Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » DPRD Bali Soroti Potensi Benturan Nyepi dan Malam Takbiran, Minta Atensi Nasional

DPRD Bali Soroti Potensi Benturan Nyepi dan Malam Takbiran, Minta Atensi Nasional

  • account_circle 080
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • visibility 219
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Jumat  13  Maret  2026

DPRD Bali Soroti Potensi Benturan Nyepi dan Malam Takbiran, Minta Atensi Nasional

 

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali I Wayan Tagel Winarta

 

Bali, indonesiaexpose.co.id —  Menjelang dua momentum besar keagamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, DPRD Provinsi Bali melalui Komisi I menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna membahas kesiapan pengamanan dan ketertiban masyarakat di Bali, bertempat di di Ruang Rapat Gabungan Lantai III Gedung DPRD Bali, Denpasar, Kamis, 12 Maret 2026 pukul 10.00 WITA.

RDP tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD Provinsi Bali, mengingat dua hari besar keagamaan itu berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat serta aktivitas sosial di wilayah Bali.

Turut hadir dalam RDP diantaranya : 

  •  Pimpinan DPRD Bali
  • Anggota Komisi I
  • Komisi IV DPRD Bali
  • Perwakilan Polda Bali
  • Kapolres se-Bali
  • Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali
  • Satpol PP Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota.
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali
  • Dinas Pemajuan Masyarakat Adat, Majelis Desa Adat (MDA)
  • Pecalang Provinsi Bali, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali
  • Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)
  • Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali
  • Tim Ahli Komisi I DPRD Bali.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali I Wayan Tagel Winarta menegaskan,  isu yang dibahas sangat krusial, terutama karena kemungkinan bertepatan antara Malam Takbiran dengan pelaksanaan Hari Raya Nyepi.

“Pembahasan terkait hal ini seharusnya diperkuat melalui forum diskusi yang lebih intensif, seperti Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan FKUB, MDA, maupun PHDI.Artinya betul diatensi khusus urusan ini, karena malam takbiran dengan Hari Raya Nyepi ini berbeda,” ungkap Tagel Winarta.

Tagel Winarta juga berharap pelaksanaan Malam Takbiran dapat dipertimbangkan untuk dilaksanakan pada 20 Maret 2026 agar tidak bertepatan dengan Hari Raya Nyepi.

Tagel Winarta menilai pertemuan dua momentum keagamaan ini juga berpotensi menjadi perhatian publik, termasuk di media sosial, sehingga perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Hari Raya Nyepi merupakan tradisi sakral yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur masyarakat Bali.

“Kalau bisa dari 38 provinsi, Pak, mohon izin, Pak, entah itu siapa yang berpotensi, siapa punya kemampuan, mudah-mudahan, Malam Takbiran ini bisa dilaksanakan di tanggal 21 Maret atau tanggal 20 Maret, lantaran tanggal 19 Maret betul-betul Hari Raya Nyepi itu bisa dilaksanakan, tidak ada lagi di tempat lainnya,” kata Tagel Winarta.

Lanjudnya, Bali merupakan satu-satunya daerah yang melaksanakan Nyepi secara menyeluruh, sehingga keagungan dan kesakralannya perlu dijaga bersama.

Selain itu, Tagel Winarta juga meminta agar pembahasan lebih lanjut dilakukan melalui diskusi dan koordinasi intensif antar tokoh agama serta lembaga terkait, mengingat perkembangan teknologi informasi yang kerap memicu berbagai respons di ruang publik.

Tagel Winarta juga berharap seluruh pihak dapat memberikan perhatian khusus agar perayaan Nyepi tetap berlangsung khidmat tanpa mengurangi semangat toleransi antarumat beragama di Bali.

“Kenapa? Bali apa yang bisa diagungkan? Dari 38 provinsi, kami minta di Bali menjadi atensi, sedangkan dari 37 silahkan dilaksanakan sesuai kerukunan. Karena kami bisa doakan Bali dari upacara yang kita betul-betul pahami bersama,” terangnya.

Tagel Winarta juga menyoroti pentingnya peran tokoh agama dan para penglingsir dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait tata aturan keagamaan yang berlaku.

Apabila Malam Takbiran tetap berlangsung bertepatan dengan Nyepi, Tagel Winarta menekankan pentingnya sikap saling menghormati antar umat beragama.

“Jika malam itu masih Hari Raya Nyepi berbarengan dengan Malam Takbiran, tadi PHDI Bali sudah menyampaikan, baik dari Muhammadiyah, NU dan lainnya sudah disampaikan seruannya kepada umatnya untuk melaksanakan Malam Takbiran di rumah masing-masing. Nah, sekarang ini tolong ditegaskan, Pak, seandainya itu terjadi, maka sama-sama menghormati,” paparnya.

Tagel Winarta juga mengajak seluruh tokoh agama di Bali untuk terus memperkuat koordinasi demi menjaga keharmonisan dan keunikan budaya Bali.

“Silahkan lobby. Silahkan koordinasi. Dengan demikian, rapat ini penting bagi kami di Dewan, untuk menjadikan sebuah renungan bersama agar masyarakat Bali paham bahwa lembaga ini tidak diam, para tokoh-tokoh tidak diam dan semua mencari solusi yang terbaik untuk keajegan Bali dan negara Indonesia,” pungkasnya.

(080)

  • Penulis: 080
  • Editor: putri
  • Sumber: tim Index

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  14  Februari  2023 Walikota Jaya Negara Lepas Bersepeda Bersama 365 Hari Menuju Pemilu 2024.   Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Forkopimda Kota Denpasar saat melepas secara resmi Bersepeda Bersama dalam rangka 365 hari menuju pelaksanaan Pemilu 2024 di Kantor KPU Kota Denpasar, Selasa (14/2/2023) bertepatan dengan Hari Valentine. Bali,  indonesiaexpose.co.id  […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Bali,  Kamis  13  Agustus  2020   Renungan  JOGER  

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Bali, Selasa  31  Maret  2020   Renungan  JOGER  

  • Sidang akhir WPFSD ke-3 Menghasilkan Kesepakatan “Bali Roadmap”

    Sidang akhir WPFSD ke-3 Menghasilkan Kesepakatan “Bali Roadmap”

    • calendar_month Kamis, 5 Sep 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Kuta, Kamis  6  September  2019   Sidang akhir WPFSD ke-3 Menghasilkan Kesepakatan “Bali Roadmap” Penutupan kegiatan World Parliamentary Forum on Sustainable Development (WPFSD) di Kuta-Bali, Kamis (6/9/2019).(Foto/indonesiaexpose.co.id/072)   BALI,  INDEX  –  World Parliamentary Forum on Sustainable Development diakhiri ini dengan diadopsinya kesepakatan bersama yang dinisiasi oleh DPR RI yakni Bali Roadmap melalui sidang yang dipimpin oleh Dr. […]

  • Undiksha dampingi usaha kerajinan Gong  Bali di Desa Blahbatuh ,Kab.Gianyar

    Undiksha dampingi usaha kerajinan Gong  Bali di Desa Blahbatuh ,Kab.Gianyar

    • calendar_month Minggu, 22 Sep 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Gianyar, Minggu  22  September  2019   Undiksha dampingi usaha kerajinan Gong  Bali di Desa Blahbatuh ,Kab.Gianyar     BALI,  INDEX  –  Gamelan Bali merupakan salah satu instrumen musik tradisional yang memiliki kedudukan dan fungsi seni yang eksklusif pada kehidupan sosio-religius umat Hindu Bali. Salah satu usaha produktif gamelan Bali, dikelola oleh UKM Kerajinan Gamelan “Gong […]

  • Sambut Hari Jadi Provinsi Bali ke-65, Diskominfos Laksanakan Literasi Digital

    Sambut Hari Jadi Provinsi Bali ke-65, Diskominfos Laksanakan Literasi Digital

    • calendar_month Kamis, 10 Agt 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Denpasar,  Jumat  11  Agustus  2023 Sambut Hari Jadi Provinsi Bali ke-65, Diskominfos Laksanakan Literasi Digital     Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Serangkaian Hari Jadi Provinsi Bali ke-65, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali mengadakan literasi digital dengan mengangkat tema ‘Literasi Digital Mendukung Percepatan Transformasi Digital dalam Bali Era Baru’ kepada siswa SMA/SMK serta organisasi wanita […]

expand_less