Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Kementan Ajak Tokoh Masyarakat Bantu Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali dan NTT

Kementan Ajak Tokoh Masyarakat Bantu Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali dan NTT

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2020
  • visibility 94
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Minggu  08  Maret  2020

 

Kementan Ajak Tokoh Masyarakat Bantu Kendalikan Kasus Kematian Babi di Bali dan NTT

 

BALI,  INDEX  –  Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) memandang penting peran tokoh masyarakat, agama, dan adat dalam memberikan dukungan untuk program pengendalian penyakit hewan. Hal tersebut disampaikan Dirjen PKH, I Ketut Diarmita saat berdiskusi dengan para tokoh yang hadir dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Penyakit Babi Wilayah Bali dan NTT, (06/02/2020).

 

Menurutnya, selama ini pengendalian penyakit hewan lebih banyak mengandalkan aspek teknis saja, padahal aspek lain seperti sosial budaya dan dukungan politis tidak kalah pentingnya. Ia kemudian mengambil contoh pentingnya pelibatan tokoh yang dipercaya oleh masyarakat dalam pengendalian penyakit hewan.

 

“Saya berharap para tokoh masyarakat, agama, dan adat yang hadir khususnya dari Bali dan NTT dapat mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit yang saat ini mengakibatkan kematian babi di Bali dan NTT,”ungkap Ketut Diarmita kepada indonesiaexpose.co.id melalui siaran tertulisnya, Minggu (08/3/2020).

 

Ketut kemudian menjelaskan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, Ditjen PKH terus fokus dalam penanganan penyakit yang mengakibatkan kematian pada Babi. Kejadian tersebut berawal di Sumatera Utara pada akhir 2019, yang kemudian dinyatakan secara resmi sebagai wabah African Swine Fever (ASF).

 

Menurutnya, ASF merupakan penyakit yang sudah lama ada, diawali di Afrika pada tahun 1920-an, penyakit ini menyebar ke Eropa dan akhirnya dalam beberapa tahun terakhir masuk ke dan menyebar di Asia.

 

“Penyakit ASF ini sangat menular, dan sampai saat ini belum ada obat atau vaksinnya. Sekali ASF masuk ke suatu wilayah, sulit untuk diberantasnya. Oleh karenanya, sejak China dinyatakan wabah pada akhir tahun 2018, sebenarnya Indonesia sudah mempersiapkan diri menghadapi masuknya penyakit ini,” ujar Ketut.

 

Langkah-langkah yang telah dilakukan dari sejak wabah ASF terjadi di China, yakni membuat Surat Edaran kewaspadaan penyakit ASF, memberikan Bimtek dan Simulasi Penyakit ASF kepada petugas, melakukan sosialisasi secara langsung kepada petugas dan peternak, serta memberikan bahan sosialiasasi terkait ASF kepada dinas PKH di daerah.

 

“Kita juga telah siapkan bantuan desinfektan, sprayer, alat pelindung diri dan bahan pendukung lainnya, serta dana tambahan untuk pencegahan dan pengendalian ASF,” tambah Ketut.

 

Ditjen PKH juga telah berkoordinasi dan meminta Karantina Pertanian untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap barang bawaan penumpang pesawat atau kapal laut dari luar negeri yang membawa produk segar dan olahan babi, serta meminta stakeholder lain melakukan pengawasan penggunaan sisa-sisa makanan sebagai pakan babi (swill feed).

 

Ia menjelaskan bahwa selain pengendalian penyakitnya, pemerintah juga memikirkan jalan untuk pemulihan ekonomi bagi peternak dan pekerja di peternakan tersebut. Bagi peternak terdampak, telah diberikan bantuan penguburan atau pembakaran bangkai.

 

Ketut juga memberikan alternatif bagi pekerja yang terdampak kemungkinan fasilitasi pemberian bantuan ternak selain babi sebagai sumber penghidupan.

 

“Saat ini kita akan coba fasilitasi dengan pihak bank agar ada kebijakan yang meringankan peternak terkait kredit, pemberian kredit dengan bunga murah bagi peternak yang mau memulai usaha kembali, dan fasilitasi asuransinya,” ucapnya.

Perkembangan Kasus Kematian Babi

Ketut kemudian menyampaikan update tentang data kematian babi akibat ASF di Sumut yang saat ini mencapai 47.534 di 21 kabupaten/kota.

 

Ia menegaskan bahwa tanpa adanya pengetatan dan pengawasan lalu lintas hewan yang baik serta penerapan biosekuriti, sangat sulit membendung penyakit ASF ini.

 

“Belajar dari Sumut, dimana partisipasi masyarakat dalam program itu sangat penting, kita harapkan peran dan sumbangsih para tokoh masyarakat, agama, dan adat untuk dapat membantu memberikan pemahaman pada masyarakat terkait hal ini,” harapnya.

 

Lebih lanjut, Ketut juga menjelaskan tentang data kematian babi di NTT yang saat ini mencapai 3.299 di 6 kabupaten/kota. Berdasarkan pemeriksaan laboratorium yang menunjukan hasil positif ASF di Kabupaten Belu, Ia menduga bahwa kasus kematian babi di kabupaten/kota lain di NTT juga disebabkan oleh penyakit yang sama.

 

Sementara itu di Bali angka kematian babi akibat penyakit yang disebut peternak sebagai Grubug Babi yang dinyatakan pemerintah sebagai suspek ASF telah mencapai 2.804 di 8 kabupaten/kota.

 

“Ke depan, kita coba tingkatkan terus upaya-upaya pengendalian yang kita lakukan. Dengan adanya dukungan para tokoh, harapannya kerja kita nantinya bisa lebih efektif menekan kasus,” pungkasnya.

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rai Mantra Lantik 35 Pejabat Eselon II, III dan IV di Lingkungan Pemkot Denpasar

    Rai Mantra Lantik 35 Pejabat Eselon II, III dan IV di Lingkungan Pemkot Denpasar

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Denpasar, Kamis 30 Mei 2019   Rai Mantra Lantik 35 Pejabat Eselon II, III dan IV di Lingkungan Pemkot Denpasar   Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra saat melantik Pejabat di lingkungan Pemkot Denpasar, Rabu (29/5) di Ruang Sewaka Mahotama, Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar.   ” Tekankan Peningkatan Prestasi Kerja, Profesionalitas dan Integritas, Pahami […]

    • calendar_month Selasa, 3 Agt 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  03  Agustus  2021   Pembukaan Sidang Paripurna DPRD Kota Denpasar Walikota Jaya Negara Sampaikan 2 Usulan Ranperda   Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dan Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Wakil Ketua DPRD Wayan Mariana Wandira saat pelaksanaan Sidang Paripurna ke-13 Masa Persidangan II […]

  • Jaga  Persatuan dan Kesatuan, Yayasan Veda Agni Prayascita gelar Doa bersama Lintas Agama

    Jaga  Persatuan dan Kesatuan, Yayasan Veda Agni Prayascita gelar Doa bersama Lintas Agama

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Denpasar,  Sabtu  31  Agustus  2019   Jaga  Persatuan dan Kesatuan, Yayasan Veda Agni Prayascita gelar Doa bersama Lintas Agama   BALI,  INDEX   –  Yayasan Veda Agni Prayascita menggelar doa bersama lintas agama dalam rangka menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan NKRI yang berlangsung di lapangan di Lapangan  Lumintang, Denpasar-Bali, Sabtu (31/8/2019)sore . Dr. I Gusti Ngurah Rai Sutanegara, S Ked., […]

  • Dukung  Gema Santi, Bupati Klungkung Apresiasi Kepala KPP Pratama Gianyar

    Dukung  Gema Santi, Bupati Klungkung Apresiasi Kepala KPP Pratama Gianyar

    • calendar_month Jumat, 25 Jun 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Gianyar, Jumat 25 Juni 2021   Dukung  Gema Santi, Bupati Klungkung Apresiasi Kepala KPP Pratama Gianyar   Bali, indonesiaexpose.co.id  –  Kepala KPP Pratama Gianyar, Moch. Luqman Hakim saat silaturrahmi dengan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta di ruang kerja Bupati, mengatakan KPP Pratama Gianyar berkomitmen mendukung terwujudnya GEMA SANTI (Gerakan Masyarakat Santun dan Inovatif) yang telah […]

  • Profesi Program Sespimmen Lemdiklat Polri Adakan Kunjungan Kerja Tahun 2019 ke Polres Cirebon

    Profesi Program Sespimmen Lemdiklat Polri Adakan Kunjungan Kerja Tahun 2019 ke Polres Cirebon

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Bandung,  Senin  29 Juli  2019   Profesi Program Sespimmen Lemdiklat Polri Adakan Kunjungan Kerja Tahun 2019 ke Polres Cirebon   Jawa Barat,INDEX  –  Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Polda Jabar, menerima kunjungan kerja Profesi Program Sespimen Lemdikat Polri Tahun 2019, Senin (29/7/2019) pagi. Sebagaimana diinformasikan oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko S.I.K. […]

  • Sawah Menyusut, Bali Terancam Krisis: Suara Petani di Tengah Gempuran Beton

    Sawah Menyusut, Bali Terancam Krisis: Suara Petani di Tengah Gempuran Beton

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin 15  September  2025 Sawah Menyusut, Bali Terancam Krisis: Suara Petani di Tengah Gempuran Beton   salah satu Ahli fungsi lahan sawah di Bali , 2025   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bali, Made Krisna Dinata alias Bokis menegaskan bahwa alih fungsi lahan pertanian menjadi bangunan telah menjadi pemicu utama rentannya […]

expand_less