Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Kementan Ajak Tokoh Masyarakat Bantu Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali dan NTT

Kementan Ajak Tokoh Masyarakat Bantu Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali dan NTT

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2020
  • visibility 106
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Minggu  08  Maret  2020

 

Kementan Ajak Tokoh Masyarakat Bantu Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali dan NTT

 

BALI,  INDEX  –  Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) memandang penting peran tokoh masyarakat, agama, dan adat dalam memberikan dukungan untuk program pengendalian penyakit hewan. Hal tersebut disampaikan Dirjen PKH, I Ketut Diarmita saat berdiskusi dengan para tokoh yang hadir dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Penyakit Babi Wilayah Bali dan NTT, (06/02/2020).

 

Menurutnya, selama ini pengendalian penyakit hewan lebih banyak mengandalkan aspek teknis saja, padahal aspek lain seperti sosial budaya dan dukungan politis tidak kalah pentingnya. Ia kemudian mengambil contoh pentingnya pelibatan tokoh yang dipercaya oleh masyarakat dalam pengendalian penyakit hewan.

 

“Saya berharap para tokoh masyarakat, agama, dan adat yang hadir khususnya dari Bali dan NTT dapat mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit yang saat ini mengakibatkan kematian babi di Bali dan NTT,”ungkap Ketut Diarmita kepada indonesiaexpose.co.id melalui siaran tertulisnya, Minggu (08/3/2020).

 

Ketut kemudian menjelaskan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, Ditjen PKH terus fokus dalam penanganan penyakit yang mengakibatkan kematian pada Babi. Kejadian tersebut berawal di Sumatera Utara pada akhir 2019, yang kemudian dinyatakan secara resmi sebagai wabah African Swine Fever (ASF).

 

Menurutnya, ASF merupakan penyakit yang sudah lama ada, diawali di Afrika pada tahun 1920-an, penyakit ini menyebar ke Eropa dan akhirnya dalam beberapa tahun terakhir masuk ke dan menyebar di Asia.

 

“Penyakit ASF ini sangat menular, dan sampai saat ini belum ada obat atau vaksinnya. Sekali ASF masuk ke suatu wilayah, sulit untuk diberantasnya. Oleh karenanya, sejak China dinyatakan wabah pada akhir tahun 2018, sebenarnya Indonesia sudah mempersiapkan diri menghadapi masuknya penyakit ini,” ujar Ketut.

 

Langkah-langkah yang telah dilakukan dari sejak wabah ASF terjadi di China, yakni membuat Surat Edaran kewaspadaan penyakit ASF, memberikan Bimtek dan Simulasi Penyakit ASF kepada petugas, melakukan sosialisasi secara langsung kepada petugas dan peternak, serta memberikan bahan sosialiasasi terkait ASF kepada dinas PKH di daerah.

 

“Kita juga telah siapkan bantuan desinfektan, sprayer, alat pelindung diri dan bahan pendukung lainnya, serta dana tambahan untuk pencegahan dan pengendalian ASF,” tambah Ketut.

 

Ditjen PKH juga telah berkoordinasi dan meminta Karantina Pertanian untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap barang bawaan penumpang pesawat atau kapal laut dari luar negeri yang membawa produk segar dan olahan babi, serta meminta stakeholder lain melakukan pengawasan penggunaan sisa-sisa makanan sebagai pakan babi (swill feed).

 

Ia menjelaskan bahwa selain pengendalian penyakitnya, pemerintah juga memikirkan jalan untuk pemulihan ekonomi bagi peternak dan pekerja di peternakan tersebut. Bagi peternak terdampak, telah diberikan bantuan penguburan atau pembakaran bangkai.

 

Ketut juga memberikan alternatif bagi pekerja yang terdampak kemungkinan fasilitasi pemberian bantuan ternak selain babi sebagai sumber penghidupan.

 

“Saat ini kita akan coba fasilitasi dengan pihak bank agar ada kebijakan yang meringankan peternak terkait kredit, pemberian kredit dengan bunga murah bagi peternak yang mau memulai usaha kembali, dan fasilitasi asuransinya,” ucapnya.

Perkembangan Kasus Kematian Babi

Ketut kemudian menyampaikan update tentang data kematian babi akibat ASF di Sumut yang saat ini mencapai 47.534 di 21 kabupaten/kota.

 

Ia menegaskan bahwa tanpa adanya pengetatan dan pengawasan lalu lintas hewan yang baik serta penerapan biosekuriti, sangat sulit membendung penyakit ASF ini.

 

“Belajar dari Sumut, dimana partisipasi masyarakat dalam program itu sangat penting, kita harapkan peran dan sumbangsih para tokoh masyarakat, agama, dan adat untuk dapat membantu memberikan pemahaman pada masyarakat terkait hal ini,” harapnya.

 

Lebih lanjut, Ketut juga menjelaskan tentang data kematian babi di NTT yang saat ini mencapai 3.299 di 6 kabupaten/kota. Berdasarkan pemeriksaan laboratorium yang menunjukan hasil positif ASF di Kabupaten Belu, Ia menduga bahwa kasus kematian babi di kabupaten/kota lain di NTT juga disebabkan oleh penyakit yang sama.

 

Sementara itu di Bali angka kematian babi akibat penyakit yang disebut peternak sebagai Grubug Babi yang dinyatakan pemerintah sebagai suspek ASF telah mencapai 2.804 di 8 kabupaten/kota.

 

“Ke depan, kita coba tingkatkan terus upaya-upaya pengendalian yang kita lakukan. Dengan adanya dukungan para tokoh, harapannya kerja kita nantinya bisa lebih efektif menekan kasus,” pungkasnya.

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pegadaian Gandeng KUMPUL.ID Ajak 50 UMKM Kintamani Ikut. Program Sahabat UMKM Untuk Kembangkan Usaha

    Pegadaian Gandeng KUMPUL.ID Ajak 50 UMKM Kintamani Ikut. Program Sahabat UMKM Untuk Kembangkan Usaha

    • calendar_month Rabu, 7 Des 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Bangli,  Kamis  08  Desember  2022 Pegadaian Gandeng KUMPUL.ID Ajak 50 UMKM Kintamani Ikut. Program Sahabat UMKM Untuk Kembangkan Usaha   Bali, indonesiaexpose.co.id   – PT Pegadaian bersama KUMPUL.ID berkolaborasi untuk menggerakkan ekosistem entrepreneurs Indonesia, dengan mengajak lebih dari 50 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengikuti program pelatihan Sahabat UMKM di Kintamani, Bali pada Sabtu […]

  • PLN Ajak Petani Modern Manfaatkan Listrik Untuk Tekan Biaya Produksi

    PLN Ajak Petani Modern Manfaatkan Listrik Untuk Tekan Biaya Produksi

    • calendar_month Rabu, 18 Agt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Buleleng, Kamis 19  Agustus  2021   PLN Ajak Petani Modern Manfaatkan Listrik Untuk Tekan Biaya Produksi   Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Menyambut 76 Tahun Indonesia merdeka, PLN mendorong layanan electrifying agriculture atau sambung listrik untuk para petani modern Bali. Dalam kunjungannya saat melakukan penyambungan ke pelanggan di sektor pertanian di Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng, Agus […]

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Tangerang, Senin 24  Agustus  2020    

  • Dit Lantas Polda Jabar Setujui Perubahan Trayek Angkutan Umum di Kawasan Sukajadi

    Dit Lantas Polda Jabar Setujui Perubahan Trayek Angkutan Umum di Kawasan Sukajadi

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Bandung,  Jumat  9  Agustus  2019   Dit Lantas Polda Jabar Setujui Perubahan Trayek Angkutan Umum di Kawasan Sukajadi Jawa Barat,INDEX –  Direktur lalu lintas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Muhamad Aris menghadiri rapat evaluasi pembahasan draft regulasi manajemen dan rekayasa lalu lintas kawasan Jalan Sukajadi, Kota Bandung. Acara berlangsung di ruang rapat Dinas Perhubungan Kota […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Bali,  Selasa  12  November  2019   Renungan  JOGER  

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Jakarta, Senin 30  Agustus  2021     Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  –  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutasi besar-besaran terhadap puluhan perwira dari perwira tinggi atau pati hingga perwira menengah atau pamen. Tercatat ada 15 jenderal yang dipindah untuk menempati jabatan barunya, salah satunya Brigjen Teddy Minahasa Putra yang kini menjabat sebagai Kapolda Sumatera Barat. Melalui siaran […]

expand_less