Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Presiden Dorong Kerja Sama Kepala Daerah dengan TPID dan TPIP untuk Kendalikan Inflasi

Presiden Dorong Kerja Sama Kepala Daerah dengan TPID dan TPIP untuk Kendalikan Inflasi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 21 Agt 2022
  • visibility 139
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Senin  22  Agustus  2022

Presiden Dorong Kerja Sama Kepala Daerah dengan TPID dan TPIP untuk Kendalikan Inflasi

Presiden Joko Widodo membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 18 Agustus 2022. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr.

 

Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  –  Dunia saat ini berada pada posisi yang tidak mudah akibat pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya usai, ditambah perang di Ukraina yang menyebabkan krisis pangan, energi, dan keuangan global. Di tengah situasi tersebut, Presiden Joko Widodo mendorong segenap jajarannya di pusat dan di daerah untuk tidak hanya sekadar bekerja rutin dan standar saja, tetapi harus bekerja secara detail.

“Para menteri, gubernur, bupati, wali kota juga sama, enggak bisa lagi kita bekerja rutinitas, nggak. Enggak bisa kita bekerja hanya melihat makronya saja, enggak akan jalan, percaya saya. Makro dilihat, mikro dilihat, lebih lagi harus detail juga dilihat lewat angka-angka dan data-data. Karena memang keadaannya tidak normal,” ujar Presiden saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 18 Agustus 2022.

Situasi global tersebut juga mendorong terjadinya inflasi yang sekarang menjadi momok di semua negara. Inflasi Indonesia per Juli 2022 berada pada angka 4,94 persen (year on year). Angka tersebut masih lebih baik dibandingkan beberapa negara lain seperti Turkey yang inflasinya mencapai 79 persen, Uni Eropa 8,9 persen, atau Amerika Serikat yang mencapai 8,5 persen.

Meskipun demikian, Presiden meyakini jika seluruh kepala daerah dapat bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) maupun Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP), maka pemerintah akan mampu mengendalikan inflasi hingga di bawah angka 3 persen. Presiden juga meminta para kepala daerah bisa mengecek apa yang menjadi penyebab inflasi di daerahnya.

“Saya ingin bupati, wali kota, gubernur betul-betul mau bekerja sama dengan tim TPID di daerah dan Tim Pengendali Inflasi Pusat. Tanyakan di daerah kita apa yang harganya naik yang menyebabkan inflasi. Bisa saja beras, bisa saja tadi bawang merah, bisa saja cabai dan dicek. Tim Pengendali Inflasi Pusat cek daerah mana yang memiliki pasokan cabai yang melimpah atau pasokan beras yang melimpah? Disambungkan, ini harus disambungkan karena negara ini negara besar,” jelas Presiden.

Kepala Negara juga mengingatkan bahwa angka inflasi Indonesia yang masih bisa ditahan untuk berada pada 4,94 persen adalah karena besarnya subsidi untuk energi dari APBN yang mencapai Rp502 triliun. Presiden pun akan meminta Menteri Keuangan untuk menghitung kemampuan APBN pemerintah dalam melanjutkan subsidi tersebut.

“Pertalite, Pertamax, solar, elpiji, listrik itu bukan harga yang sebenarnya, bukan harga keekonomian, itu harga yang disubsidi oleh pemerintah yang besarnya itu hitung-hitungan kita di tahun ini subsidinya Rp502 triliun, angkanya gede sekali. Ini yang harus kita tahu, untuk apa? Untuk menahan agar inflasinya tidak tinggi. Tapi apakah terus-menerus APBN akan kuat? Nanti akan dihitung oleh Menteri Keuangan,” tuturnya.

Terkait harga pangan, Presiden mengajak semua pihak untuk bersyukur karena harga pangan terutama beras di Indonesia masih bisa dikendalikan dan berada pada harga sekitar Rp10.000. Harga tersebut jauh lebih murah jika dibandingkan harga beras di sejumlah negara, misalnya di Jepang Rp66.000, di Korea Selatan Rp54.000, di Amerika Serikat Rp53.000, dan di Tiongkok Rp26.000.

“Kita juga patut bersyukur baru seminggu yang lalu kita mendapatkan sertifikat penghargaan dari Internasional Rice Research Institute untuk sistem ketahanan pangan kita dan swasembada beras. Ini yang harus kita pertahankan dan kita tingkatkan sehingga tidak hanya swasembada beras saja, tapi nanti bisa ekspor beras, ikut mengatasi kelangkaan pangan di beberapa negara karena sudah mengerikan sekali,” ungkapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua TPIP Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Hadir pula dalam acara tersebut yakni Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

(BPMI Setpres)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maksimalkan Kunjungan Wisnus, Denpasar Gelar Virtual Sales Mission Gandeng Tour Operator

    Maksimalkan Kunjungan Wisnus, Denpasar Gelar Virtual Sales Mission Gandeng Tour Operator

    • calendar_month Kamis, 19 Nov 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  20  November  2020   Maksimalkan Kunjungan Wisnus, Denpasar Gelar Virtual Sales Mission Gandeng Tour Operator Pelaksanaan Domestic Virtual Sales Mission yang digelar pada Selasa (17/11/2020) kemarin.   BALI,  INDEX  –  Sebagai upaya untuk terus menggenjot kunjungan Wisatawan Nusantara (Wisnus) atau wisatawan domestik di Kota Denpasar, berbagai langkah terus dioptimalkan. Maski ditengah penanganan pandemi […]

  • Pansus TRAP Jadi Harapan Baru Bali, Gubernur Koster: Kinerja Dewa Luar Biasa

    Pansus TRAP Jadi Harapan Baru Bali, Gubernur Koster: Kinerja Dewa Luar Biasa

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin 22 Desember 2025 Pansus TRAP Jadi Harapan Baru Bali, Gubernur Koster: Kinerja Dewa Luar Biasa   Kadek Arimbawa alias Lolak,mantan anggota DPD  RI 2 periode   Bali , indonesiaexpose.co.id  – Gelombang apresiasi terhadap kinerja Panitia Khusus Tata Ruang, Perizinan, dan Aset (Pansus TRAP) DPRD Bali terus mengalir. Kali ini datang dari tokoh seni hingga […]

  • Pemerintah  Denpasar  Mengucapkan  Selamat  Natal & Tahun  Baru  2025

    Pemerintah  Denpasar  Mengucapkan  Selamat  Natal & Tahun  Baru  2025

    • calendar_month Minggu, 15 Des 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin  16  Desember  2024 Pemerintah  Denpasar  Mengucapkan  Selamat  Natal & Tahun  Baru  2025  

  • Yayasan Sosial McKinsey Tawarkan Kerjasama di Bidang Pengelolaan Sampah Dengan Pemkot Denpasar

    Yayasan Sosial McKinsey Tawarkan Kerjasama di Bidang Pengelolaan Sampah Dengan Pemkot Denpasar

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  09  September  2020   Yayasan Sosial McKinsey Tawarkan Kerjasama di Bidang Pengelolaan Sampah Dengan Pemkot Denpasar   BALI,  INDEX   – Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi persoalan sampah yang terus dilakukan oleh Pemkot Denpasar. Kali ini Yayasan Sosial McKinsey menawarkan kerjasama dalam mengatasi permasalahan sampah perkotaan. Hal ini terungkap saat Community spesialis Yayasan […]

  • Karo Renmin Baharkam Polri Laksanakan MEA Quick Wins Polri Kegiatan 6 di Mapolda Jabar

    Karo Renmin Baharkam Polri Laksanakan MEA Quick Wins Polri Kegiatan 6 di Mapolda Jabar

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Bandung, Rabu  27  November  2019   Karo Renmin Baharkam Polri Laksanakan MEA Quick Wins Polri Kegiatan 6 di Mapolda Jabar     Jawa Barat,INDEX –  Kepala Biro Perencanaan (Karo Rena) Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Raden Lucky Sulaksana, S.H., Rabu pagi (27/11/2019) mendampingi Karo Renmin Baharkam Polri Brigjen Polisi Drs. Ade Rahmat Suhendi pada Kegiatan […]

  • LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum 4,25%  , TBP simpanan rupiah pada BPR ialah 6,75%

    LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum 4,25%  , TBP simpanan rupiah pada BPR ialah 6,75%

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Jakarta, Minggu  13  Oktober  2024 LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum 4,25%  , TBP simpanan rupiah pada BPR ialah 6,75% Jakarta,  indonesiaexpose.co.id   –   Dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada Senin 30 September 2024, LPS telah melakukan evaluasi dan menetapkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) bagi simpanan dalam Rupiah di bank umum dan […]

expand_less