Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » Orasi Pelantikan Guru Besar LSPR Institute: Model Komunikasi Politik Indonesia, Tanpa Model!

Orasi Pelantikan Guru Besar LSPR Institute: Model Komunikasi Politik Indonesia, Tanpa Model!

  • account_circle Admin
  • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
  • visibility 165
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,  Rabu  16  April 2025

Orasi Pelantikan Guru Besar LSPR Institute: Model Komunikasi Politik Indonesia, Tanpa Model!

 

 

Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  – LSPR Institute of Communication and Business (LSPR Institute) mengukuhkan Guru Besar Bidang Komunikasi khususnya komunikasi politik, Prof. Dr. Lely Arrianie, M.Si dengan orasi Ilmiah berjudul “Komunikasi Politik Tanpa Model: Tantangan Menemukan Model Komunikasi Politik Khas Indonesia Menuju 2045”. Yang merupakan gambaran model komunikasi politik Indonesia saat ini.
Acara pengukuhan tersebut berlangsung di Auditorium LSPR Institute di Jakarta, Jumat yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara seperti Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Yandri Susanto, SPt. M.Pd, Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si, Gubernur dDr. Pramono Anung Wibowo, M.Si. serta 43 Guru Besar dan Dosen S3 lainnya.
Acara dibuka dengan sambutan oleh Founder & CEO LSPR Institute, Dr. (H.C) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR yang mengatakan “Pengukuhan Profesor memiliki makna yang mendalam tidak saja bagi dunia pendidikan, tetapi juga kemajuan masyarakat demokratis yang memperkuat pondasi kehidupan masyarakat yang lebih cerdas, lebih kritis, dan lebih berbudaya”.

“Kita tahu, dunia komunikasi saat ini sedang menghadapi banyak tantangan: disinformasi, polarisasi media, krisis kepercayaan publik, kecanduan algoritma digital, dan budaya viral yang seringkali menenggelamkan nilai substansi. Begitu juga dengan dunia politik Indonesia yang membutuhkan etika komunikasi. Etika menjadi sangat penting sebagai basis komunikasi politik dan kebutuhan akan model komunikasi politik ciri khas Indonesia,” kata Prita Kemal Gani.

Sementara , Rektor LSPR Institute, Dr. Andre Ikhsano, M.Si menambahkan  acara pengukuhan Profesor membuktikan bahwa selaku institusi pendidikan, LSPR Institute saat ini semakin menunjukkan keseriusan dalam dunia akademis dengan memberikan sumbangsih keilmuan yang lebih luas dan mendalam. Orasi menunjukkan pentingnya komunikasi politik bagi setiap aktor politik agar menciptakan sebuah gaya, pola dan model komunikasi yang menunjukkan kekhasan Indonesia.

Dalam orasinya, Profesor Lely mengatakan, Indonesia perlu memiliki model komunikasi politik yang jelas dan kuat untuk membangun budaya politik yang merupakan ciri khas Bangsa Indonesia. Saat ini, Indonesia belum memiliki model komunikasi politik yang jelas, kalaupun ada, kita bisa sebut sebagai model komunikasi politik yang tidak ada model.

“Karena ketiadaan model, maka semua pilar demokrasi eksekutif, legislatif, dan yudikatif lebih didominasi oleh gaya atau pola komunikasi politik bukan model. Gaya (ciri khas dari individu politisi) dan pola (tindakan yang berulang dari politisi) tersebut menunjukkan lebih kepada gaya dan karakteristik atau sifat individu. Sementara model merupakan sebuah sistem yang konkret yang dapat menjadi acuan untuk mempelajari kompleksitas sebuah fenomena agar bisa dipelajari atau dianalisa lebih lanjut,” sambung Lely Arrianie.

Prof. Lely melihat komunikasi politik “tanpa model” itu berdasarkan dinamika panggung politik sejak reformasi hingga saat ini yang menurut hasil penelitiannya, terjadi pergeseran komunikasi politik dari yang bersifat santun dan seragam (di era orde baru yang tertata) ke arah komunikasi politik sebaliknya yang mengabaikan etika dan budaya politik. Karena komunikasi politik yang dapat dikatakan tidak memenuhi etika dan budaya politik. Sebagai model, tentu memiliki ciri khas yang tetap dan permanen.

Lebih jauh Lely menjelaskan bahwa komunikasi politik yang berlangsung saat ini tidak lagi linear tetapi bergerak ke arah yang lebih konvergen, sirkular bahkan lebih transaksional yang ditandai dengan praktik negosiasi yang intens. Sementara komunikasi politik adalah tentang pertukaran pesan politik bukan lagi penyampaian pesan yang membuat panggung politik lebih kaya impression management yang menyimpan banyak masalah termasuk warna warni kekerasan fisik maupun psikologis yang disikapi masyarakat sebagai premanisme politik.

Dengan menggunakan teori dramaturgi Erving Goffman terdapat dua panggung yaitu panggung depan (front stage) dan panggung belakang (back stage) dimana panggung depan sebuah wilayah pertunjukkan yang menampilkan hal – hal yang baik dan perilaku yang baik. Sedangkan panggung belakang, adalah wilayah yang disebut sebagai skenario panggung depan dimana dibolehkan perilaku yang bebas tanpa mempedulikan kelayakan sikap. Dalam realitas panggung politik Indonesia, menunjukkan bahwa banyak perilaku yang tidak layak yang ditampilkan (back stage) oleh para komunikator politik seperti politisi, aktivis, jurnalis, profesional bahkan masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya ke panggung politik.

Komunikator politik lebih mengutamakan kepentingan individu, sementara kita memerlukan sebuah model komunikasi politik yang mengedepankan etika, moral, keadilan dan tanggung jawab dan Lely optimis proses komunikasi politik Indonesia sedang berjalan ke arah yang lebih baik, meskipun sampai saat ini Indonesia belum memiliki acuan model politik.

Ketiadaan model menjadikan komunikasi politik menjadi olok olok di media bahkan di identikkan dengan standup comedy. Ketidak adaan model komunikasi politik ini dapat kita temukan di pemerintahan, ketika pemimpin berganti, kebijakan berganti, bertukar menteri, bertukar keputusan.Sehingga seringkali kita terkaget – kaget memahami keputusan atau untuk menerimanya.

“Komunikasi politik juga berbicara tentang kepemimpinan politik dimana juga dalam kepemimpinan koordinasi, hendaknya bisa menjadi pembicara politik ala motivator yang mengunggah dan membangun kehidupan yang lebih baik. Meski dapat dikatakan tidak memiliki model komunikasi politik, namun saya optimis proses politik yang terjadi akan menciptakan komunikasi model politik sehingga dapat menjadi acuan praktek komunikasi politik yang berbudaya, dan bertanggung jawab,” tutup Lely.

(007)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diberbagai kesempatan, Walikota Denpasar, mengajak masyarakat taat pada Prokes dengan rutin menghimbau menggunakan Mobil Calling

    Diberbagai kesempatan, Walikota Denpasar, mengajak masyarakat taat pada Prokes dengan rutin menghimbau menggunakan Mobil Calling

    • calendar_month Jumat, 30 Jul 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat 30  Juli  2021   Diberbagai kesempatan, Walikota Denpasar, mengajak masyarakat taat pada Prokes dengan rutin menghimbau menggunakan Mobil Calling   Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Denpasar  I Dewa Gede Rai   Bali, indonesiaexpose.co.id  –  Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Denpasar  I Dewa Gede Rai mengatakan, pihaknya terus mengimbau masyarakat setempat untuk menegakkan atau mematuhi protokol […]

  • Hari Antikorupsi Sedunia, Pemprov Jateng Terus Perkuat Komitmen

    Hari Antikorupsi Sedunia, Pemprov Jateng Terus Perkuat Komitmen

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Semarang, Rabu  04  Desember  2024 Hari Antikorupsi Sedunia, Pemprov Jateng Terus Perkuat Komitmen   (foto/ist)   Jawa  Tengah,  indonesiaexpose.co.id  – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memanfaatkan momen Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) untuk membudayakan antikorupsi, di kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan elemen masyarakat lain. Hal itu tampak dalam peringatan Hakordia tingkat Provinsi Jateng, di Gumaya Tower […]

  • Serangkaian Hari Puputan Margarana,Jaya Negara Pimpin Apel Penerimaan Pataka Panji Panji Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai.

    Serangkaian Hari Puputan Margarana,Jaya Negara Pimpin Apel Penerimaan Pataka Panji Panji Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai.

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin  18  November  2019   Serangkaian Hari Puputan Margarana,Jaya Negara Pimpin Apel Penerimaan Pataka Panji Panji Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai.     Wakil Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara didampingi, Ketua DPRD Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, penglingsir Puri Kesiman, AA. Ngurah Gede Kusuma Wardana, Sekda Kabupaten Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya serta […]

    • calendar_month Rabu, 1 Mar 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Bangli, Rabu 01 Maret 2023 Wabup. Bangli Wayan  Diar , buka  Sosialisasi  pemberdayaan  melalui  kemitraan  Usaha  Mikro  bagi  para  pelaku  UMKM     Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Guna mempercepat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan produk usaha mikro, usaha kecil, dan koperasi pada pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah, dimana presiden mengintruksikan kepada pemerintah untuk merencanakan, mengalokasikan, dan […]

  • Kapolda Jabar Resmikan  Primkoppol Mart Polres Cianjur

    Kapolda Jabar Resmikan  Primkoppol Mart Polres Cianjur

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Bandung, Selasa 12 Mei  2020   Kapolda Jabar Resmikan  Primkoppol Mart Polres Cianjur     JAWA BARAT,INDEX  – Kapolda Jabar Irjen Pol.  Drs. Rudy Sufahriadi, Selasa (12/05/2020) meresmikan Primkoppol Mart Polres Cianjur bertempat di depan Mapolres Cianjur, Jalan KH. Abdullah bin Nuh, Kec. Cianjur, Kab. Cianjur. Acara peresmian Primkoppol Mart tersebut, Kapolda Jabar didampingi oleh […]

  • Khitanan : Syukuran Keluarga pak Sutris tampilkan Kuda Lumping

    Khitanan : Syukuran Keluarga pak Sutris tampilkan Kuda Lumping

    • calendar_month Minggu, 12 Feb 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Konawe, Minggu  12  Februari  2023 Khitanan : Syukuran Keluarga pak Sutris tampilkan Kuda Lumping   Sulawesi Tenggara,  indonesiaexpose.co.id –  Ebeg mungkin tak sefamiliar kuda lumping di telinga orang awam. Namun, tidak bagi masyarakat Jawa, atraksi ebeg merupakan tradisi yang ditampilkan dalam acara-acara penting. Mulai dari pesta ulang tahun, hajatan pernikahan, khitanan, peresmian gedung, perayaan hasil […]

expand_less