Monday , September 16 2019
Home / Bali / GM Toya Devasya DR.I Ketut Mardjana : Satukan Visi dan Misi angkat derajat ekonomi Bali dengan 3(tiga)hal 

GM Toya Devasya DR.I Ketut Mardjana : Satukan Visi dan Misi angkat derajat ekonomi Bali dengan 3(tiga)hal 

Kuta, Selasa 10  September  2019

 

GM Toya Devasya DR.I Ketut Mardjana : Satukan Visi dan Misi angkat derajat ekonomi Bali dengan 3(tiga)hal

Pertemuan ketiga focus group discussion pengusaha Bali ,di Ja’an Restaurant Bali, Jalan Seminyak, Kuta-Bali, Sabtu (7/9) malam.(Foto/Hms Toya Devasha/INDEX)

 

BALI,  INDEX  – Sejumlah pengusaha Bali urun rembug di focus group discussion dalam menyikapi tata perekonomian yang terjadi saat ini, sungguh mempunyai nilai luhur. Yakni, untuk memproteksi kegiatan ekonomi guna menjadikan masyarakat Hindu di Bali lebih sejahtera.

Bahkan untuk mewujudkan keinginan luhur tersebut, sejumlah pengusaha ternama di Bali, bertekad menyatukan visi dan misi melalui PT. Dewata Janardhana Kerthi (PT. DJK). Ini agar ada proteksi dan regulasi yang disinergikan antara desa adat, pemerintah dan dimotori oleh para pengusaha Bali.

Pertemuan ketiga focus group discussion ini, di hadiri sejumlah pengusaha, tokoh Bali, akademisi, senior consultant dan trainer, konsultan bisnis dan entrepreneur dan kalangan pengusaha retail dan pebisnis lainnya. Mereka adalah I Gede Wirata, Ketut Mardjana, I Gde Made Sadguna, I Gede Bagia Arta, Ida Bagus Kade Perdana, Surya, tokoh besar masyarkat Bali, Marsekal TNI (Purn.) Ida Bagus Putu Dunia, dan pengusaha muda sukses lainnya seperti Nengah Natyanta, dan masih banyak pengusaha lainnya, bertempat  di Ja’an Restaurant Bali, Jalan Seminyak, Kuta-Bali, Sabtu (7/9/2019) malam.

GM Toya Devasya Bapak DR.I Ketut Mardjana pengusaha sukses sekaligus penggagas yang ingin mengangkat derajat ekonomi masyarakat Hindu Bali, dalam dunia usaha itu mengatakan, untuk memproteksi ekonomi masyarakat Bali, disepakati ada tiga hal awal yang ingin dibentuk. Yakni, yayasan yang bergerak dalam aspek sosial, keagamaan dan kemanusiaan. Kedua adalah koperasi, membangun ekonomi yang berlandaskan kekeluargaan, dan ketiga adalah PT, yang permodalannya dibagi dalam bentuk saham.

” Nantinya masyarakat Hindu Bali diharapkan  bisa menjadi fasilitator dan katalisator pembangunan dan pengembangan bisnis unggulan, melalui kecermatan berinvestasi kemitraan dan pengelolaan bisnis yang efektif, produktif dan kompetitif,” tutur Mardjana yang juga tokoh Bangli level nasional dan Mantan Dirut PT. Pos ini.

Menurutnya,  menggali, mengembangkan dan memberdayakan potensi yang ada untuk menuju pada kedaulatan masyarakat Hindu di Bali.

” Kedepanya  masyarkat Bali tidak menjadi penonton di tanah kelahiran sendiri, namun menjadi sejahtera dan menjadi motor, menjadi setir, menjadi tuan rumah di tanah warisan para leluhur,” jelas  Mardjana ,kepada indonesiaexpose.co.id,melalui keterangan resminya, Selasa (10/9/2019).

“Ini sangat penting. Menggali potensi yang ada di Bali, dan dikembangkan, sehingga umat sedharma mampu untuk memberdayakan , menjaga kedaulatan ekonomi Bali serta peningkatan kesejahteraan umat Hindu Bali,” sambung Mardjana.

Sementara IB. Dunia mengatakan, yang pertama harus ditajamkan adalah SDM Bali, selain spiritualitas yang mesti ditingkatkan dalam menjaga marwah perekonomian Bali.

“Kebutuhan sandang dan pangan, mestinya harus bisa dipenuhi masyarakat Bali sendiri. Bisa memproduksi yang tepat, tentu didukung SDM dan teknologi,” tandas Marsekal TNI (Purn.) Ida Bagus Putu Dunia.

Untuk itu, dia mengajak masyarakat Bali bersatu, karena Hindu Bali yang latar belakangnya petani, harus mampu bersaing dan mengadopsi segala hasil pertanian, kerajinan, dan lainnya dengan melibatkan pula desa pakraman. “Untuk jangka panjang, tingkatkanlah SDM Bali. Ini kuncinya,” tandas IB. Dunia.

Sementara IB. “Jreng” Kade Perdana menambahkan, membangun lembaga bisnis PT. DJK ini, diharapkan bisa menjadi dinamisator dan katalisator penguatan ekonomi umat sedharma masyarakat Hindu Bali, selain memperkuat adat budaya Bali, menuju kehidupan masyarakat Bali yang sejahtera, bahagia lahir batin yakni moksartham jagadhita ya ca iti dharma.

Salah satu yang ingin dibangun oleh para pengusaha ini mengajak sekaligus menggali integritas masyarakat Bali dalam berbinis, para entrepreneur yang menciptakan usaha baru sekaligus menemukan jiwa entrepreneur masyarakt Bali, dan juga menggali potensi yang belum digarap masyarakat. Tentu untuk mengarah ke sana, juga melibatkan peran pemerintah, yakni melalui kelembagaan dengan regulatornya adalah pemerintah.

“Regulasi sejatinya sudah ada yang dibangun di tahun pertama kepemimpinan Bapak Gubernur Wayan Koster. Ada 34 regulasi, lima rancangan perda dan ada juga Pergub. Ini menjadi pondasi dalam berbagai program nanti. Contohnya Pergub No. 99, yang mengatur hinbauan menggunakan produk lokal oleh katering, hotel, restoran dan lainnya. Jadi, jalan sudah dibuka. Tinggal pengusaha yang meresponnya. Dengan bersinergi dan bermitra dengan pemerintah, ini dapat mewujudkan target ekonomi di atas 7 persen,” tutup I Gde Made Sadguna.

(078)

Check Also

Pemkot Gandeng Musisi Bali Gencarkan Sosialisasi Inovasi Si-Darling

Denpasar, Selasa  17  September  2019   Pemkot Gandeng Musisi Bali Gencarkan Sosialisasi Inovasi Si-Darling Sosialisasi …

WOW Smartfren “Raih Mimpi Semudah Aktlvasl”

Denpasar,  Selasa  16 September 2019   WOW Smartfren “Raih Mimpi Semudah Aktivasi”   Djoko Tata …