Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Akademisi Soroti KEK Kura-Kura Bali PT.BTID  : Pembangunan Bali Harus Sesuai Konsep  Tri Hita Karana 

Akademisi Soroti KEK Kura-Kura Bali PT.BTID  : Pembangunan Bali Harus Sesuai Konsep  Tri Hita Karana 

  • account_circle 080
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 78
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Rabu  20  Mei  2026

Akademisi Soroti KEK Kura-Kura Bali PT.BTID  : Pembangunan Bali Harus Sesuai Konsep  Tri Hita Karana

Akademisi Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa, Prof. Dr. I Gede Sutarya, SST.,

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id   — Polemik proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali di Pulau Serangan, Denpasar, kembali memantik perhatian publik. Di tengah sorotan terhadap persoalan lingkungan, tata ruang, hingga keberadaan pura yang disebut masuk dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) kawasan proyek, masyarakat kini mulai mempertanyakan arah keberpihakan politik sejumlah elite serta sikap Fraksi Golkar di Bali.

Perdebatan publik semakin menguat setelah beredarnya foto pertemuan sejumlah anggota DPRD Bali bersama Presiden Komisaris PT Bali Turtle Island Development (BTID), Tantowi Yahya. Foto tersebut viral di media sosial dan memunculkan berbagai reaksi masyarakat yang mempertanyakan posisi wakil rakyat di tengah kontroversi proyek strategis tersebut.
Publik menilai, di tengah berbagai keresahan masyarakat adat dan warga lokal terkait masa depan ruang hidup Bali, para wakil rakyat seharusnya menunjukkan keberpihakan yang jelas terhadap kepentingan masyarakat Bali, bukan justru terkesan lebih lunak terhadap kepentingan investor.

Menanggapi hal tersebut, Akademisi Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa, Prof. Dr. I Gede Sutarya, SST., menegaskan bahwa DPRD Bali, khususnya Fraksi Golkar, memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk menjaga ajeg Bali dalam jangka panjang, sejalan dengan visi pembangunan Bali 100 tahun ke depan yang selama ini digaungkan Pemerintah Provinsi Bali.

Menurut Prof. Sutarya, wakil rakyat semestinya membuktikan komitmennya terhadap nilai-nilai Tri Hita Karana sebagai dasar pembangunan Bali. Salah satu unsur penting dalam konsep tersebut adalah pawongan, yakni penguatan dan pemberdayaan masyarakat lokal sebagai subjek utama pembangunan.

Namun demikian, ia menilai model pemberdayaan masyarakat lokal belum terlihat secara nyata dalam proyek KEK Kura-Kura Bali yang dikelola PT BTID.

“Sebagai wakil rakyat harus membuktikan kinerjanya dengan berkomitmen pada Tri Hita Karana. Salah satu unsurnya adalah pawongan, yang dalam konteks kekinian berarti pemberdayaan masyarakat lokal. Model pemberdayaan itu sampai saat ini belum terlihat dalam proyek KEK Kura-Kura Bali,” tegas Prof. Sutarya.

Ia juga menyoroti lemahnya pola partisipasi masyarakat lokal dalam proses pembangunan kawasan tersebut. Menurutnya, jika masyarakat lokal hanya ditempatkan sebagai pelengkap, maka dampak sosial dan budaya yang muncul di masa depan berpotensi meminggirkan masyarakat Bali sendiri dari tanah dan ruang hidupnya.

“Jika peran masyarakat lokal kecil, maka harapan untuk mendapatkan kontribusi juga kecil. Karena itu pembangunan apa pun di Bali harus memberikan ruang besar bagi masyarakat lokal agar manfaatnya juga kembali kepada masyarakat Bali,” ujar Akademisi Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa, Prof. Dr. I Gede Sutarya, SST.,

 

Lebih lanjut, Prof. Sutarya mengingatkan bahwa pembangunan yang mengabaikan keseimbangan hubungan manusia, lingkungan, dan nilai kesucian budaya Bali akan berisiko melemahkan aspek parahyangan dalam konsep Tri Hita Karana.
Ia menegaskan bahwa kesucian Bali tidak semata-mata simbolik, melainkan lahir dari harmonisasi nyata antara manusia, budaya, dan lingkungan hidup yang dijaga secara kolektif oleh masyarakat adat Bali.

Pernyataan tersebut memperkuat kekhawatiran publik bahwa pembangunan berbasis investasi besar tanpa pelibatan kuat masyarakat lokal dapat menggeser identitas Bali secara perlahan.

“Bali tidak lagi hanya dihuni oleh umat dan masyarakat adatnya, tetapi juga oleh mereka yang datang membawa modal dan ambisi, membeli tanah, membangun imperium pribadi, lalu perlahan mendikte arah budaya lokal,” demikian menjadi refleksi kritis yang kini ramai diperbincangkan di tengah polemik KEK Kura-Kura Bali.

Di tengah situasi ini, masyarakat sipil, akademisi, dan kelompok adat mendorong agar seluruh proses pembangunan strategis di Bali tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan, transparansi, perlindungan ruang suci, serta keberpihakan nyata terhadap masyarakat lokal sebagai pemilik utama kebudayaan Bali.

(080/071)

  • Penulis: 080
  • Editor: Siregar
  • Sumber: tim Index

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usaha Sablon Batik Yang Sebabkan Pencemaran Sungai Badung Disegel Sat Pol PP Denpasar

    Usaha Sablon Batik Yang Sebabkan Pencemaran Sungai Badung Disegel Sat Pol PP Denpasar

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  29  November  2019   Usaha Sablon Batik Yang Sebabkan Pencemaran Sungai Badung Disegel Sat Pol PP Denpasar   Penyegelan Usaha Batik di Jalan Pulau Misol Kecamatan Denpasar Barat oleh Sat Pol PP Kota Denpasar, Kamis (28/11).   BALI,  INDEX  –  Setelah terbukti melakukan pelangaran pembuangan limbah tekstil ke Sungai Badung, Usaha Sablon Batik […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Bali, Jumat  28  Pebruari  2020   Renungan  JOGER  

  • Update Covid-19 Kota Denpasar, Kasus Sembuh Bertambah 30 Orang

    Update Covid-19 Kota Denpasar, Kasus Sembuh Bertambah 30 Orang

    • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa 27 April 2021   Update Covid-19 Kota Denpasar, Kasus Sembuh Bertambah 30 Orang   Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai   Bali, indonesiaexpose.co.id – Meski kasus sembuh secara konsisten terus bertambah, penambahan kasus positif Covid-19 masih terjadi. Berdasarkan data resmi Selasa (27/4) pasien sembuh Covid-19 di Kota Denpasar […]

  • Wakil Bupati Wayan Diar Kukuhkan Kepengurusan DPC IWAPI Kabupaten Bangli

    Wakil Bupati Wayan Diar Kukuhkan Kepengurusan DPC IWAPI Kabupaten Bangli

    • calendar_month Jumat, 6 Mei 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Bangli, Jumat 06 Mei 2022   Wakil Bupati Wayan Diar Kukuhkan Kepengurusan DPC IWAPI Kabupaten Bangli     Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar,S.St.Par. menghadiri pengukuhan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Bangli bertempat di Ruang Rapat Krisna Setda Kabupaten Bangli , Jumat (6/5/2022). Dalam kesempatan tersebut hadir Sekretaris IWAPI Bali Ni […]

  • Kemenko UKM Teten, Fasilitasi Pengusaha Kuliner Masuk Marketplace dan LKPP

    Kemenko UKM Teten, Fasilitasi Pengusaha Kuliner Masuk Marketplace dan LKPP

    • calendar_month Minggu, 9 Mei 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Jakarta, Minggu 9 Mei 2021   Kemenko UKM Teten, Fasilitasi Pengusaha Kuliner Masuk Marketplace dan LKPP   Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduku Acara Sinergi Untuk Penguatan Usaha Mikro Berdaya Saing di Jakarta. Foto. Dok. Kemenkop UKM Jakarta, indonesiaexpose.co.id – Kementerian Koperasi dan UKM telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Bali, Sabtu  24   Mei 2025 Renungan  Joger

expand_less