Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Desa Adat Gianyar Minta Perlindungan Hukum Polda Bali

Desa Adat Gianyar Minta Perlindungan Hukum Polda Bali

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 10 Feb 2021
  • visibility 291
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gianyar, Kamis  11  Februari  2021

 

Desa Adat Gianyar Minta Perlindungan Hukum Polda Bali

 

Pasar umum Gianyar dibangun diatas tanah yang masih dipersoalkan Desa Adat Gianyar

BALI,  indonesiaexpose.co.id  –  Pembangunan Pasar Umum Gianyar, seluas 1,927 hektare tersebut. memuncul permasalahan Tanah Pekarangan Desa. Desa Adat Gianyar kini meminta perlindungan hukum ke Polda Bali terkait permasalahan tanah tersebut.

Bendesa Adat Gianyar Dewa Made Swardana membenarkan jika Desa Adat Gianyar telah mengirimkan surat ke Polda Bali, Senin, 8 Februari 2021 yang ditandatangani dirinya selaku Bendesa Adat Gianyar.

“Surat permohonan perlindungan hukum ini langsung diserahkan pada Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, dua hari yang lalu,” ungkapnya Rabu (10/2/2021).

Surat tersebut juga ditembuskan kepada 13 pihak terkait. Diantaranya, Kementerian Agraria, Gubernur Bali, Pangdam Udayana, Ketua DPRD Bali hingga Bupati Gianyar dan Kantor Pertanahan Gianyar.

Ada 10 poin di surat itu. Terdiri dari riwayat pasar. Dimulai dari Pasar Tenten. Kemudian ada pergeseran 16 krama Gianyar untuk perluasan pasar. Pada poin 10, terindikasi ada upaya ingin menguasai menjadi aset pemerintah daerah atas tanah PKD Desa Adat Gianyar.

Menurutnya, perlindungan hukum itu dimohonkan atas dasar karena sebelum tanah tersebut menjadi Pasar Umum Gianyar, pada tahun 1947 warga yang sebelumnya berjualan di Pasar Tenten (sekarang menjadi Bale Budaya Gianyar), dipindahkan ke lokasi saat ini, dengan tujuan memperluas pasar.

Pemindahan itu terjadi saat pemerintahan swapraja Anak Agung Gde Agung dengan tujuan memperluas pasar, namun masih berstatus Pasar Adat. “Saat pindah ke lokasi saat ini, ada 16 KK yang dipindahkan oleh desa adat ke daerah Kampung Tinggi, warga itu diberikan tanah oleh Desa Adat Gianyar,” ujarnya.

Selanjutnya di tahun 1976-1977 saat pemerintahan Bupati Anak Agung Putra diperluas dengan mengambil lokasi di selatan pasar. Saat itu ada 10 KK dipindahkan ke Jalan Majapahit. Dan, dalam perjalanan waktu, pasar adat ini lantas dipinjam oleh Pemda Gianyar menjadi Pasar Gianyar. “Tanahnya milik adat, tapi bangunannya milik pemerintah,” imbuhnya.

Kemudian oleh Pemkab Gianyar, tanah adat tersebut dimasukkan ke dalam Kartu Inventaris Barang (KIB). Sedangkan semestinya yang masuk KIB hanya bangunannya saja.

“Tapi, tanah desa adat tersebut diklaim adalah tanah negara. Bupati dahulu kan tidak seperti itu. Karena ini tanah adat, makanya ada nota kesepahaman parkir senggol. Ada perjanjian, karena kita punya tanah PKD di sana, supaya ada rasa terimakasih Pemda pada desa adat, makanya diberikan nota kesepahaman pendapatan parkir senggol pembagiannya 65 persen untuk desa adat,” paparnya.

Bahkan, kata dia, permintaan Ketua Bappeda Gianyar untuk acara Ngaruak Karang kepada Bendesa Adat Gianyar selaku pemilik tanah, adalah sebuah pernyataan dan pengakuan bahwa tanah dalam pasar dimaksud adalah tanah PKD atau tanah Druwen Desa Adat Gianyar.

Dan, saat ini Desa Adat Gianyar hendak mengikuti program Presiden Jokowi, yakni Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dengan objek tanah Pasar Umum Gianyar. Namun pada saat yang sama, Pemda justru mengajukan permohonan hak guna pakai atas tanah itu, sehingga pihaknya melayangkan permohonan perlindungan hukum ke Polda Bali.

“Karena ini adalah permohonan dalam satu lokasi, jadi kami tidak bisa melaksanakan PTSL. Kita desa adat sudah bersurat ke BPN, merasa keberatan atas permohonan dari Pemda itu,” sebutnya.

Semestinya, jika memang akan dimohonkan hak guna pakai, desa adat harus dibiarkan mensertifikatkan tanah itu terlebih dulu. “Nanti kalau misalnya Pemda ingin mengajukan hak guna pakai tanah desa adat itu, harus berbicara dulu dengan desa adat,” tukasnya.

Atas permasalahan tersebut, pihaknya menilai Pemda tidak mengerti sejarah. Mereka justru menglaim tanah tersebut milik puri, dan tidak mau mencabut permohonan tersebut.

“Klaim itu bisa dipatahkan, kalau itu dikatakan Pasar Puri, dahulu Puri itu keratonnya di Kelurahan Beng. Tahun 1771, keraton pindah ke Gianyar. Sebelum pindah ke Gianyar ini, di Gianyar sudah ada masyarakat adat,” jelasnya.

Maka dari itu, pihaknya pun akan terus memperjuangkan tanah tersebut. Namun jika memungkinkan, pihaknya tetap ingin menyelesaikan permasalahan tersebut secara damai dengan musyawarah dan mufakat. Sehingga pihaknya memohon perlindungan hukum ke Polda Bali, agar dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut.

“Desa adat sudah mengalah. Malahan desa adat mengapresiasi pembangunan pasar itu. Pakai saja tanah desa adat itu, tapi berikan kami mensertifikatkan, sebab kami ingin melaksanakan program Presiden Jokowi,” pungkasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gianyar Luh Eka Suary, belum bisa berkomentar soal surat desa adat ke Polda Bali tersebut. “Saya masih rapat,” ujarnya singkat.

Sementara itu, proyek pembangunan pasar umum Gianyar yang ditangani Tunas Jaya Sanur terus dilakukan. Bahkan, tampak tiang pancang sudah berdiri.

(072)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolda Jabar Pimpin Kenaikan Pangkat 519 Anggota Polri di Mapolda Jabar

    Kapolda Jabar Pimpin Kenaikan Pangkat 519 Anggota Polri di Mapolda Jabar

    • calendar_month Senin, 30 Des 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Bandung, Senin  30  Desember  2019   Kapolda Jabar Pimpin Kenaikan Pangkat 519 Anggota Polri di Mapolda Jabar   Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Rudy Sufahriadi saat mengucapkan Selamat kepada Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan yang mendapat kenaikan pangkat berlangsung di Mapolda Jabar Senin (30/12/2019) ( Foto : Ist/indonesiaexpose.co.id)   Jawa Barat,INDEX – Kepala kepolisian […]

    • calendar_month Jumat, 18 Nov 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Bali, Jumat 18  November  2022

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Bali,  Senin  22  Desember 2025 Renungan  JOGER

  • Alumni Akpol Angkatan 93 Berbagi, Ribuan Baksos Sembako Untuk Warga Terdampak Covid-19

    Alumni Akpol Angkatan 93 Berbagi, Ribuan Baksos Sembako Untuk Warga Terdampak Covid-19

    • calendar_month Jumat, 20 Agt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Bandung, Jumat  20  Agustus  2021   Alumni Akpol Angkatan 93 Berbagi, Ribuan Baksos Sembako Untuk Warga Terdampak Covid-19   Jawa Barat,indonesiaexpose.co.id –  Berangkat dari tugas Pokok Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, alumni Akpol angkatan 93 Batalyon Pesat Gatra menggelar bakti sosial dengan membagikan kurang lebih 2000 paket sembako untuk warga terdampak Covid-19 di […]

  • Bantu Masyarakat Miskin,  Pemkot Denpasar  Anggarkan 20 Unit Bantuan RLH Di  2025.

    Bantu Masyarakat Miskin,  Pemkot Denpasar  Anggarkan 20 Unit Bantuan RLH Di  2025.

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  15  Januari 2024 Bantu Masyarakat Miskin,  Pemkot Denpasar  Anggarkan 20 Unit Bantuan RLH Di  2025.    Penyerahan Bantuan Rumah Layak Huni oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara pada Tahun 2024 lalu. Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Pemerintah Kota Denpasar dibawah kepemimpinan Walikota I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Wakil Walikota I Kadek Agus […]

    • calendar_month Kamis, 7 Apr 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat 08  April  2022   Jaya Negara Terima Kunjungan Menteri PPN Suharso Manoarfa di TPS3R Sekar Tanjung. Siap Bersinergi Pusat – Daerah Wujudkan Penanganan Sampah Terintegrasi di Kota Denpasar   Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menerima kunjungan kerja Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Manoarfa didampingi Gubernur Bali, Wayan Koster […]

expand_less