesia pada tahun 2021 ini masih lebih baik dari negara tetangga seperti Singapura 59,2 dan Thailand 62,5.

Kemiskinan melonjak

Hasil survei Cigna tersebut pun sejalan dengan temuan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut adanya kenaikan jumlah penduduk miskin selama satu tahun terakhir akibat pandemi.

BPS mencatat jumlah penduduk miskin secara nasional pada Maret 2021 sebanyak 27,54 juta jiwa atau naik 1,12 juta orang atau sekitar 0,36% ketimbang Maret 2020.

Tak hanya BPS, Kementerian Ketenagakerjaan pada periode sama menemukan terdapat 29,4 juta orang terdampak pandemi Covid-19. Jumlah itu termasuk mereka yang terkena PHK, dirumahkan tanpa upah, hingga pengurangan jam kerja dan upah.

Menurut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, selama pandemi jumlah warga miskin masih paling banyak berada di desa. Warga pedesaan yang masuk kategori miskin ekstrem mencapai lebih dari 10 juta orang.

Pandemi memang telah menekan perekonomian hingga titik nadir. Pada kuartal kedua hingga empat 2020 lalu saja pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di teritori negatif yakni 15,32% di kuartal II, -3,49% di kuartal III, dan -2,19% di kuartal IV.

Memasuki tahun 2021, pelemahan masih berlanjut pada kuartal I 2021 yakni -0,74%, namun pada kuartal II 2021 membaik menjadi 7,07% secara tahunan (year on year/yoy).

Salah satu dampaknya adalah meningkatnya kredit macet akibat ketidakmampuan nasabah membayar kredit. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) perbankan selalu berada di atas tiga persen sejak Mei 2020, sedangkan nilai kredit perbankan mengalami penurunan.

NPL perbankan pada April 2021 sebesar Rp176,48 triliun atau 3,22% dari total kredit yang dikucurkan, yakni Rp5.482,17 triliun.

Meski demikian, sebenarnya pemerintah sudah melakukan upaya untuk membantu masyarakat bertahan selama pandemi. Salah satunya, pemerintah merealisasikan program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Pada 2020, pemerintah menganggarkan Rp695,2 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19 dan jaring pengaman sosial. Jumlah ini bertambah pada 2021 menjadi Rp744,77 triliun.

Skenario Bank Dunia

Bank Dunia pun mengakui, pandemi Covid-19 telah meningkatkan jumlah masyarakat miskin dan semakin memperlebar jurang antara si kaya dan si miskin.

Oleh karenanya, Bank Dunia mengeluarkan dua skenario mengenai tingkat kemiskinan bagi negara Asia Timur dan Pasifik, termasuk Indonesia. Skenario ini memberikan gambaran tentang tingkat kemiskinan bila suatu negara menerapkan salah satu kebijakan dari yang progresif atau regresif.

Skenario kebijakan progresif berarti ada perlakuan adil yang menguntungkan mereka yang berpendapatan tinggi dan mereka yang berpendapatan rendah.

Dengan adanya kesetaraan, menurut Bank Dunia, mampu memperbaiki pendapatan rumah tangga bagi lima kelompok masyarakat termiskin hingga mencapai kelayakan. Misalnya, rumah tangga paling miskin mendapat 1,33 kali dari rata-rata pendapatan per kapita saat itu.

Dengan demikian, jumlah masyarakat yang tetap berada di zona aman alias tidak masuk ke zona rentan miskin atau menjadi miskin, bisa tumbuh hingga 4,6% poin.

Sementara itu, dengan skenario kebijakan regresif, Bank Dunia menilai akan ada ketimpangan yang lebih tinggi antara masyarakat kaya dan miskin. Tingkat kemiskinan pun susah turun, dan menyebabkan masih banyaknya masyarakat yang tidak bisa keluar dari zona rentan miskin.

Pemulihan yang regresif di Indonesia membuat perlambatan pemulihan tingkat kemiskinan hingga 2% poin dari pola progresif. Sementara masyarakat yang berada di zona aman hanya tumbuh 3,0% poin, lebih rendah dari perkiraan skenario progresif.

Dengan demikian, bila pola kebijakan regresif diterapkan, maka kurang dari 5,7 juta orang berhasil keluar dari jurang kemiskinan dan kurang dari 4,6 juta orang keluar dari zona rentan. Ini berarti, ada kurang dari 5,7 juta orang yang berhasil keluar dari zona kemiskinan dan kurang dari 4,6 juta orang keluar dari zona rentan miskin.

(002)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Tabanan Turut Serta  Penanaman Jagung Serentak 1 Juta Hektar

    Pemkab Tabanan Turut Serta  Penanaman Jagung Serentak 1 Juta Hektar

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Tabanan, Selasa  21  Januari  2025 Pemkab Tabanan Turut Serta  Penanaman Jagung Serentak 1 Juta Hektar   Acara penanaman jagung serentak 1 juta hektar yang dilaksanakan di Desa Batannyuh, Kecamatan Marga pada Selasa (21/1). (Foto: Prokopim Tabanan) Bali, indonesiaexpose.co.id – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang diwakili Sekda I Gede Susila menghadiri acara penanaman jagung […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Bali, Jumat  28  Januari 2022   Renungan  JOGER  

  • Pansus TRAP Dipandang Jadi Penjaga Bali: Bongkar Fakta

    Pansus TRAP Dipandang Jadi Penjaga Bali: Bongkar Fakta

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle 080
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  20  Mei  2026 Pansus TRAP Dipandang Jadi Penjaga Bali: Bongkar Fakta   Jro Gde Sudibya, ekonom dan pengamat ekonomi, lingkungan   KEK Kura-Kura Bali Memanas. Polemik Investasi, Mangrove, dan Kesucian Pura Uji Keberpihakan Elite Bali. Bali,  indonesiaexpose.co.id   —  Polemik proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali di Pulau Serangan, Denpasar, kembali memantik perhatian […]

  • HUT DPD PDI Perjuangan Bali ke 47 : Gelar Sosialisasi bahaya HIV/AIDS dan Narkoba

    HUT DPD PDI Perjuangan Bali ke 47 : Gelar Sosialisasi bahaya HIV/AIDS dan Narkoba

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat 06  Maret  2020   HUT DPD PDI Perjuangan Bali ke 47 : Gelar Sosialisasi bahaya HIV/AIDS dan Narkoba (Dari kiri ke kanan) Ni Luh Putu Rumyawati, IGA Diah Srikandi Wedasteraputra Suyasa, Ni Wayan Sarigalung. (Ist) BALI,  INDEX  – Ribuan warga Bali terjerat bahaya laten Narkoba dan HIV/AIDS,dalam rangka HUT DPD PDI Perjuangan ke […]

  • Angkat Isu Pemberdayaan Perempuan di Forum G20 Presidensi Indonesia, Menteri PPPA Beri Penghargaan ke Stakeholder G20 EMPOWER

    Angkat Isu Pemberdayaan Perempuan di Forum G20 Presidensi Indonesia, Menteri PPPA Beri Penghargaan ke Stakeholder G20 EMPOWER

    • calendar_month Jumat, 13 Jan 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Jakarta,  Jumat  13   Januari 2023.   Angkat Isu Pemberdayaan Perempuan di Forum G20 Presidensi Indonesia, Menteri PPPA Beri Penghargaan ke Stakeholder G20 EMPOWER   Pemerintah mengapresiasi kerja keras chair, co-chair, anggota delegasi, advocate, knowledge partner, lembaga internasional, masyarakat sipil, lembaga pemerintah, dan stakeholder terkait lainnya yang telah memberikan dukungan dan kontribusi pada G20 EMPOWER. Ada […]

  • Gandeng Pegadaian , OJK Ngiring ke Banjar di Desa Renon

    Gandeng Pegadaian , OJK Ngiring ke Banjar di Desa Renon

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat 03 Februari 2023   Gandeng Pegadaian , OJK Ngiring ke Banjar di Desa Renon   PT Pegadaian  Cabang Renon bersama OJK Bali kembali melaksanakan kegiatan ‘ Edukasi OJK Ngiring ke Banjar ‘ bertempat  di Kantor Lurah Renon, Jumat (03/02/2023).   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Sebagai upaya untuk terus meningkatkan literasi keuangan masyarakat di Bali, Otoritas […]

expand_less