Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Kementan Ajak Tokoh Masyarakat Bantu Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali dan NTT

Kementan Ajak Tokoh Masyarakat Bantu Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali dan NTT

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2020
  • visibility 227
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Minggu  08  Maret  2020

 

Kementan Ajak Tokoh Masyarakat Bantu Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali dan NTT

 

BALI,  INDEX  –  Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) memandang penting peran tokoh masyarakat, agama, dan adat dalam memberikan dukungan untuk program pengendalian penyakit hewan. Hal tersebut disampaikan Dirjen PKH, I Ketut Diarmita saat berdiskusi dengan para tokoh yang hadir dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Penyakit Babi Wilayah Bali dan NTT, (06/02/2020).

 

Menurutnya, selama ini pengendalian penyakit hewan lebih banyak mengandalkan aspek teknis saja, padahal aspek lain seperti sosial budaya dan dukungan politis tidak kalah pentingnya. Ia kemudian mengambil contoh pentingnya pelibatan tokoh yang dipercaya oleh masyarakat dalam pengendalian penyakit hewan.

 

“Saya berharap para tokoh masyarakat, agama, dan adat yang hadir khususnya dari Bali dan NTT dapat mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit yang saat ini mengakibatkan kematian babi di Bali dan NTT,”ungkap Ketut Diarmita kepada indonesiaexpose.co.id melalui siaran tertulisnya, Minggu (08/3/2020).

 

Ketut kemudian menjelaskan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, Ditjen PKH terus fokus dalam penanganan penyakit yang mengakibatkan kematian pada Babi. Kejadian tersebut berawal di Sumatera Utara pada akhir 2019, yang kemudian dinyatakan secara resmi sebagai wabah African Swine Fever (ASF).

 

Menurutnya, ASF merupakan penyakit yang sudah lama ada, diawali di Afrika pada tahun 1920-an, penyakit ini menyebar ke Eropa dan akhirnya dalam beberapa tahun terakhir masuk ke dan menyebar di Asia.

 

“Penyakit ASF ini sangat menular, dan sampai saat ini belum ada obat atau vaksinnya. Sekali ASF masuk ke suatu wilayah, sulit untuk diberantasnya. Oleh karenanya, sejak China dinyatakan wabah pada akhir tahun 2018, sebenarnya Indonesia sudah mempersiapkan diri menghadapi masuknya penyakit ini,” ujar Ketut.

 

Langkah-langkah yang telah dilakukan dari sejak wabah ASF terjadi di China, yakni membuat Surat Edaran kewaspadaan penyakit ASF, memberikan Bimtek dan Simulasi Penyakit ASF kepada petugas, melakukan sosialisasi secara langsung kepada petugas dan peternak, serta memberikan bahan sosialiasasi terkait ASF kepada dinas PKH di daerah.

 

“Kita juga telah siapkan bantuan desinfektan, sprayer, alat pelindung diri dan bahan pendukung lainnya, serta dana tambahan untuk pencegahan dan pengendalian ASF,” tambah Ketut.

 

Ditjen PKH juga telah berkoordinasi dan meminta Karantina Pertanian untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap barang bawaan penumpang pesawat atau kapal laut dari luar negeri yang membawa produk segar dan olahan babi, serta meminta stakeholder lain melakukan pengawasan penggunaan sisa-sisa makanan sebagai pakan babi (swill feed).

 

Ia menjelaskan bahwa selain pengendalian penyakitnya, pemerintah juga memikirkan jalan untuk pemulihan ekonomi bagi peternak dan pekerja di peternakan tersebut. Bagi peternak terdampak, telah diberikan bantuan penguburan atau pembakaran bangkai.

 

Ketut juga memberikan alternatif bagi pekerja yang terdampak kemungkinan fasilitasi pemberian bantuan ternak selain babi sebagai sumber penghidupan.

 

“Saat ini kita akan coba fasilitasi dengan pihak bank agar ada kebijakan yang meringankan peternak terkait kredit, pemberian kredit dengan bunga murah bagi peternak yang mau memulai usaha kembali, dan fasilitasi asuransinya,” ucapnya.

Perkembangan Kasus Kematian Babi

Ketut kemudian menyampaikan update tentang data kematian babi akibat ASF di Sumut yang saat ini mencapai 47.534 di 21 kabupaten/kota.

 

Ia menegaskan bahwa tanpa adanya pengetatan dan pengawasan lalu lintas hewan yang baik serta penerapan biosekuriti, sangat sulit membendung penyakit ASF ini.

 

“Belajar dari Sumut, dimana partisipasi masyarakat dalam program itu sangat penting, kita harapkan peran dan sumbangsih para tokoh masyarakat, agama, dan adat untuk dapat membantu memberikan pemahaman pada masyarakat terkait hal ini,” harapnya.

 

Lebih lanjut, Ketut juga menjelaskan tentang data kematian babi di NTT yang saat ini mencapai 3.299 di 6 kabupaten/kota. Berdasarkan pemeriksaan laboratorium yang menunjukan hasil positif ASF di Kabupaten Belu, Ia menduga bahwa kasus kematian babi di kabupaten/kota lain di NTT juga disebabkan oleh penyakit yang sama.

 

Sementara itu di Bali angka kematian babi akibat penyakit yang disebut peternak sebagai Grubug Babi yang dinyatakan pemerintah sebagai suspek ASF telah mencapai 2.804 di 8 kabupaten/kota.

 

“Ke depan, kita coba tingkatkan terus upaya-upaya pengendalian yang kita lakukan. Dengan adanya dukungan para tokoh, harapannya kerja kita nantinya bisa lebih efektif menekan kasus,” pungkasnya.

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubenur Koster Tegas: Pembangunan Bali Tak Boleh Langgar Tata Ruang dan Filosofi Tri Hita Karana

    Gubenur Koster Tegas: Pembangunan Bali Tak Boleh Langgar Tata Ruang dan Filosofi Tri Hita Karana

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Nusa Penida, Selasa  04  Oktober  2025 Gubenur Koster Tegas: Pembangunan Bali Tak Boleh Langgar Tata Ruang dan Filosofi Tri Hita Karana   Gubernur Bali Wayan Koster   Bali, indonesiaexpose.co.id   — Proyek pembangunan lift kaca di kawasan wisata Pantai Kelingking, Nusa Penida, kembali menuai perhatian publik. Fasilitas vertikal yang direncanakan untuk mempermudah akses wisatawan menuju area pantai […]

  • Jamu Makan Siang, Gubernur Bali Koster Mendapat Jersey dari Kesebelasan Barcelona dan Real Madrid

    Jamu Makan Siang, Gubernur Bali Koster Mendapat Jersey dari Kesebelasan Barcelona dan Real Madrid

    • calendar_month Minggu, 13 Agt 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin  14  Agustus  2023 Jamu Makan Siang, Gubernur Bali Koster Mendapat Jersey dari Kesebelasan Barcelona dan Real Madrid     Bali, indonesiaexpose.co.id   – Gubernur Bali Wayan Koster menjamu tim kesebelasan yang bertanding di ajang U-20 International Youth Championship (IYC) 2023 di rumah jabatan Jayasabha, Denpasar, Sabtu (12/8/2023). Empat tim kesebelasan bersama official semuanya hadir […]

  • Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah Tahun 2024.

    Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah Tahun 2024.

    • calendar_month Senin, 8 Apr 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin  08  April  2024 Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah Tahun 2024.   Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Umat Muslim di seluruh dunia akan segera memperingati Hari Raya Idul Fitri 1445 […]

  • Rai Mantra Dukung Dua Builder Motor Costum Denpasar Berlaga di Yokohama Jepang

    Rai Mantra Dukung Dua Builder Motor Costum Denpasar Berlaga di Yokohama Jepang

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Denpasar, Kamis  24  Oktober  2019   Rai Mantra Dukung Dua Builder Motor Costum Denpasar Berlaga di Yokohama Jepang     Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra (tengah) saat berfoto bersama dua Builder Denpasar I Nyoman Sentana Putra (Kedux) dengan bengkelnya yang bernama Kedux Garage dan I Putu Ajus Mulyawarman di Kediaman Walikota Denpasar, Rabu (23/10/2019). […]

  • Kapolri Pimpin Upacara Penutupan Pendidikan Sespimti Dikreg ke 28 dan Sespimmen Dikreg ke 59 TA 2019

    Kapolri Pimpin Upacara Penutupan Pendidikan Sespimti Dikreg ke 28 dan Sespimmen Dikreg ke 59 TA 2019

    • calendar_month Senin, 2 Des 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Bandung,  Selasa  03  Desember  2019   Kapolri Pimpin Upacara Penutupan Pendidikan Sespimti Dikreg ke 28 dan Sespimmen Dikreg ke 59 TA 2019     Jawa Barat,INDEX  –  Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Drs Idham Azis, M.Si, Senin siang (2/12/2019) bertindak sebagai inspektur upacara (lrup) memimpin penutupan pendidikan Dikreg Sespimti Polri ke 28 dan […]

  • Terkepung ASF, Pengawasan Karantina Diperketat Dengan Libatkan Instansi Terkait

    Terkepung ASF, Pengawasan Karantina Diperketat Dengan Libatkan Instansi Terkait

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Kuta,  Selasa  10  Desember  2019   Terkepung ASF, Pengawasan Karantina Diperketat Dengan Libatkan Instansi Terkait   BALI, INDEX – African Swine Fever(ASF) atau lebih dikenal dengan flu babi Afrika sedang mengancam peternakan babi di Indonesia khususnya Bali. Hal ini melihat status penyakit ASF yang sudah mewabah dibeberapa negara tetangga dan yang terakhir di bulan September […]

expand_less