Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » Puan Ketua DPR RI : Pencurian Ikan Kembali Lagi di Natuna, Kedaulatan RI Harus Dijaga

Puan Ketua DPR RI : Pencurian Ikan Kembali Lagi di Natuna, Kedaulatan RI Harus Dijaga

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
  • visibility 52
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Selasa  29  April  2025

Puan Ketua DPR RI : Pencurian Ikan Kembali Lagi di Natuna, Kedaulatan RI Harus Dijaga

 

Ketua DPR RI Puan Maharani. Foto: Dok/vel (hms)

Jakarta, indonesiaexpose.co.id   – Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti aktivitas penangkapan ikan secara ilegal atau ilegal fishing yang kembali terjadi di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau. Ia mengatakan, kegiatan eksploitasi sumber daya laut dari pihak asing merupakan pelanggaran kedaulatan negara bagi Indonesia.

“Ini bukan sekadar soal pencurian ikan. Ini adalah pelanggaran terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kedaulatan negara Indonesia harus dijaga,” ujar Puan Maharani dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, (29/4/2025).

Seperti diketahui, kapal asal Vietnam kedapatan tengah mencuri ikan di perairan Indonesia saat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Badan Keamanan Laut (Bakamla) sedang menjalankan operasi terpadu di sekitar Kepulauan Natuna pada Senin, (14/4) lalu.

Kapal-kapal asing itu terpantau secara bebas menangkap ikan di wilayah Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia. Dua kapal dengan nama lambung 936 TS (135 GT) dan 5762 TS (150 GT) juga didapati mengoperasikan alat tangkap trawl atau pukat Harimau yang merusak ekosistem laut.

Puan menegaskan, penggunaan alat tangkap trawl dapat mengancam kondisi laut Indonesia. “Penggunaan alat tangkap trawl bukan hanya melanggar hukum Indonesia, tetapi juga menghancurkan ekosistem laut jangka panjang,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

“Terumbu karang rusak, habitat ikan musnah, dan regenerasi ekosistem laut terancam. Ini bukan kejahatan ekonomi semata, melainkan juga kejahatan ekologis,” sambung Puan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap kedua kapal, terdapat kurang lebih 4.500 kilogram muatan ikan campur serta 30 orang anak buah kapal berkewarganegaraan Vietnam.

KKP menyebut, kedua kapal ikan asing berbendera Vietnam tersebut diduga melanggar Pasal 92 jo Pasal 26 ayat (1), dan Pasal 85 jo Pasal 9 ayat (1), jo pasal 102 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004.

KKP juga memprediksi, kerugian negara akibat pencurian ikan oleh kapal asing itu mencapai Rp 152,8 miliar, yang dihitung dari hasil tangkapan ikan setelah terkena razia petugas.

Puan pun mendesak kementerian/lembaga terkait, khususnya KKP serta TNI AL untuk bersikap tegas menindak kapal asing yang masuk ke perairan Indonesia tanpa izin. Ia juga mendorong agar dukungan terhadap nelayan lokal semakin diperkuat, termasuk bantuan armada tangkap hingga jaminan pasar hasil tangkapannya.

“Nelayan Natuna selama ini sudah bertahan di tengah berbagai tekanan cuaca ekstrem, keterbatasan fasilitas, hingga minimnya subsidi bahan bakar. Kini mereka juga harus menghadapi kenyataan bahwa laut tempat mereka menggantungkan harapan justru dieksploitasi oleh kapal asing,” papar Puan.

Atas kejadian ini, mantan Menko PMK itu menilai diperlukan penguatan sistem pengawasan laut melalui teknologi satelit dan integrasi lintas institusi yang terdiri dari Bakamla, TNI AL, dan KKP. Menurut Puan, pemerintah tidak bisa lagi mengandalkan reaksi pasca kejadian tanpa adanya antisipasi.

“Pencegahan adalah kunci. Tidak bisa lagi kita menunggu kejadian serupa terulang lagi,” tegas cucu Bung Karno tersebut.

Di sisi lain, Puan juga mempertanyakan keamanan maritim terkait penetapan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) antara Indonesia dan negara lain. Ia menyebut, kehadiran militer Indonesia perlu diperkuat guna menghadapi potensi konflik sumber daya maupun lalu lintas kapal asing di wilayah ZEE.

Puan pun menekankan pentingnya tindakan tegas dan terkoordinasi antara berbagai lembaga pemerintah untuk menjaga kedaulatan Indonesia di perairan Natuna Utara.

“Kedaulatan harus ditegakkan melalui tindakan nyata, terutama di wilayah perbatasan yang rawan seperti Natuna,” tutup Puan.

(002)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Bali,  Rabu  12  Pebruari  2020   Renungan  JOGER  

    • calendar_month Senin, 12 Des 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin 12 Desember 2022 Pemkot Denpasar Serahkan Hibah dan BKK Tahun 2022   Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan Kota Denpasar memberikan bantuan Hibah dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada Desa Adat, Banjar Adat, sekaa teruna (ST) dan Subak di Denpasar tahun 2022 ini. Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa didampingi […]

  • Wakil Walikota Arya Wibawa Resmikan Gedung Baru LPD Desa Adat Panjer.

    Wakil Walikota Arya Wibawa Resmikan Gedung Baru LPD Desa Adat Panjer.

    • calendar_month Rabu, 23 Nov 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  23  November  2022 Wakil Walikota Arya Wibawa Resmikan Gedung Baru LPD Desa Adat Panjer.   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa hadiri upacara pemelaspas Gedung Baru LPD (Lembaga Perkreditan Desa) Panjer sekaligus peresmian yang ditandai dengan pengguntingan pita, Rabu (23/11/2022). Upacara ini juga dihadiri Sekda Kota Denpasar, IB Alit […]

  • OJK : Sektor Jasa Keuangan Nasional Mampu Hadapi Perlambatan Ekonomi Global

    OJK : Sektor Jasa Keuangan Nasional Mampu Hadapi Perlambatan Ekonomi Global

    • calendar_month Selasa, 9 Jan 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Jakarta, Selasa  09  Januari  2024 OJK : Sektor Jasa Keuangan Nasional Mampu Hadapi Perlambatan Ekonomi Global     Jakarta, indonesiaexpose.co.id  – Permodalan yang kuat likuiditas yang memadai, dan profil risiko yang terjaga menjadikan Stabilitas Sektor keuangan nasional tetap kokoh menghadapi potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 3 […]

  • I Made Supartha, SH., M.H., Ketua PansusTRAP DPRD Bali  Blusukan ke Pajarakan : Ungkap Dugaan Penyimpangan 700 Hektare Lahan Hutan, Tiga Villa dan Satu Resto Disegel!

    I Made Supartha, SH., M.H., Ketua PansusTRAP DPRD Bali  Blusukan ke Pajarakan : Ungkap Dugaan Penyimpangan 700 Hektare Lahan Hutan, Tiga Villa dan Satu Resto Disegel!

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 5.384
    • 0Komentar

    Buleleng, Selasa  14   Oktober 2025 I Made Supartha, SH., M.H., Ketua PansusTRAP DPRD Bali  Blusukan ke Pajarakan : Ungkap Dugaan Penyimpangan 700 Hektare Lahan Hutan, Tiga Villa dan Satu Resto Disegel!   Ketua Pansus TRAP DPRD Provinsi Bali, I Made Supartha, SH., M.H., turun langsung melakukan blusukan ke kawasan hutan di Desa Pajarakan, Kab.Buleleng,Bali, Senin […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Bali,  Kamis  29  Agustus  2019   Renungan  JOGER  

expand_less