Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Sejarah untuk Apa, Sejarah untuk Siapa?

Sejarah untuk Apa, Sejarah untuk Siapa?

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
  • visibility 55
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Jumat  11  Juli  2025

Sejarah untuk Apa, Sejarah untuk Siapa?

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Ada ungkapan yang tak pernah basi, bahwasanya sejarah ditulis oleh para pemenang. Para pemenang bukan saja memiliki peran sentral di masa kini, namun juga merasa punya hak untuk mengubah masa lalu, sesuai perspektif kekuasaan yang dimilikinya.

Munculnya polemik penulisan ulang sejarah Indonesia yang diprakarsai Oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, membuat Prajaniti Indonesia juga turut urun rembug dengan menghadirkan sejarawan Prof. Anhar Gonggong, Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi Prof. I Dewa Gede Palguna dan praktisi hukum Wayan Sudarmaja, SH, dalam Webinar Nasional bertajuk, Menulis Ulang Indonesia: Tinjauan Kritis dari Perspektif Hukum, Budaya, dan Politik.

Praktisi Hukum I Wayan Sudarmadja mengingatkan bahwa sejarah dalam konteks penulisannya memang tidak pernah sempurna, dan memang perlu disempurnakan, asal tidak dijadikan ajang untuk cuci tangan

Sedangkan sejarawan kondang Anhar Gonggong mengatakan, dia bukannya tidak setuju dengan penulisan ulang sejarah, namun waktu delapan bulan terlalu sempit untuk penulisan sejarah sebuah bangsa, setidaknya butuh dua tahun, dan perbedaan perspektif tidak harus membuat kita bertengkar dengan sesama anak bangsa.

Sementara itu, Dewa Palguna, cendikiawan multi talenta, dari sastra dan teater, serta beberapa hari lalu ikut menjadi tim penguji dalam ujian tertutup Ilmu Agama di UHN I Gusti Bagus Sugriwa, mengatakan bahwa sejarah bukan saja menyangkut masa lalu, namun juga menyangkut bagaimana kita menafsirkan masa lalu tersebut. Seperti halnya sebuah karya jurnalistik, fakta bisa sama, tapi tafsir bisa berbeda.

Sejarah untuk Apa?
Ditemui di Kampus UHN I Gusti Bagus Sugriwa saat mengurus administrasi untuk ujian tertutup, Shri Sarvananda Dharma mengatakan ungkapan favouritnya, bahwa sebuah kebenaran bukan saja cuma harus terbukti, namun harus pula teruji oleh waktu.
“Dalam perjalanan waktu, apa yang kita anggap benar di masa lalu bisa saja menjadi sebuah ketidakbenaran. Untuk kebenaran yang tidak terlalu prinsipil tentang sejarah, kita bisa saja melakukan revisi seperlunya terhadap kekeliruan yang ada, tanpa mengubahnya secara total. Dengan analogi sebuah bangunan, apakah kita perlu merobohkan sebuah bangunan hanya karena gentengnya yang bocor atau hanya karena interiornya sudah kita anggap tidak trendy lagi? Celakanya lagi, dalam konteks berbangsa, jika kita mau mengubah fondasi lama dengan fondasi baru yang tidak sesuai dengan budaya bangsa dan menggantikannya dengan budaya asing,” katanya.

Sejarah untuk Siapa?
Beberapa pihak menduga bahwa ide ulang penulisan sejarah, dikaitkan dengan upaya cuci tangan atas peran seorang Prabowo Subianto dalam Kerusuhan Mei 1998, walaupun Shri Sarvananda merasa idenya bukan dari Prabowo sendiri.
Sebagai pengagum Prabowo, Shri Sarvananda menduga ini semacam upaya Membuat Bapak Senang (MBS) yang masih saudara sepupu ABS (Asal Bapak Senang). Bukan inisistif Sang Jenderal. Beliau terlalu sibuk dengan hal yang lebih penting menyangkut urusan negara dan bangsa. Menurut pemahamannya dari buku trilogi biografi Adnan Buyung Nasution: Pergulatan Tanpa Henti, dia melihat Sang Jenderal adalah korban politik masa lalu, dimana di mata masyarakat kala itu, Prabowo dianggap sebagai antek Cendana, sementara dari kacamata salah satu keluarga Cendana, ia justru dilabeli sebagai pengkhianat, menjatuhkan Soeharto. Tekanan dari dua sisi ini menjadi alasannya sering ke Yordania, menerima undangan sahabatnya untuk berbisnis, disamping tetap dihormati sebagai seorang jenderal oleh sahabatnya, sang putra mahkota kerajaan.
Dalam sebuah buku, Indonesia Jaya, Anand Krishna humanis spiritual, penulis hampir 200 buku dengan beragam tema, mengingatkan kita semua tentang peran sebuah sejarah, yakni untuk belajar dari masa lalu dan mengambil hikmah untuk tidak mengulang lagi kesalahan yang sama, sebab sebagaimana dikatakan oleh George Santayana, jika kita tidak belajar darinya maka sejarah yang sama akan terulang dan terulang kembali, sebagaimana Sanatana Dharma menyebutnya sebagai Samsara, pengulangan yang tiada habisnya. Barangkali pelakunya berbeda, settingnya tidak sama, tapi esensi atau substansinya 11-12: amuk massa. Dari Gerakan 30 September 1965, berreinkarnasi menjadi Kerusuhan Mei 1998 membutuhkan waktu tak lebih dari 33 tahun.

Belum lagi pengulangan-pengulangan kecil, namun membuat kita miris sebagai sebuah bangsa yang tidak pernah dewasa, menyangkut hubungan intern dan antar agama yang sampai saat ini masih belum menunjukkan wajah kita yang toleran, apalagi untuk mengapresiasi keyakinan saudara kita sebangsa dan setanah air. Padahal, sebagaimana sering diungkapan Guruji Anand Krishna, dengan toleran saja tidaklah cukup, belum cukup, karena masih menyisakan ego bahwa kita lebih baik, lebih hebat dari yang lain.

Dengan apresiasi berarti kita mengakui kesetaraan keyakinan saudara kita yang lain bahwasanya setiap keyakinan adalah menuju Dia yang Satu adanya. Bila perlu kita harus dengan bangga mengatakan: My Religion is not Better Than Yours. Beranikah kita?
The last but not least, Shri Sarvananda ingin mengingatkan kita semua dengan pesan dari Sang Guru yang telah menjadi teladannya selama 20 tahun lebih, untuk tetap berjalan di jalur Dharma dalam mewujudkan misi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony. Belajar dari sejarah, baru akan memberikan makna jika kita mampu menjadikan seluruh dunia sebagai sebuah keluarga besar: One Earth One Sky One Humankind, yang dalam Vedanta, ajaran terkuno umat manusia, disebut Vasudhaiva Kutumbakam.

(071)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa Adat di Gianyar Sambut Positif Kebijakan Pemkab Gianyar Memuliabiakan Ayam Bali

    Desa Adat di Gianyar Sambut Positif Kebijakan Pemkab Gianyar Memuliabiakan Ayam Bali

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Gianyar, Kamis 18  September  2025 Desa Adat di Gianyar Sambut Positif Kebijakan Pemkab Gianyar Memuliabiakan Ayam Bali     Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Langkah Pemerintah Kabupaten Gianyar mengembangbiakan atau memuliabiakan ayam Bali dalam 3 tahun ini mendapat sambutan positif dari Desa Adat di Gianyar. “Ini sebuah terobosan yang brilyan dari bapak Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra. […]

  • Kebijakan  WFH, PT Pegadaian Kanwil VII Provinsi  Bali   pastikan  layanan    tetap normal

    Kebijakan  WFH, PT Pegadaian Kanwil VII Provinsi  Bali   pastikan  layanan    tetap normal

    • calendar_month Senin, 15 Feb 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Denpasar,  Senin  15  Februari  2021   Kebijakan  WFH, PT Pegadaian Kanwil VII Provinsi  Bali   pastikan  layanan    tetap normal   Manajer Humas PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar, Made Mariawan   BALI,  indonesiaexpose.co.id  –  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian baru saja menerbitkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) 3/2021 tentang PPKM Mikro. Instruksi Mendagri ini mengubah aturan WFO dan WFH […]

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Minggu  19  April  2020

  • Wagub Sani : Keberadaan Pemerintah Harus Dirasakan Masyarakat

    Wagub Sani : Keberadaan Pemerintah Harus Dirasakan Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 20 Apr 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Sungai Penuh , Jumat  21  April  2023 Wagub Sani : Keberadaan Pemerintah Harus Dirasakan Masyarakat (Foto/ist)   Jambi,  indonesiaexpose.co.id   –   Wakil Gubernur (Wagub) Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pdi mengemukakan, selain untuk mempererat tali silaturahim, program Safari Ramadhan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jambi juga dalam rangka mengokohkan hubungan masyarakat dengan pemerintah. Keberadaan pemerintah harus bisa […]

  • Gubernur Koster Gerak Cepat Atasi Banjir Denpasar–Badung, Dana BTT Digelontorkan

    Gubernur Koster Gerak Cepat Atasi Banjir Denpasar–Badung, Dana BTT Digelontorkan

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  10 September 2025 Gubernur Koster Gerak Cepat Atasi Banjir Denpasar–Badung, Dana BTT Digelontorkan   Sejumlah titik banjir di Kota Denpasar, Rabu (10/9/2025).   Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Gubernur Bali Wayan Koster mengambil langkah cepat dan sistematis untuk menanggulangi banjir besar yang melanda Kota Denpasar, Kabupaten Badung, dan sejumlah wilayah lain. Banjir bandang yang dipicu […]

    • calendar_month Sabtu, 18 Feb 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Bangli, Sabtu 18 Februari 2023 Maknai Tumpek Krulut Sebagai Hari Kasih Sayang, Wabup Diar Serahkan Bantuan Sembako di Yayasan Gurukula.   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Dalam rangka menyambut hari Tumpek Krulut yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Krulut, Sabtu (18/2/23), yang dimaknai sebagai hari kasih sayang bagi umat Hindu, melalui Bagian Kesra Setda Kabupaten Bangli, Wakil Bupati […]

expand_less