Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jawa Barat » Lima Arahan Terbaru Presiden Terkait Penanganan Pandemi Covid-19

Lima Arahan Terbaru Presiden Terkait Penanganan Pandemi Covid-19

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2020
  • visibility 98
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bogor, Selasa  05  Mei 2020

 

Lima Arahan Terbaru Presiden Terkait Penanganan Pandemi Covid-19

Presiden Joko Widodo menyampaikan sejumlah arahan terbaru terkait pandemi virus korona atau Covid-19 dalam rapat terbatas yang digelar melalui telekonferensi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 4 Mei 2020 (Foto/ist)

 

JABAR,  INDEX  –  Presiden Joko Widodo menyampaikan sejumlah arahan terbaru terkait pandemi virus korona atau Covid-19 dalam rapat terbatas yang digelar melalui telekonferensi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 4 Mei 2020. Arahan Presiden tersebut yaitu pertama terkait evaluasi penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang telah berlangsung di 4 provinsi dan 12 kabupaten/kota.

“Saya ingin memastikan bahwa ini betul-betul diterapkan secara ketat dan efektif dan saya melihat beberapa kabupaten dan kota telah melewati tahap pertama dan akan masuk ke tahap kedua. Ini perlu evaluasi, mana yang penerapannya terlalu over, terlalu kebablasan, dan mana yang masih kendur. Evaluasi ini penting sehingga kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan di kota/kabupaten maupun provinsi yang melakukan PSBB,” jelas Presiden melalui siaran resminya, Kamis (04/5/2020).

Kedua, Presiden meminta agar setiap daerah yang melakukan PSBB harus memiliki target-target yang terukur. Misalnya, berapa jumlah pengujian sampel dan tes PCR (polymerase chain reaction) yang telah dilakukan, apakah pelacakan yang agresif telah dikerjakan, serta berapa kontak yang telah ditelusuri setiap hari.

“Betul-betul ini harus dikerjakan. Kemudian juga apakah isolasi yang ketat juga dilakukan, karena saya melihat ada yang sudah positif saja masih bisa lari dari rumah sakit, yang PDP (pasien dalam pengawasan) masih beraktivitas ke sana ke mari. Kemudian juga apakah warga yang berisiko, yang manula (manusia usia lanjut), yang memiliki riwayat penyakit, riwayat komorbid (penyakit penyerta), ini sudah diproteksi betul. Evaluasi-evaluasi yang terukur seperti ini perlu dilakukan,” paparnya.

Ketiga, Kepala Negara meminta agar dilakukan monitor secara ketat terkait potensi penyebaran di beberapa klaster seperti klaster pekerja migran, klaster jemaah tablig, klaster Gowa, klaster rembesan pemudik, hingga klaster industri. Menurutnya, pengawasan klaster harus dilakukan secara baik guna mengantisipasi munculnya gelombang kedua.

“Kita lihat bahwa pekerja migran Indonesia, laporan yang saya terima, sudah 89 ribu (pekerja) yang sudah kembali dan akan bertambah lagi kemungkinan 16 ribu (pekerja), ini betul-betul harus ditangani, dikawal secara baik di lapangan sehingga jangan sampai muncul gelombang kedua. Yang lain juga klaster industri, kita harus memastikan industri-industri yang diizinkan beroperasi itu yang mana, harus dicek di lapangan, mereka melakukan protokol kesehatan secara ketat atau tidak,” ungkapnya.

Keempat, yang berkaitan dengan program jaring pengaman sosial yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), paket sembako, bantuan sosial (bansos), bantuan langsung tunai (BLT), hingga Dana Desa yang semuanya telah berjalan. Meski demikian, Presiden ingin agar seluruh program tersebut bisa sampai di tangan keluarga penerima secepatnya pada pekan ini.

Lebih lanjut, Presiden juga meminta Menteri Sosial Juliari P. Batubara, para gubernur, bupati, wali kota, camat, hingga kepala desa untuk turun langsung menyisir ke lapangan. Di samping itu, Presiden juga meminta agar para kepala daerah bisa fleksibel dalam mencari solusi bagi warga miskin yang belum mendapatkan bansos.

“Saya juga minta data penerima bansos dibuka secara transparan, siapa yang dapat, kriterianya apa, jenis bantuannya apa sehingga jelas, tidak menimbulkan kecurigaan-kecurigaan dan kita bisa melakukan segera, koreksi di lapangan. Tadi sudah saya sampaikan mengenai persoalan timing, betul-betul harus di-manage secara baik karena ada bantuan dari pusat, dari daerah, kemudian juga dari desa,” ujarnya.

“Yang terakhir, saya minta dibuat hotline untuk pengaduan sehingga apabila menemukan penyimpangan-penyimpangan, kita bisa ketahui secara cepat,” tandasnya.

(012)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Tabanan Ikuti Rakor Penanganan Covid-19 dengan Gubernur

    Bupati Tabanan Ikuti Rakor Penanganan Covid-19 dengan Gubernur

    • calendar_month Minggu, 19 Des 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Tabanan, Minggu 19  Desember 2021   Bupati Tabanan Ikuti Rakor Penanganan Covid-19 dengan Gubernur     Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, didampingi Sekda dan Kadiskes mengikuti Rapat Koordinasi penanganan Covid-19 dalam rangka Hari Natal dan menyambut Tahun Baru 2022 bersama Gubernur Bali di Gedung Jaya Sabha, Denpasar, Minggu, […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Minggu, 5 Nov 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Bali, Minggu 05 November 2023 Renungan  Joger  

  • Index

    Index

    • calendar_month Senin, 3 Jul 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Bali, Senin 03 Juli 2023  

  • KPPS di Jepara Diminta Lebih Mantap dan Profesional dalam Bekerja

    KPPS di Jepara Diminta Lebih Mantap dan Profesional dalam Bekerja

    • calendar_month Jumat, 16 Feb 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Jepara, Jumat 16  Februari  2024 KPPS di Jepara Diminta Lebih Mantap dan Profesional dalam Bekerja   (foto/ist)   Jawa  Tengah,  indonesiaexpose.co.id  – Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) diminta lebih mantap dan profesional dalam menjalankan tugasnya. Terlebih, setelah Simulasi Pemantapan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2024, yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara, […]

  • Kasus Covid 19 Terus Melandai, Kasus Aktif di Kota Denpasar Masih 39 Orang.

    Kasus Covid 19 Terus Melandai, Kasus Aktif di Kota Denpasar Masih 39 Orang.

    • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin 18 April 2022   Kasus Covid 19 Terus Melandai, Kasus Aktif di Kota Denpasar Masih 39 Orang.   Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Perkembangan kasus covid 19 di Kota Denpasar dalam beberapa bulan terkahir ini terus melandai. Kasus meninggal dunia dengan status terkonfirmasi […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Kamis, 29 Sep 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Bali, Jumat  30  September 2022 Renungan  JOGER  

expand_less