Pemkab Badung Gaspol Bangun Jalan Strategis Rp. 2,9 T
- account_circle 110
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mangupura, Senin 27 Juli 2026
Pemkab Badung Gaspol Bangun Jalan Strategis Rp. 2,9 T

Bali, indonesiaexpose.co.id — Langkah besar Pemerintah Kabupaten Badung akhirnya dimulai. Di tengah kemacetan kronis yang selama ini menghantui kawasan pariwisata Bali Selatan, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta resmi melakukan groundbreaking Pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) serta Shortcut Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar Barat, Senin (27/7/2026).
Prosesi dimulai di lokasi proyek JLS Segmen 4 (Labuan Sait–Pedati) dan pembangunan Jalan Trase Pura Pembangunan Kulat–Labuan Sait, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan.
Proyek raksasa ini digadang-gadang menjadi salah satu pembangunan infrastruktur jalan terbesar dalam sejarah Kabupaten Badung. Nilai investasinya mencapai lebih dari Rp2,9 triliun, yang dibiayai melalui kombinasi pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp2,4 triliun dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung sebesar Rp511 miliar.
Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Wakil Ketua II DPRD Badung I Made Wijaya, Wakil Ketua III DPRD Badung I Made Sunarta, Ketua Komisi II DPRD Badung I Made Sada, serta sejumlah anggota DPRD Badung.
Bupati Badung Adi Arnawa menegaskan pembangunan ini merupakan investasi jangka panjang untuk menyelesaikan persoalan kemacetan sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Bali.
Pembangunan ini bukan sekadar membangun jalan baru, tetapi membangun konektivitas, membuka akses, mengurangi kemacetan, serta memperkuat daya saing pariwisata dan perekonomian Kabupaten Badung.
Ia juga menjelaskan kesiapan pembiayaan proyek tersebut.
“Untuk pembebasan lahan sampai konstruksi awal ini kita siapkan anggaran sekitar Rp2,9 triliun lebih di APBD Perubahan. Dana itu terdiri dari pinjaman PT SMI sebesar Rp2,4 triliun dan ditopang PAD Badung sebesar Rp511 miliar,” tegas Adi Arnawa.
Gubernur Wayan Koster: Infrastruktur Penentu Masa Depan Bali
Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster memberikan apresiasi atas keberanian Pemkab Badung merealisasikan proyek strategis tersebut.
“Pembangunan infrastruktur seperti ini sangat penting untuk mengurai kemacetan di Bali Selatan. Infrastruktur yang baik akan memperkuat konektivitas kawasan pariwisata, meningkatkan kenyamanan wisatawan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Bali secara berkelanjutan,” ujar Koster.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten menjadi kunci percepatan pembangunan Bali.
Ketua DPRD Badung Anom Gumanti: DPRD Siap Mengawal
Sementara itu, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menegaskan DPRD akan mengawal seluruh tahapan pembangunan agar berjalan tepat sasaran.
“DPRD Badung mendukung penuh pembangunan infrastruktur strategis ini. Kami akan mengawal proses pelaksanaan agar berjalan transparan, tepat waktu, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta dunia pariwisata Badung,” pungkas Anom Gumanti.
Secara rinci, trase proyek Jalan Lingkar Selatan (JLS) dan Lingkar Barat melintasi kawasan strategis Kuta Selatan yang mencakup Kelurahan Jimbaran, Desa Kutuh, Desa Ungasan, Kelurahan Benoa, hingga Desa Pecatu. Pembangunannya terbagi menjadi empat segmen utama:
- (Nusa Dua – Gunung Payung): Berawal dari Jalan Nusa Dua Selatan (selatan The Apurva Kempinski) menuju persimpangan Pantai Gunung Payung / Sawangan.
- (Gunung Payung – Pantai Melasti): Melintasi kawasan pesisir selatan Kutuh hingga terhubung ke area Pantai Melasti.
- (Pantai Melasti – Tanjung Mebulu): Menghubungkan Pantai Melasti ke arah barat menuju kawasan Tanjung Mebulu, Pecatu.
- (Tanjung Mebulu – Jimbaran / AYANA): Melintasi persimpangan Cemongkak hingga tersambung ke kawasan Jimbaran di sekitar AYANA Resort, lalu dikembangkan memotong kawasan Wanagiri menuju Kampus Universitas Udayana (Unud).
Penambahan trase yang memotong kawasan Wanagiri menuju Kampus Unud dirancang agar tidak terjadi penumpukan arus kendaraan di Simpang Kali Jimbaran. Dengan demikian, pengendara dari arah Kuta, Ungasan, maupun Nusa Dua memiliki banyak alternatif jalur.
Konsep Underground: Bebas Kabel Udara dan Pasokan Air Bersih
Demi menjaga estetika visual kawasan pariwisata kelas dunia di Badung Selatan, Bupati Adi Arnawa menginstruksikan Dinas PUPR Badung untuk menerapkan sistem penataan utilitas bawah tanah (underground).
Seluruh bentangan kabel di udara diwajibkan masuk ke dalam tanah, bersamaan dengan penanaman pipa distribusi air bersih secara paralel. “PDAM juga sedang bergerak mengatasi kebutuhan air di Badung Selatan sehingga berdampak kepada pertumbuhan ekonomi,” jelas mantan Sekda Badung ini.
Pembangunan infrastruktur ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali, DPRD, Pemerintah Pusat, PT SMI, serta seluruh lapisan masyarakat.
Seluruh pengerjaan fisik Jalan Lingkar Barat diproyeksikan selesai sepenuhnya pada akhir 2027. Dengan target tersebut, kelancaran arus lalu lintas serta kenyamanan mobilitas wisatawan di kawasan Badung Selatan dipastikan terwujud secara optimal pada rentang tahun 2027–2028.
Dengan dimulainya pembangunan Jalan Lingkar Selatan dan Shortcut Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar Barat, masyarakat berharap persoalan kemacetan yang selama bertahun-tahun menjadi momok di kawasan Bali Selatan dapat segera terurai, sekaligus membuka babak baru pembangunan infrastruktur modern yang menopang pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Pulau Dewata.
( Adv )
- Penulis: 110
- Editor: putri
- Sumber: tim Index
