Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » Perludem: KPU mesti buka pintu untuk KPK “bersih-bersih”

Perludem: KPU mesti buka pintu untuk KPK “bersih-bersih”

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 9 Jan 2020
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Kamis  9 Januari 2020

 

Perludem: KPU mesti buka pintu untuk KPK “bersih-bersih”

Ketua KPU Arief Budiman (kedua kanan) didampingi Komisioner Ilham Saputa (kanan), Pramono Ubaid Tantowi (kedua kiri) dan Hasyim Asyari (kiri) memberikan keterangan pers usai mendatangi gedung KPK terkait penangkapan komisioner KPU Wahyu Setiawan, di Jakarta, Rabu (8/1/2020). Ketua KPU dalam keterangannya tidak bisa memastikan sangkut paut posisi Wahyu Setiawan sebagai Komisioner bidang sosialisasi dan partisipasi masyarakat dengan penangkapannya oleh penyidik KPK. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/ama.

 

JAKARTA,  INDEX   – Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini menyarankan agar KPU membuka lebar pintu bagi KPK untuk “bersih-bersih” menuntaskan kasus korupsi yang mungkin ada di tubuh institusi penyelenggara pemilu itu pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) atas komisionernya.

 

“KPU harus terbuka dan sangat kooperatif bekerjasama dengan KPK untuk membongkar kasus ini sampai ke dasarnya, apakah ada keterlibatan lain atau pemainan tunggal saja,” kata Titi di Jakarta, Kamis (09/1///2020).

 

Sikap terbuka ini kata dia sangat diperlukan agar publik juga tahu sejauh mana sebenarnya integritas KPU sebagai lembaga dan kembali meyakinkan masyarakat bahwa perilaku koruptif yang baru saja diungkap KPK tersebut hanya perbuatan oknum saja.

 

“Yang harus dijaga oleh KPU saat ini adalah kepercayaan publik terhadap institusi KPU apalagi di depan ini ada agenda politik yang sangat besar yang harus diselenggarakan KPU,” kata dia.

Kalau tidak terbuka, maka kejadian dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret salah satu komisioner KPU tersebut ke depannya akan berimbas negatif yakni jadi bahan pihak-pihak tertentu untuk menyerang KPU atas ketidakpuasan penyelenggaraan pemilu.

 

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap salah seorang komisioner Komisi Pemilihan Umum RI yaitu Wahyu Setiawan pada Rabu 8 Januari 2020.

 

“Benar. Siapa saja yang diamankan dan dalam kaitan apa, serta berapa uang yang diamankan masih didalami penyidik,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menjawab pertanyaan Antara.

 

Saat dipastikan nama anggota Komisioner KPU tersebut, Alexander tidak membantah. “Informasi awalnya seperti itu,” katanya.

 

Ia mengatakan gelar perkara rencananya akan dilangsungkan pada Kamis (9/1) pukul 11.00 WIB.

 

Sementara itu Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar mengatakan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI terjadi pada Rabu siang. “Iya, siang tadi di KPU,” ucap Lili.

 

Ketua KPK Firli Bahuri juga membenarkan pihaknya telah melakukan OTT. “Kita melakukan penangkapan terhadap para pelaku yang sedang melakukan tindak pidana korupsi berupa suap. Kami masih bekerja,” kata Firli.

(ANT)

 

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Mataram, Jumat  26  November  2021

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Bali, Minggu  01 Juni  2025 Renungan  Joger  

  • KPK panggil tujuh saksi kasus proyek SPAM Kementerian PUPR

    KPK panggil tujuh saksi kasus proyek SPAM Kementerian PUPR

    • calendar_month Jumat, 15 Feb 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta ,Jumat 15 Februari 2019 KPK panggil tujuh saksi kasus proyek SPAM Kementerian PUPR Juru Bicara KPK Febri Diansyah.(Foto/Ist)     JAKARTA, INDEX – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tujuh saksi dalam penyidikan kasus suap pelaksanaan proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tahun Anggaran 2017-2018. Tujuh saksi itu dijadwalkan diperiksa untuk dua tersangka berbeda, […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Kamis, 7 Mar 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Bali,  Jumat  08  Maret  2024 Renungan  Joger

  • Langgar  Aturan.! BPN Bali Siap  Batalkan 106  Sertifikat

    Langgar  Aturan.! BPN Bali Siap  Batalkan 106  Sertifikat

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin  29  September  2025 Langgar  Aturan.! BPN Bali Siap  Batalkan 106  Sertifikat   Kawasan Tahura Bali   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –   Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali, menegaskan komitmen pihaknya untuk bekerja maksimal dalam menyelesaikan persoalan tata ruang, perizinan, dan aset yang selama ini menjadi sorotan publik. Hal ini di […]

    • calendar_month Selasa, 16 Agt 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  16  Agustus  2022   Sekda Alit Wiradana Resmikan Pembayaran Parkir dengan QRIS di Kota Denpasar     Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Bertepatan dengan HUT ke-18 Perumda Bhukti Praja Sewakadarma Kota Denpasar (PD Parkir), Sekda Kota Denpasar I.B Alit Wiradana meresmikan sistem pembayaran parkir melalui QRIS di Kantor Perumda Bukti Praja Sewaka Dharma ( PD […]

expand_less