Supartha: Tata Ruang Bali Harus Dijaga Bersama
- account_circle 080
- calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
- visibility 105
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar, Sabtu 11 April 2026
Supartha: Tata Ruang Bali Harus Dijaga Bersama

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali , Dr.(c) I Made Supartha, S.H.,M.H.,
Bali, indonesiaexpose.co.id — Isu tata ruang Bali kembali menjadi sorotan. Ketua Pansus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali, Dr.(c) I Made Supartha, S.H.,M.H., menegaskan bahwa menjaga tata ruang Bali tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata.
Pernyataan itu disampaikan Supartha dalam diskusi publik bersama akademisi yang digelar Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali, Sabtu (11/4/2026) di Denpasar. Ia menekankan perlunya kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga masa depan Pulau Dewata.
“Untuk menjaga tata ruang Bali harus dikerjakan bersama-sama. Menjaga Bali tidak bisa hanya dibebankan ke pemerintah saja. Kita sudah menyiapkan perda untuk 100 tahun ke depan,” tegas Supartha di hadapan peserta diskusi.
Ia juga menyoroti fenomena penguasaan lahan dalam skala besar oleh pihak luar yang dinilai berpotensi menggeser masyarakat lokal. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak.
“Ada tamu yang memiliki tanah sampai 80 hektare, sementara orang Bali justru menjadi tamu di daerah sendiri,” ungkapnya.
Supartha menilai, tanpa pengendalian tata ruang yang kuat dan konsisten, Bali berisiko kehilangan identitas serta keseimbangan sosial-budaya. Oleh karena itu, ia mengajak pemerintah, akademisi, masyarakat adat, hingga pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga arah pembangunan Bali.
Diskusi publik ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen kolektif dalam melindungi ruang hidup masyarakat Bali, sekaligus memastikan kebijakan tata ruang yang dirancang mampu menjaga keberlanjutan hingga satu abad ke depan.
(080)
- Penulis: 080
- Editor: putri
- Sumber: tim Index
