Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » MANYI ” Tradisi Memotong Padi Di Jatiluwih

MANYI ” Tradisi Memotong Padi Di Jatiluwih

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 15 Jun 2024
  • visibility 206
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jatiluwih, Sabtu  15  Juni 2024

“MANYI ” Tradisi Memotong Padi Di Jatiluwih

 

 

Bali, indonesiaexpose.co.id  – Desa Jatiluwih, yang terkenal dengan keindahan sawah teraseringnya, memulai panen raya tahunan yang biasanya dimulai setiap bulan Juni. Pada hari Sabtu ini, para petani di Subak Besikalung, Jatiluwih, termasuk masyarakat desa, memulai panen padi dengan cara tradisional menggunakan anggapan (ani-ani).

Jhon Purna selaku Pengelola Dewi Jatiluwih mengatakan, di Desa Jatiluwih, Manyi atau memotong padi merupakan istilah tradisional untuk panen padi. Proses ini dilakukan dengan menggunakan anggapan (ani-ani), sebuah alat tradisional yang telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Tradisi ini tidak hanya mempertahankan cara panen yang ramah lingkungan tetapi juga melestarikan budaya agraris yang kaya.

“Desa Jatiluwih menawarkan pengalaman unik bagi para wisatawan. Pengunjung yang datang dapat melihat langsung dan belajar cara “manyi” menggunakan alat tradisional anggapan (ani-ani). Ini memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk memahami dan merasakan langsung kehidupan petani di Jatiluwih serta menghargai kerja keras mereka,” jelasnya.

Lanjudnya, proses “manyi” melibatkan memotong tangkai padi dengan menggunakan anggapan (ani-ani), sebuah metode yang tidak hanya efektif tetapi juga mempertahankan kualitas padi yang dipanen. Masyarakat Jatiluwih percaya bahwa cara tradisional ini membantu menjaga keseimbangan alam dan keberlanjutan pertanian mereka.

*Upacara Ngusaba Alit*
Sebelum panen dimulai, masyarakat petani di Jatiluwih mengadakan upacara “Ngusaba Alit” di Bedugul Tempek masing-masing. Upacara ini adalah bentuk rasa syukur dan doa untuk hasil panen yang melimpah serta keberkahan bagi masyarakat.

*Kembali Menyemai Harapan*
Setelah panen raya, di bulan Agustus, para petani di Jatiluwih biasanya mulai menanam padi lagi untuk kembali menyemai harapan dan menghasilkan produk-produk pertanian lainnya. Jenis padi yang ditanam termasuk beras putih dengan merek 64 dan beras putih padi Bali yang dikenal dengan nama Mangsur. Selain padi, mereka juga menanam palawija seperti jagung, bawang merah, ketela rambat, dan kacang. Dalam beberapa kasus, padi dan palawija ditanam secara bersamaan untuk memaksimalkan hasil panen.

*Alat Manyi “anggapan”*
Petani Jatiluwih, yang sudah bertahun-tahun menggunakan metode ini, berbagi pengalamannya, “Memotong padi dengan anggapan (ani-ani) bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga tentang menjaga tradisi leluhur kami. Setiap butir padi yang kami panen dengan cara ini adalah penghormatan kepada alam dan budaya kami.”

*Pengalaman Wisatawan*
Dengan dimulainya musim panen, Desa Jatiluwih menarik para wisatawan untuk datang dan menikmati keindahan alam sekaligus belajar tentang cara tradisional bertani. “Kami sangat senang berbagi tradisi ini dengan para pengunjung,” tambah petani local Jatiluwih. “Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk benar-benar ikut menjaga budaya yang turun menurun dengan kehidupan desa dan memahami pentingnya menjaga warisan budaya kami.”

Panen padi di Desa Jatiluwih bukan hanya kegiatan agraris tetapi juga sebuah perayaan budaya yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Dengan tetap mempertahankan metode “manyi” yang tradisional, masyarakat Jatiluwih menunjukkan bahwa kemajuan dan tradisi dapat berjalan beriringan, memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi generasi mendatang .

(077)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Jumat, 24 Des 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Jakarta, Jumat  24 Desember 2021

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Bali,  Kamis  16  Januari  2020 Renungan  JOGER  

  • ROSE Untuk  Tomohon  Lebih  Baik

    ROSE Untuk  Tomohon  Lebih  Baik

    • calendar_month Rabu, 11 Nov 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Bandung, Rabu  11  November  2020   ROSE Untuk  Tomohon  Lebih  Baik  

  • Memaknai Pelebon Agung Raja Gianyar, Ide Anak Agung Ngurah Agung. Cikal bakal Festival Gong Kebyar.

    Memaknai Pelebon Agung Raja Gianyar, Ide Anak Agung Ngurah Agung. Cikal bakal Festival Gong Kebyar.

    • calendar_month Rabu, 24 Mei 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Gianyar, Kamis  25  Mei  2023 Memaknai Pelebon Agung Raja Gianyar, Ide Anak Agung Ngurah Agung. Cikal bakal Festival Gong Kebyar.   Ida Bagus Rai Djendra   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Sukses dan berjalan lancarnya Karya Agung Pelebon ini tak terlepas dari kecerdasan sang meduwe karya Ide Anak Agung Gede Agung (Pahlawan Nasional) yang memimpin langsung panitia […]

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Bali,  Rabu  16  Oktober  2024 Renungan  Joger

    • calendar_month Rabu, 5 Apr 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Bangli, Rabu 05  April  2023 Bupati Bangli Ground Breaking Pembangunan Gedung IKM Kopi Arabika di Desa Catur Kintamani   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Mengawali pembangunan Gedung Industri Kecil Menengah (IKM) Kopi Arabika Kintamani di Desa Catur Kintamani, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Wakil Bupati I Wayan Diar melaksanakan Ground Breaking pada Rabu ( 5/4/2023 […]

expand_less