Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Jaya Negara Hadiri Serangkaian Karya Manusia Yadnya Metatah lan Menek Kelih

Jaya Negara Hadiri Serangkaian Karya Manusia Yadnya Metatah lan Menek Kelih

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 28 Des 2019
  • visibility 166
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Sabtu  28  Desember  2019

 

Jaya Negara Hadiri Serangkaian Karya Manusia Yadnya Metatah lan Menek Kelih

 

 

Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara saat Menghadiri serangkaian Karya Manusia Yadnya Metatah lan Menek Kelih, Desa Padangsambian Klod bersama Paguyuban Pemangku Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) di Banjar Jabapura, Jumat (27/12/2019).

 

BALI,  INDEX  –  Sebagai wujud sradha dan bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa serta membantu sesama, Pemerintah Desa Padangsambian Klod bersama Paguyuban Pemangku Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) melaksanakan upacara metatah masal yang digelar pada, Sukra Umanis Wuku Ukir, Jumat (27/12). Upacara ini dilaksanakan sebagai upaya pemerintah Desa Padangsambian Klod untuk memberdayakan masyarakat membuat sarana upakara dan mendorong masyarakat untuk melaksanakan upacara dengan biaya yang murah, sesuai sastra agama dengan tidak menghilangkan makna upacara.

 

Hadir langsung dalam upacara tersebut Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara. Turut hadir dalam kesempatan tersebut beberapa tokoh masyarakat setempat, warga masyarakat dan peserta metatah dan menek kelih massal.

 

Disela-sela pelaksanaan karya Wakil Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara mengatakan bahwa ritual potong gigi (mepandes) yang merupakan salah satu ritual Manusa Yadnya yang wajib dilakukan. Dalam agama Hindu Mepandes wajib dilakukan ketika anak menginjak usia remaja atau sudah dewasa. Ritual ini bertujuan untuk mengendalikan 6 sifat buruk manusia yang menurut agama Hindu dikenal dengan istilah sad ripu (enam musuh dalam diri manusia). Ujarnya.

 

Lebih lanjut dikatakannya, selain merupakan sebuah kewajiban yang dilaksanakan dalam kehidupan, metatah merupakan upacara untuk menetralisir sifat buruk dalam diri manusia yang disebut dengan Sad Ripu yang meliputi Kama (sifat penuh nafsu indriya), Lobha (sifat loba dan serakah), Krodha (sifat kejam dan pemarah), Mada (sifat mabuk atau kemabukan), Matsarya (sifat dengki dan irihati), dan Moha (sifat kebingungan atau susah menentukan sesuatu).

 

“Metatah dan Menek Kelih massal merupakan wujud bhakti kepada Sang Pencipta, sehingga guna memenuhi kewajiban manusia wajib beryadnya, Dengan dilaksanakannya karya metatah dan menek kelih masal ini diharapkan mampu meningkatkan sradha dan bhakti umat, serta para peserta atau yang bersangkutan mampu menjadikan diri lebih dewasa dan bijak baik dalam berpikir, berbuat dan berbicara,” ujar Jaya Negara.

 

Sementara Ketua Panitia Upacara Metatah Masal, Jro Mangku Wayan Suwarsa, mengatakan peningkatan sumber daya manusia khususnya pada paguyuban pemangku terus dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Padangsambian Klod. Bahkan sering menghadirkan Ida Pandita Mpu Acharya Nanda guna memberikan dharma wecana kepada pemangku dan umat. Mangku Suwarsa menjelaskan ritual potong gigi yang dalam tradisi Hindu di Bali dikenal dengan nama Mapandes (Masangih) atau Metatah.

 

“Upacara Matatah ini merupakan salah satu proses yang harus dilakukan oleh umat Hindu. Hal itu dikarenakan dalam upacara Mapandes/Matatah ini, guru rupaka atau si orang tua akan memberikan kesempatan kepada anaknya untuk memohon maaf atas kesalahannya baik yang diperbuat secara sengaja maupun tidak disengaja,” Ujar Wayan Suwarsa

 

Selanjutnya, Masangih yang artinya mempertajam pikiran. “Dalam hal ini, mempertajam pikiran disimbolkan dengan menyembah kedua orang tua. Terakhir adalah Matatah, yakni ritual memotong gigi taring yang dilakukan oleh seorang sangging. Sebelum upacara dilaksanakan si anak akan melakukan ritual menyembah para roh leluhur sekaligus memohon restu kepada kedua orang tuannya. Inilah inti dari upacara potong gigi ini. Dengan adanya runtutan acara tersebut, makna upacara matatah ini adalah untuk menghilangkan kotoran diri dalam wujud kala, bhuta, pisaca, dan raksasa, dalam arti jiwa dan raga diliputi oleh watak sad ripu.

 

“Dengan upacara ini dilaksanakan si anak mampu menemukan jati diri nya dan mampu melakukan pengendalian diri dan bisa menjadi anak yang suputra sesuai harapan orang tua dan keluarga,”pungkasnya.

(075)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Selasa, 14 Jun 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Gianyar, Rabu 15 Juni 2022   Bertemu  Wagub  Cok  Ace  , Putri Indonesia 2022 Laksmi Shari De Neefe Suardana Mohon Restu dalam Ajang  Miss Universe  2022   Bali, indonesiaexpose.co.id – Pasca terpilih sebagai Putri Indonesia 2022, Laksmi Shari De Neefe Suardana kembali melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Bali, Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Selasa […]

  • Jaya Negara dan Arya Wibawa Jalani Tes Kesehatan Jelang Pelantikan.

    Jaya Negara dan Arya Wibawa Jalani Tes Kesehatan Jelang Pelantikan.

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin  17  Pebruari  2025 Jaya Negara dan Arya Wibawa Jalani Tes Kesehatan Jelang Pelantikan.   Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota, I Kadek Agus Arya Wibawa yang juga selaku Walikota dan Wakil Walikota Denpasar Terpilih saat mengikuti Tes Kesehatan dan Pengambilan Tanda Pangkat di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta pada […]

  • Beri Semangat Lansia Jaga Kesehatan, Ketua K3S Ny. IA. Selly Mantra Serahkan Kursi Roda

    Beri Semangat Lansia Jaga Kesehatan, Ketua K3S Ny. IA. Selly Mantra Serahkan Kursi Roda

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Denpasar, Kamis 13  Kamis  2020   Beri Semangat Lansia Jaga Kesehatan, Ketua K3S Ny. IA. Selly Mantra Serahkan Kursi Roda Ketua K3S Ny. Selly Mantra memberi semangat untuk selalu menjaga kesehatan kepada salah satu lansia penerima bantuan kursi roda, Kamis (13/2) di Desa Dangin Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Utara.   BALI,  INDEX  –    Salah […]

  • Renungan  Joger

    Renungan Joger

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Bali, Rabu 11 Oktober 2023 Renungan  Joger  

  • BI Bali Sinergi Dengan Pemerintah Kab. Bangli  Kendalikan Inflasi  dan  Digitalisasi Pembayaran

    BI Bali Sinergi Dengan Pemerintah Kab. Bangli  Kendalikan Inflasi  dan  Digitalisasi Pembayaran

    • calendar_month Jumat, 21 Jul 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Bangli, Jumat  21  Juli  2023  BI Bali Sinergi Dengan Pemerintah Kab. Bangli  Kendalikan Inflasi  dan  Digitalisasi Pembayaran   Bali, indonesiaexpose.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangli berkolaborasi dan bersinergi untuk pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi. Sinergi ini dilaksanakan pada High Level Meeting (HLM) Kabupaten Bangli pada 20 Juli 2023. HLM Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan […]

  • Begini Cara Dapatkan Keringanan Tagihan Listrik Bagi Pelanggan Rumah Tangga 450 VA dan 900 VA Subsidi

    Begini Cara Dapatkan Keringanan Tagihan Listrik Bagi Pelanggan Rumah Tangga 450 VA dan 900 VA Subsidi

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Jakarta, Kamis 02  Maret  2020     Begini Cara Dapatkan Keringanan Tagihan Listrik Bagi Pelanggan Rumah Tangga 450 VA dan 900 VA Subsidi   JAKARTA, INDEX  – Mendukung Kebijakan Presiden Joko Widodo terkait pembebasan biaya tarif listrik bagi konsumen rumah tangga 450 Volt Ampere (VA) dan pemberian keringanan tagihan 50% kepada konsumen rumah tangga bersubidi […]

expand_less