Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Kementan Ajak Tokoh Masyarakat Bantu Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali dan NTT

Kementan Ajak Tokoh Masyarakat Bantu Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali dan NTT

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2020
  • visibility 221
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Minggu  08  Maret  2020

 

Kementan Ajak Tokoh Masyarakat Bantu Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali dan NTT

 

BALI,  INDEX  –  Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) memandang penting peran tokoh masyarakat, agama, dan adat dalam memberikan dukungan untuk program pengendalian penyakit hewan. Hal tersebut disampaikan Dirjen PKH, I Ketut Diarmita saat berdiskusi dengan para tokoh yang hadir dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Penyakit Babi Wilayah Bali dan NTT, (06/02/2020).

 

Menurutnya, selama ini pengendalian penyakit hewan lebih banyak mengandalkan aspek teknis saja, padahal aspek lain seperti sosial budaya dan dukungan politis tidak kalah pentingnya. Ia kemudian mengambil contoh pentingnya pelibatan tokoh yang dipercaya oleh masyarakat dalam pengendalian penyakit hewan.

 

“Saya berharap para tokoh masyarakat, agama, dan adat yang hadir khususnya dari Bali dan NTT dapat mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit yang saat ini mengakibatkan kematian babi di Bali dan NTT,”ungkap Ketut Diarmita kepada indonesiaexpose.co.id melalui siaran tertulisnya, Minggu (08/3/2020).

 

Ketut kemudian menjelaskan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, Ditjen PKH terus fokus dalam penanganan penyakit yang mengakibatkan kematian pada Babi. Kejadian tersebut berawal di Sumatera Utara pada akhir 2019, yang kemudian dinyatakan secara resmi sebagai wabah African Swine Fever (ASF).

 

Menurutnya, ASF merupakan penyakit yang sudah lama ada, diawali di Afrika pada tahun 1920-an, penyakit ini menyebar ke Eropa dan akhirnya dalam beberapa tahun terakhir masuk ke dan menyebar di Asia.

 

“Penyakit ASF ini sangat menular, dan sampai saat ini belum ada obat atau vaksinnya. Sekali ASF masuk ke suatu wilayah, sulit untuk diberantasnya. Oleh karenanya, sejak China dinyatakan wabah pada akhir tahun 2018, sebenarnya Indonesia sudah mempersiapkan diri menghadapi masuknya penyakit ini,” ujar Ketut.

 

Langkah-langkah yang telah dilakukan dari sejak wabah ASF terjadi di China, yakni membuat Surat Edaran kewaspadaan penyakit ASF, memberikan Bimtek dan Simulasi Penyakit ASF kepada petugas, melakukan sosialisasi secara langsung kepada petugas dan peternak, serta memberikan bahan sosialiasasi terkait ASF kepada dinas PKH di daerah.

 

“Kita juga telah siapkan bantuan desinfektan, sprayer, alat pelindung diri dan bahan pendukung lainnya, serta dana tambahan untuk pencegahan dan pengendalian ASF,” tambah Ketut.

 

Ditjen PKH juga telah berkoordinasi dan meminta Karantina Pertanian untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap barang bawaan penumpang pesawat atau kapal laut dari luar negeri yang membawa produk segar dan olahan babi, serta meminta stakeholder lain melakukan pengawasan penggunaan sisa-sisa makanan sebagai pakan babi (swill feed).

 

Ia menjelaskan bahwa selain pengendalian penyakitnya, pemerintah juga memikirkan jalan untuk pemulihan ekonomi bagi peternak dan pekerja di peternakan tersebut. Bagi peternak terdampak, telah diberikan bantuan penguburan atau pembakaran bangkai.

 

Ketut juga memberikan alternatif bagi pekerja yang terdampak kemungkinan fasilitasi pemberian bantuan ternak selain babi sebagai sumber penghidupan.

 

“Saat ini kita akan coba fasilitasi dengan pihak bank agar ada kebijakan yang meringankan peternak terkait kredit, pemberian kredit dengan bunga murah bagi peternak yang mau memulai usaha kembali, dan fasilitasi asuransinya,” ucapnya.

Perkembangan Kasus Kematian Babi

Ketut kemudian menyampaikan update tentang data kematian babi akibat ASF di Sumut yang saat ini mencapai 47.534 di 21 kabupaten/kota.

 

Ia menegaskan bahwa tanpa adanya pengetatan dan pengawasan lalu lintas hewan yang baik serta penerapan biosekuriti, sangat sulit membendung penyakit ASF ini.

 

“Belajar dari Sumut, dimana partisipasi masyarakat dalam program itu sangat penting, kita harapkan peran dan sumbangsih para tokoh masyarakat, agama, dan adat untuk dapat membantu memberikan pemahaman pada masyarakat terkait hal ini,” harapnya.

 

Lebih lanjut, Ketut juga menjelaskan tentang data kematian babi di NTT yang saat ini mencapai 3.299 di 6 kabupaten/kota. Berdasarkan pemeriksaan laboratorium yang menunjukan hasil positif ASF di Kabupaten Belu, Ia menduga bahwa kasus kematian babi di kabupaten/kota lain di NTT juga disebabkan oleh penyakit yang sama.

 

Sementara itu di Bali angka kematian babi akibat penyakit yang disebut peternak sebagai Grubug Babi yang dinyatakan pemerintah sebagai suspek ASF telah mencapai 2.804 di 8 kabupaten/kota.

 

“Ke depan, kita coba tingkatkan terus upaya-upaya pengendalian yang kita lakukan. Dengan adanya dukungan para tokoh, harapannya kerja kita nantinya bisa lebih efektif menekan kasus,” pungkasnya.

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Cok Ace Apresiasi Terobosan STIKOM Bali

    Wagub Cok Ace Apresiasi Terobosan STIKOM Bali

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  12  Agustus  2020   Wagub Cok Ace Apresiasi Terobosan STIKOM Bali       BALI,  INDEX  –  Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengapresiasi terobosan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali dalam menjawab tantangan di dunia pendidikan. Apresiasi itu diutarakan Wagub Cok Ace saat menghadiri Launching Excellent Business […]

  • Presiden Minta MES Jadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi Syariah

    Presiden Minta MES Jadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Jakarta, Selasa  26  Oktober  2021   Presiden Minta MES Jadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi Syariah Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021 dan Peluncuran Logo Baru MES, Jumat (22/10/2021), di Istana Negara, Jakarta. (Sumber: Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)   Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  –  Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mendorong Masyarakat […]

  • Presiden Jokowi: Bumi Butuh Aksi Nyata, Bukan Retorika

    Presiden Jokowi: Bumi Butuh Aksi Nyata, Bukan Retorika

    • calendar_month Sabtu, 20 Mei 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Jepang, Sabtu  20  Mei  2023 Presiden Jokowi: Bumi Butuh Aksi Nyata, Bukan Retorika Presiden Joko Widodo menghadiri Sesi Kerja Mitra G7 yang membahas soal iklim, energi, dan lingkungan di Grand Prince Hotel Hiroshima, Jepang, pada Sabtu, 20 Mei 2023. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev Menurut Presiden, Indonesia telah meningkatkan target penurunan emisi sebesar 31,89 persen dengan […]

  • Jepara Angka Kemiskinan 6,09 persen (80.840 jiwa)

    Jepara Angka Kemiskinan 6,09 persen (80.840 jiwa)

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Jepara, Senin  21  Oktober  2024 Jepara Angka Kemiskinan 6,09 persen (80.840 jiwa)   Pj.  Bupati Jepara Edy Supriyanta, di acara rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan, di Gedung Shima, Senin (21/10/2024).(Foto/ist)   Jawa Tengah,  indonesiaexpose.co.id  – Untuk mengatasi kemiskinan, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, dan petinggi, diminta secara rutin melaporkan berbagai permasalahan sosial, seperti kemiskinan, kesehatan, […]

  • Kendalikan Inflasi , Pemkot Denpasar Siap Gelar Operasi Pasar  Tetap Jelang Hari Raya Nyepi dan Ramadhan

    Kendalikan Inflasi , Pemkot Denpasar Siap Gelar Operasi Pasar  Tetap Jelang Hari Raya Nyepi dan Ramadhan

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin 24  Pebruari  2025 Kendalikan Inflasi , Pemkot Denpasar Siap Gelar Operasi Pasar  Tetap Jelang Hari Raya Nyepi dan Ramadhan   Wawali, Arya Wibawa mengikuti Rapat Koordinasi pengendalian inflasi daerah secara virtual di ruang Rapat Wakil Walikota Denpasar, Senin (24/02/2025)   Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Menjelang Hari Raya Nyepi dan  Ramadhan, Pemkot Denpasar bersiap melaksanakan operasi […]

  • Update Covid-19 di Kota Denpasar, Kasus Sembuh Bertambah 18 Orang, Kasus Positif Bertambah 21 Orang dan 1 Pasien Meninggal Dunia

    Update Covid-19 di Kota Denpasar, Kasus Sembuh Bertambah 18 Orang, Kasus Positif Bertambah 21 Orang dan 1 Pasien Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 25 Apr 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Denpasar, Minggu 25 April 2021   Update Covid-19 di Kota Denpasar, Kasus Sembuh Bertambah 18 Orang, Kasus Positif Bertambah 21 Orang dan 1 Pasien Meninggal Dunia   Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai   Bali, indonesiaexpose.co.id – Berdasarkan data resmi pada Minggu (25/4) penambahan kasus sembuh Covid-19 di Kota Denpasar […]

expand_less