Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » UNESCO WARNING :  Made Urip Dukung Pansus TRAP Selamatkan Jatiluwih

UNESCO WARNING :  Made Urip Dukung Pansus TRAP Selamatkan Jatiluwih

  • account_circle Admin
  • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
  • visibility 203
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tabanan, Minggu  07  Desember  2025

UNESCO WARNING :  Made Urip Dukung Pansus TRAP Selamatkan Jatiluwih

 

Drs. I Made Urip, M.Si.Tokoh senior Bali sekaligus mantan Anggota DPR RI lima (5) periode.

 

Bali, indonesiaexpose.co.id  —  Ancaman pencabutan status Warisan Budaya Dunia UNESCO untuk Jatiluwih mengguncang perhatian nasional. Anggota Komisi VI DPR RI, IGN Alit Kesuma Kelakan (Fraksi PDIP), memberikan tanggapan keras dan menegaskan perlunya langkah cepat sebelum Indonesia benar-benar kehilangan salah satu ikon dunia.

Tokoh senior Bali sekaligus mantan Anggota DPR RI lima (5) periode, Drs. I Made Urip, M.Si., dan kini menjabat Anggota Pokja Percepatan Pembangunan Pemerintah Prov Bali, bidang Pertanian menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan DPRD Bali dalam menertibkan berbagai pelanggaran pembangunan yang terjadi di kawasan “Jatiluwih”, Kecamatan Penebel, Tabanan.

Kawasan yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia (World Cultural Heritage/WBD) sejak 2012 itu tengah menghadapi tekanan serius akibat pembangunan pariwisata yang tidak terkendali. Alih fungsi lahan yang kian masif dikhawatirkan mengancam kelestarian sistem “subak” yang menjadi tulang punggung penetapan WBD tersebut.

Status WBD Bukan Sekadar Gelar, Ini Warisan Leluhur yang Tidak Boleh Rusak

Made Urip menegaskan, status WBD yang diperoleh melalui proses panjang merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi masyarakat Bali. Jika status itu sampai dicabut oleh UNESCO akibat pelanggaran tata ruang, maka kerugian budaya, ekonomi, dan citra Bali akan sangat besar.

“Jika status WBD dicabut, kerugiannya tidak terhitung. Ini ikon dunia yang diwariskan leluhur, bukan hanya untuk dinikmati hari ini, tetapi untuk dijaga bersama,” ujarnya.

Iklan

Menurutnya, ajaran Hindu melalui konsep “Tri Hita Karana” menegaskan pentingnya keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan sesama. Jatiluwih sebagai kawasan pertanian berteras yang unik merupakan perwujudan nyata dari prinsip tersebut.

Alih Fungsi Lahan dan Pembangunan Komersial Diwaspadai

Anggota Pokja Percepatan Pembangunan Pemprov Bali, Madyudut, juga menyoroti masifnya alih fungsi lahan dan pembangunan fasilitas komersial di Jatiluwih yang dinilai melampaui batas kewajaran.

Jika tidak dikendalikan, kondisi ini berpotensi merusak struktur lanskap budaya subak yang menjadi dasar utama penetapan Jatiluwih sebagai Warisan Budaya Dunia.

“Alih fungsi lahan yang tidak terkendali dapat mengancam predikat itu. Ini bukan hanya soal pembangunan, tetapi soal keberlanjutan subak dan kelestarian alam,” tegasnya.

Kunjungan Wisatawan Meningkat, Ekonomi Warga Terdongkrak

Sejak ditetapkan sebagai WBD oleh UNESCO, Jatiluwih memang mengalami lonjakan kunjungan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara. Keindahan hamparan sawah berundak dan sistem irigasi tradisional subak menjadi daya tarik utama dunia.

Made Urip mengakui, pariwisata telah memberi dampak positif pada ekonomi warga.

“Wisatawan datang karena ingin melihat sawah, subak, dan kehidupan tradisi di Jatiluwih. Ini membawa berkah bagi masyarakat. Karena itu justru harus dijaga, bukan diubah menjadi kawasan beton,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan agar ekonomi tumbuh tanpa merusak lingkungan dan warisan leluhur.

“Jangan sampai Jatiluwih Menjadi Kebun Beton”

Politisi senior Bali itu mengingatkan bahwa pembangunan berlebihan justru dapat menghapus karakter utama Jatiluwih sebagai lanskap budaya pertanian.

“Tugas kita adalah menjaga agar tidak terjadi konversi lahan berlebihan. Jangan sampai Jatiluwih menjadi kebun beton. Kalau alam rusak, wisata pun ikut mati,” tegasnya.

Menurutnya, masyarakat, pemerintah, dan pelaku pariwisata harus bersatu menjaga kelestarian kawasan ini agar tetap menjadi kebanggaan dunia dan sumber penghidupan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Harapan untuk Pemerintah dan Panitia Khusus Tata Ruang dan Aset Pemerintah (Pansus TRAP) DPRD Bali.

Made Urip mengapresiasi langkah Pansus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan yang turun langsung menemukan pelanggaran di lapangan. Ia mendorong agar penertiban dilakukan secara tegas namun tetap mengedepankan pembinaan kepada masyarakat.

“Saya sangat mendukung Pansus. Penertiban harus dilakukan tegas, karena menyelamatkan kawasan WBD berarti menyelamatkan masa depan Bali,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah provinsi dan kabupaten meningkatkan pengawasan agar Jatiluwih tetap terjaga sesuai nilai-nilai budaya dan ketentuan UNESCO.

Kelestarian Jatiluwih adalah Tanggung Jawab Bersama

Sebagai warisan budaya dunia, Jatiluwih bukan hanya milik Tabanan atau masyarakat subak, melainkan aset budaya global yang harus dijaga keberlanjutannya.

“Kelestarian Jatiluwih menentukan masa depan pertanian Bali dan citra Bali sebagai destinasi budaya dunia. Ini tanggung jawab kita semua,” tutup Made Urip.

Jatiluwih bukan sekadar sawah berundak. Ini adalah identitas Bali, warisan dunia, dan sumber hidup ribuan petani.

(080)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Bali, Kamis  25  Juli  2024 Renungan  Joger

    • calendar_month Kamis, 13 Okt 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Bangli, Kamis 12 Oktober 2022

  • PT. PLN UID Bali Menyerahkan Bantuan TJSL di Saksikan Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa 

    PT. PLN UID Bali Menyerahkan Bantuan TJSL di Saksikan Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa 

    • calendar_month Kamis, 30 Jun 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Denpasar, Kamis  30   Juni 2022   PT. PLN UID Bali Menyerahkan Bantuan TJSL di Saksikan Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Wakil Ketua K3S Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menyaksikan penyerahan bantuan Tanggung Jawab Sosial (TJSL) PT PLN UID Bali  di Rumah Bisabilitas Rabu (29/6/2022). Bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa […]

  • Buka Kampung Kompeten, Rai Mantra Ajak Bersaing dan Berkompetisi Dengan Keahlian

    Buka Kampung Kompeten, Rai Mantra Ajak Bersaing dan Berkompetisi Dengan Keahlian

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Denpasar, Jumat  07  Pebruari  2020   Buka Kampung Kompeten, Rai Mantra Ajak Bersaing dan Berkompetisi Dengan Keahlian   Walikota Rai Mantra pukul kulkul membuka secara resmi kegiatan Kampung Kompeten, Jumat (7/2/2020) di Dharma Negara Alaya, Lumintang Denpasar.   BALI,  INDEX  –  Kampung Kompeten untuk kedua kalinya diselenggarakan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) bersinergi dengan Dinas […]

  • Buka Pendidikan Sespimti dan Sespimen, Kapolri Minta Jangan Ada Kluster Baru Covid-19

    Buka Pendidikan Sespimti dan Sespimen, Kapolri Minta Jangan Ada Kluster Baru Covid-19

    • calendar_month Selasa, 23 Mar 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Jakarta, Selasa  23  Maret  2021   Buka Pendidikan Sespimti dan Sespimen, Kapolri Minta Jangan Ada Kluster Baru Covid-19   Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo   Jakarta, indonesiaexpose.co.id  –   Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Selasa (23/3/2021) secara resmi membuka pendidikan Sespimti Dikreg ke-30 dan Sespimen Dikreg ke-61 tahun 2021. Dalam arahannya, Sigit lebih menekankan […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan JOGER

    • calendar_month Minggu, 30 Apr 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Bali, Senin  01  Mei  2023 Renungan  JOGER

expand_less