Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » OJK dan Kemendagri Komitmen Perkuat Peran Bank Pembangunan Daerah (BPD)

OJK dan Kemendagri Komitmen Perkuat Peran Bank Pembangunan Daerah (BPD)

  • account_circle Admin
  • calendar_month Senin, 4 Mar 2024
  • visibility 226
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Selasa  05  Februari  2024

OJK dan Kemendagri Komitmen Perkuat Peran Bank Pembangunan Daerah (BPD)

 

 

Jakarta, indonesiaexpose.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) berkomitmen untuk bersama memperkuat peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) agar lebih kontributif dalam mendorong pertumbuhan perekonomian di daerah melalui penguatan dan konsolidasi BPD.

Demikian kesimpulan Focus Group Discussion (FGD) dalam Penguatan dan Konsolidasi Bank Pembangunan Daerah, yang dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Suhajar Diantoro di Jakarta. Senin, (4/3/2024).

“OJK berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah. Kolaborasi dan sinergi akan terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan investment matching BPD dengan pengusaha untuk mengembangkan sektor potensial di daerah. Hal ini diharapkan dapat menopang perekonomian daerah,” kata Mahendra.

Lebih lanjut Mahendra menyampaikan bahwa pertumbuhan perekonomian di daerah akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional dan BPD memegang peranan penting untuk mendukung pertumbuhan perekonomian daerah.

“Untuk mendukung penguatan BPD dan perekonomian daerah maka OJK melakukan dua hal, yaitu penguatan dan konsolidasi BPD serta mewajibkan seluruh Kantor OJK di daerah untuk mengutamakan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di daerah wilayah kerja masing-masing,” ungkapnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebut bahwa penguatan permodalan menjadi salah satu langkah yang perlu untuk dilakukan. Peran serta pemerintah daerah sebagai pemegang saham pengendali (PSP) juga memegang peranan penting untuk memenuhi ketentuan pemenuhan modal inti yang diatur dalam POJK yang mewajibkan bank milik pemerintah daerah untuk memenuhi modal inti minimum (MIM) paling sedikit Rp3 triliun paling lambat 31 Desember 2024,” kata Dian.

Data per 31 Desember 2023, terdapat 105 bank umum termasuk 27 di antaranya adalah BPD (24 BPD konvensional dan 3 BPD syariah). Sampai saat ini terdapat 12 BPD yang belum memenuhi ketentuan dimaksud, dua di antaranya akan melakukan pemenuhan MIM melalui setoran modal mandiri dan 10 BPD akan melakukan konsolidasi dalam bentuk kelompok usaha bank (KUB).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Suhajar Diantoro menyatakan bahwa Kemendagri mendukung langkah OJK untuk melakukan penguatan BPD.

“BPD diharapkan dapat mengisi kekosongan akan kebutuhan permodalan masyarakat khususnya sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di daerah. Selain itu, BPD juga diharapkan mampu untuk menjangkau kebutuhan akses keuangan masyarakat di daerah yang masih terkendala dengan jarak (inklusi keuangan),” kata Suhajar.

Menurutnya, untuk mewujudkan BPD yang menjadi regional champion di daerah masing-masing dibutuhkan komitmen bersama dalam peningkatan permodalan BPD, sehingga akan terbentuk BPD yang kuat dan resilien.

“Kami mengimbau pemerintah daerah untuk ikut serta memenuhi ketentuan POJK 12 tahun 2020. Pemerintah daerah sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) dapat melakukan penyertaan modal pada BPD,” kata Suhajar.

Sebelumnya, OJK telah menerbitkan POJK Nomor 17 Tahun 2023 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum (POJK Tata Kelola). POJK ini menekankan pada prinsip tata kelola pada Bank dengan dukungan manajemen risiko dan kepatuhan yang terintegrasi untuk mendorong peningkatan kualitas pengelolaan bank yang sehat, berdasarkan prinsip kehatihatian dan beretika, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional.

Selain itu, POJK Tata Kelola juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing bank, mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, serta berkontribusi dalam penerapan tanggung jawab sosial dan lingkungan, dengan tetap memperhatikan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan.

POJK Tata Kelola ini juga sejalan dan sebagai tindak lanjut dari amanat pengaturan dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

Data OJK mencatatkan bahwa aset BPD terus tumbuh terhadap total aset perbankan nasional, dari 7,66 persen pada tahun 2016 menjadi 8,17 persen pada tahun 2023. Pada periode yang sama porsi kredit BPD juga tumbuh menjadi 8,44 persen dengan rasio NPL turun menjadi 2,10 persen lebih rendah 0,21 basis poin dibandingkan NPL perbankan nasional yang sebesar 2,31 persen.

(011)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Jumat, 7 Okt 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Badung, Sabtu  08  Oktober  2022   Jelang KTT G20, Menhub dan Gubernur Bali Tinjau Kesiapan Bandara I Gusti Ngurah Rai     Bali,  indonesiaexpose.co.id  – Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menerima kedatangan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Gubernur Provinsi Bali I Wayan Koster dalam agenda peninjauan kesiapan bandara jelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi G20 Bali […]

  • Renungan JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Kamis, 8 Jul 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Bali, Jumat 09 Juli 2021   Renungan JOGER    

  • Mantap, Tahun 2022 Laba Bersih Pegadaian Tumbuh 36%

    Mantap, Tahun 2022 Laba Bersih Pegadaian Tumbuh 36%

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Jakarta,  Sabtu  11  Februari  2023 Mantap, Tahun 2022 Laba Bersih Pegadaian Tumbuh 36%   Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan (foto/ist) Jakarta, indonesiaexpose.co.id   – PT Pegadaian mencatatkan kinerja menggembirakan pada tahun 2022 dengan mencetak laba bersih sebesar Rp 3,29 Triliun. Pencapaian ini tumbuh 36,17% dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp.2,42 triliun. Direktur Utama PT Pegadaian […]

  • Kapolda Jabar Bersama 350 Personel Brimob Polda Jabar Lakukan Donor Darah

    Kapolda Jabar Bersama 350 Personel Brimob Polda Jabar Lakukan Donor Darah

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Bandung,  Kamis  09  April  2020   Kapolda Jabar Bersama 350 Personel Brimob Polda Jabar Lakukan Donor Darah     JAWA  BARAT,  INDEX  –  Menyikapi stok darah di PMI yang semakin menipis dikarenakan Covid-19, Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Rudy Sufahriadi langsung memimpin pelaksanaan donor darah yang dilaksanakan di Mako Sat Brimob Polda Jabar di Cikeruh, […]

  • Tinjau Pasar Rakyat. Rai Mantra Apresiasi Penerapan Protokol Kesahatan Dengan Pemasangan Pembatas Plastik di Pasar Kertha Waringin Sari.

    Tinjau Pasar Rakyat. Rai Mantra Apresiasi Penerapan Protokol Kesahatan Dengan Pemasangan Pembatas Plastik di Pasar Kertha Waringin Sari.

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  23  Juni  2020   Tinjau Pasar Rakyat. Rai Mantra Apresiasi Penerapan Protokol Kesahatan Dengan Pemasangan Pembatas Plastik di Pasar Kertha Waringin Sari.     BALI,  INDEX  –  Upaya yang dilakukan oleh pengelola Pasar Rakyat Kertha Waringin Sari Desa Adat Anggabaya Penatih Denpasar Timur menarik perhatian Walikota Denpasar. Inisiatif dengan memasang tirai pembatas plastik […]

    • calendar_month Rabu, 12 Okt 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Bali,  Rabu  12  Oktober  2022  

expand_less