Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Akademisi Soroti KEK Kura-Kura Bali PT.BTID  : Pembangunan Bali Harus Sesuai Konsep  Tri Hita Karana 

Akademisi Soroti KEK Kura-Kura Bali PT.BTID  : Pembangunan Bali Harus Sesuai Konsep  Tri Hita Karana 

  • account_circle 080
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 405
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Rabu  20  Mei  2026

Akademisi Soroti KEK Kura-Kura Bali PT.BTID  : Pembangunan Bali Harus Sesuai Konsep  Tri Hita Karana

Akademisi Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa, Prof. Dr. I Gede Sutarya, SST.,

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id   — Polemik proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali di Pulau Serangan, Denpasar, kembali memantik perhatian publik. Di tengah sorotan terhadap persoalan lingkungan, tata ruang, hingga keberadaan pura yang disebut masuk dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) kawasan proyek, masyarakat kini mulai mempertanyakan arah keberpihakan politik sejumlah elite serta sikap Fraksi Golkar di Bali.

Perdebatan publik semakin menguat setelah beredarnya foto pertemuan sejumlah anggota DPRD Bali bersama Presiden Komisaris PT Bali Turtle Island Development (BTID), Tantowi Yahya. Foto tersebut viral di media sosial dan memunculkan berbagai reaksi masyarakat yang mempertanyakan posisi wakil rakyat di tengah kontroversi proyek strategis tersebut.
Publik menilai, di tengah berbagai keresahan masyarakat adat dan warga lokal terkait masa depan ruang hidup Bali, para wakil rakyat seharusnya menunjukkan keberpihakan yang jelas terhadap kepentingan masyarakat Bali, bukan justru terkesan lebih lunak terhadap kepentingan investor.

Menanggapi hal tersebut, Akademisi Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa, Prof. Dr. I Gede Sutarya, SST., menegaskan bahwa DPRD Bali, khususnya Fraksi Golkar, memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk menjaga ajeg Bali dalam jangka panjang, sejalan dengan visi pembangunan Bali 100 tahun ke depan yang selama ini digaungkan Pemerintah Provinsi Bali.

Menurut Prof. Sutarya, wakil rakyat semestinya membuktikan komitmennya terhadap nilai-nilai Tri Hita Karana sebagai dasar pembangunan Bali. Salah satu unsur penting dalam konsep tersebut adalah pawongan, yakni penguatan dan pemberdayaan masyarakat lokal sebagai subjek utama pembangunan.

Namun demikian, ia menilai model pemberdayaan masyarakat lokal belum terlihat secara nyata dalam proyek KEK Kura-Kura Bali yang dikelola PT BTID.

“Sebagai wakil rakyat harus membuktikan kinerjanya dengan berkomitmen pada Tri Hita Karana. Salah satu unsurnya adalah pawongan, yang dalam konteks kekinian berarti pemberdayaan masyarakat lokal. Model pemberdayaan itu sampai saat ini belum terlihat dalam proyek KEK Kura-Kura Bali,” tegas Prof. Sutarya.

Ia juga menyoroti lemahnya pola partisipasi masyarakat lokal dalam proses pembangunan kawasan tersebut. Menurutnya, jika masyarakat lokal hanya ditempatkan sebagai pelengkap, maka dampak sosial dan budaya yang muncul di masa depan berpotensi meminggirkan masyarakat Bali sendiri dari tanah dan ruang hidupnya.

“Jika peran masyarakat lokal kecil, maka harapan untuk mendapatkan kontribusi juga kecil. Karena itu pembangunan apa pun di Bali harus memberikan ruang besar bagi masyarakat lokal agar manfaatnya juga kembali kepada masyarakat Bali,” ujar Akademisi Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa, Prof. Dr. I Gede Sutarya, SST.,

 

Lebih lanjut, Prof. Sutarya mengingatkan bahwa pembangunan yang mengabaikan keseimbangan hubungan manusia, lingkungan, dan nilai kesucian budaya Bali akan berisiko melemahkan aspek parahyangan dalam konsep Tri Hita Karana.
Ia menegaskan bahwa kesucian Bali tidak semata-mata simbolik, melainkan lahir dari harmonisasi nyata antara manusia, budaya, dan lingkungan hidup yang dijaga secara kolektif oleh masyarakat adat Bali.

Pernyataan tersebut memperkuat kekhawatiran publik bahwa pembangunan berbasis investasi besar tanpa pelibatan kuat masyarakat lokal dapat menggeser identitas Bali secara perlahan.

“Bali tidak lagi hanya dihuni oleh umat dan masyarakat adatnya, tetapi juga oleh mereka yang datang membawa modal dan ambisi, membeli tanah, membangun imperium pribadi, lalu perlahan mendikte arah budaya lokal,” demikian menjadi refleksi kritis yang kini ramai diperbincangkan di tengah polemik KEK Kura-Kura Bali.

Di tengah situasi ini, masyarakat sipil, akademisi, dan kelompok adat mendorong agar seluruh proses pembangunan strategis di Bali tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan, transparansi, perlindungan ruang suci, serta keberpihakan nyata terhadap masyarakat lokal sebagai pemilik utama kebudayaan Bali.

(080/071)

  • Penulis: 080
  • Editor: Siregar
  • Sumber: tim Index

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Terima Vaksinasi Covid -19,  Lebih Dari 10.500 Pegawai di Seluruh Indonesia Telah Mendapatkan Vaksinasi Covid-19

    PLN Terima Vaksinasi Covid -19,  Lebih Dari 10.500 Pegawai di Seluruh Indonesia Telah Mendapatkan Vaksinasi Covid-19

    • calendar_month Sabtu, 13 Mar 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Jakarta,  Sabtu  14  Maret  2021   PLN Terima Vaksinasi Covid -19,  Lebih Dari 10.500 Pegawai di Seluruh Indonesia Telah Mendapatkan Vaksinasi Covid-19   Salah satu pegawai PLN saat menerima vaksinasi, di Jakarta ,Sabtu (13/3/2021)(Foto/Ist) Jakarta, indonesiaexpose.co.id   – Sebagai perusahaan layanan publik yang harus tetap beroperasi di tengah pandemi Covid-19 dan demi terus memberikan layanan terbaik […]

  • Pelaksanaan Rapid Test Di Banjar Cemara Agung Desa Tegal Harum, Hasilnya Semua Non Reaktif

    Pelaksanaan Rapid Test Di Banjar Cemara Agung Desa Tegal Harum, Hasilnya Semua Non Reaktif

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin  22  Juni  2020   Pelaksanaan Rapid Test Di Banjar Cemara Agung Desa Tegal Harum, Hasilnya Semua Non Reaktif   Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra saat meninjau langsung kegiatan rapid test yang dilakukan di lingkungan Di Banjar Cemara Agung, Desa Tegal Harum, pada Senin (22/6/2020). BALI, INDEX Dalam upaya mendukung perceptan penanganan Covid-19 […]

  • Cegah Virus Corona di Lingkungan Kerja, XL Axiata Terapkan Aturan Ketat

    Cegah Virus Corona di Lingkungan Kerja, XL Axiata Terapkan Aturan Ketat

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Jakarta,  Rabu 11  Maret  2020     Cegah Virus Corona di Lingkungan Kerja, XL Axiata Terapkan Aturan Ketat Petugas pengamanan melakukan pengecekan suhu tubuh Direktur-Chief Information and Digital Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya di XL Axiata Tower, Rabu (11/3/2020).   ” Guna mencegah penyebaran virus Corona di lingkungan kerja, XL Axiata terus memperketat lingkungan […]

  • Team Asistensi Korbinmas Baharkam Polri Kunjungi Pos PPKM Kelurahan Ubud.

    Team Asistensi Korbinmas Baharkam Polri Kunjungi Pos PPKM Kelurahan Ubud.

    • calendar_month Kamis, 26 Agt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Gianyar, Kamis  26  Agustus  2021   Team Asistensi Korbinmas Baharkam Polri Kunjungi Pos PPKM Kelurahan Ubud.   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Guna mengecek pelaksanaan kegiatan di Posko PPKM Kelurahan Ubud, dan memberikan arahan dan penekanan pelaksanaan pencegahan penyebaran Covid19 di wilayah Ubud. Terutama menghimbau warga dalam meningkatkan disiplin prokes Covid – 19, peningkatan tracing dan testing […]

  • Polemik Penarikan Golkar dari Pansus TRAP : Demer Akan Dipanggil 

    Polemik Penarikan Golkar dari Pansus TRAP : Demer Akan Dipanggil 

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle 080
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu 22  Juli  2026 Polemik Penarikan Golkar dari Pansus TRAP : Demer Akan Dipanggil     Bali,  indonesiaexpose.co.id  — Polemik penarikan anggota Fraksi Partai Golkar dari Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali kini memasuki babak baru yang semakin panas. Dalam rapat , pimpinan DPRD Bali  akan memanggil Ketua […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Jumat, 14 Jan 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Bali, Sabtu  15  Januari 2022   Renungan  JOGER  

expand_less