Takbiran Berpotensi Bertepatan Nyepi, DPRD Bali Dorong Koordinasi Tokoh Agama
- account_circle 080
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 45
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar, Jumat 13 Maret 2026
Takbiran Berpotensi Bertepatan Nyepi, DPRD Bali Dorong Koordinasi Tokoh Agama

Komisi I DPRD Bali gelar RDP guna membahas kesiapan pengamanan dan ketertiban masyarakat di Bali, bertempat di Ruang Rapat Gabungan Lantai III Gedung DPRD Bali, Kamis, 12 Maret 2026 .
Bali, indonesiaexpose.co.id — Menjelang dua hari besar keagamaan yakni Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, DPRD Provinsi Bali menyoroti potensi bersamaan antara pelaksanaan Nyepi dengan Malam Takbiran. DPRD Bali pun meminta perhatian serius dari pemerintah pusat serta seluruh tokoh agama agar kedua momentum keagamaan ini tetap berlangsung dengan damai dan saling menghormati.
DPRD Provinsi Bali melalui Komisi I menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama unsur keamanan, tokoh agama, serta lembaga terkait di Gedung DPRD Bali, Denpasar.
Rapat ini membahas kesiapan pengamanan serta ketertiban masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 H yang diperkirakan meningkatkan mobilitas serta aktivitas masyarakat di Bali.
Ketua Komisi I DPRD Bali Fraksi PDIP I Nyoman Budiutama S.H menegaskan bahwa potensi bersamaan antara Malam Takbiran dan Hari Raya Nyepi perlu mendapat perhatian khusus karena menyangkut kesakralan tradisi Nyepi di Bali.
Selain itu, DPRD Bali juga mendorong adanya koordinasi intensif antara pemerintah, aparat keamanan, serta tokoh agama guna menjaga kerukunan antarumat beragama.
Bali sendiri merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang melaksanakan Nyepi secara menyeluruh melalui pelaksanaan Catur Brata Penyepian, sehingga kesakralannya perlu dijaga bersama.
Melalui RDP ini, DPRD Bali berharap solusi terbaik dapat ditemukan agar pelaksanaan dua momentum keagamaan tersebut tetap berjalan dengan khidmat tanpa menimbulkan gesekan di masyarakat.
“Kami berharap persoalan ini menjadi perhatian bersama secara nasional. Bali memiliki kekhususan dalam pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang dijalankan secara menyeluruh. Karena itu diperlukan koordinasi dan komunikasi yang baik antar tokoh agama serta pemerintah agar kedua perayaan ini tetap berjalan dengan penuh toleransi.”
DPRD Bali juga menegaskan pentingnya peran tokoh agama dan masyarakat dalam menjaga keharmonisan serta toleransi antarumat beragama di Bali, terutama ketika dua momentum keagamaan besar berpotensi berlangsung dalam waktu yang bersamaan.
(080)
- Penulis: 080
- Editor: putri
- Sumber: tim Index
