Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali »

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 3 Des 2022
  • visibility 105
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bali,  Minggu  04  Desember  2022

Wagub Cok Ace terima Delegasi dari Provinsi Bataan Filipina

 

 

Bali, indonesiaexpose.co.id – Perjalanan panjang pariwisata Bali dengan berbagai kejadian gangguan keamanan, dan pandemi Covid-19 telah cukup memberikan pembelajaran tentang betapa rentannya gejolak perekonomian Bali yang hanya bertumpu pada satu dominasi sektor pariwisata.

Hal itu diungkapkan, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menerima kunjungan dari Delegasi Provinsi Bataan Filipina, bertempat di Ruang Rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Sabtu (12/11/2022).

“Perlu dilakukan pengembangan sektor unggulan, seperti Sektor Pertanian dalam arti luas termasuk Peternakan dan Perkebunan, Sektor Kelautan dan Perikanan, Sektor Industri, Sektor IKM, UMKM, dan Koperasi, Sektor Ekonomi Kreatif dan Digital Sektor Pariwisata serta pengembangan infrastruktur pendukung. Semua ini dituangkan dalam Ekonomi Kerthi Bali,” ujar Wagub Cok Ace.

Selain itu, Wagub juga melihat bahwa hal yang perlu diperhatikan dari Bali adalah keseimbangan antar wilayah. Selama ini ketimpangan antar wilayah sangat tinggi, dimana contohnya pariwisata hanya dominan di wilayah selatan.

Untuk itu, Ia juga menuangkan konsep Padma Bhuwana dalam strategi membangun Bali, dimana Prioritas pembangunan di setiap wilayah kabupaten/kota harus didasari karakteristik geografis, demografis, serta potensi sumber daya dominan. Optimalisasi seluruh potensi tersebut haruslah didasari karakteristik dan fungsi setiap Dewata Nawasanga yang menaungi wilayah tersebut sehingga terbangun taksu yang meniscayakan semua potensi berkembang maksimal.

Dijelaskan Wagub Cok Ace, Taksu adalah kekuatan intrinsik yang tidak tampak (niskala), tetapi menentukan keberhasilan segala yang tampak (sakala). Taksu memastikan setiap potensi dapat berkembang optimal, jika dan hanya jika, ia dikembangkan dalam ruang yang tepat.

“Seluruh program pembangunan Bali harus dimulai dengan menggali taksu setiap wilayah, dan Padma Bhuwana menyediakan konsepsi untuk itu. Bagaimana membangun wilayah Timur, Selatan, Barat, Utara, dan Tengah, haruslah disesuaikan dengan taksu menurut spirit kedewataan yang menguasainya,” ujarnya.

ia menilai, sejalan dengan visi pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, maka konsepsi Padma Bhuwana relevan dijadikan kerangka pendekatan untuk pemetaan kewilayahan baik secara sakala maupun niskala.

Secara sakala bahwa prioritas pembangunan di setiap wilayah kabupaten/kota harus didasari karakteristik geografis, demografis, serta potensi sumber daya dominan.

Ia mengatakan, optimalisasi seluruh potensi tersebut haruslah didasari karakteristik dan fungsi setiap Dewata Nawasanga yang menaungi wilayah tersebut sehingga terbangun taksu yang meniscayakan semua potensi berkembang maksimal.

Berdasarkan pemetaan inilah, maka pembangunan dan pemberdayaan potensi harus menyasar seluruh elemen Sad Kerthi, yakni jiwa masyarakatnya (Atma Kertih), kualitas SDM-nya (Jana Kertih), tata ruang wilayahnya (Jagat Kertih), dan seluruh elemen alam serta lingkungan biotik yang berada di dalamnya (Samudera, Wana, dan Danu Kertih). Jadi, konsepsi Padma Bhuwana menyediakan landasan teoritis maupun praksis untuk mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Selain itu, saat ini Pemerintah Provinsi Bali melalui Gubernur Bali menerbitkan beberapa peraturan daerah untuk mengatur beberapa hal yang ada kaitannya dalam menjaga Bali.

Salah satunya peraturan terkait penggunaan plastik sekali pakai, dimana di Bali saat ini khususnya di tempat perbelanjaan, objek wisata dan tempat lainnya tidak boleh menggunakan plastik sekali pakai. Hal ini untuk mengurangi sampah plastik di Bali.

Selain itu juga dikeluarkan aturan terkait penggunaan produk lokal untuk industri pariwisata, dimana hotel dan restoran yang ada di Bali harus menggunakan produk lokal petani Bali dalam menghidangkan makanan. Hal ini digunakan untuk menjaga para petani Bali agar tetap bisa menghasilkan produk pertanian yang berkualitas. Sehingga pembangunan Bali dapat berkelanjutan dan berdampak langsung kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Rombongan Delegasi Bataan Maria Angela S.Garcia mengatakan bahwa Bataan memiliki pemandangan alam yang indah seperti Bali, untuk itu pihaknya ingin belajar dari Bali, bagaimana mengembangkan industri pariwisata dengan baik mengingat Bali sangat terkenal di mancanegara.

Untuk itu pihaknya ingin mengadopsi cara-cara pembangunan pariwisata di Bali. Baik dari segi pendekatan kepada masyarakat, investor serta pengelolaan lainnya. (Adv)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Kamis, 29 Feb 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Bali, Jumat  01  Maret  2024 Renungan  Joger

  • Angelus Buana, Bupati Giri Disambut Ribuan Warga Tabanan

    Angelus Buana, Bupati Giri Disambut Ribuan Warga Tabanan

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Tabanan,  Senin  29  April   2024 Angelus Buana, Bupati Giri Disambut Ribuan Warga Tabanan     Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Ribuan Rakyat Tabanan dipimpin oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M banjiri sepanjang area Kota Tabanan saat menyambut kehadiran Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dengan gegap gempita. Kehadirannya kali ini, dalam rangka Penyerahan Dana Hibah […]

  • I Komang Gede Sanjaya Bupati Tabanan , Tekankan Pentingnya Manajemen Risiko dalam Percepatan Proyek Strategis Nasional

    I Komang Gede Sanjaya Bupati Tabanan , Tekankan Pentingnya Manajemen Risiko dalam Percepatan Proyek Strategis Nasional

    • calendar_month Selasa, 18 Jun 2024
    • account_circle Admin
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Tabanan,  Rabu 19  Juni  2024 I Komang Gede Sanjaya Bupati Tabanan , Tekankan Pentingnya Manajemen Risiko dalam Percepatan Proyek Strategis Nasional     Bali, indonesiaexpose.co.id – Berdasarkan amanat Perpres No.39 Tahun 2023 tentang Manajemen Risiko Pembangunan Nasional, Pemerintah Daerah dalam menjalankan rencana pembangunan nasional, diperlukan penyelenggaraan manajemen risiko yang terintegrasi guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang […]

  • Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali & Ketua Pansu TRAP DPRD  Bali Dr. ( C ) Made Supartha S.H.,M.H.,

    Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali & Ketua Pansu TRAP DPRD  Bali Dr. ( C ) Made Supartha S.H.,M.H.,

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Bali, Senin  17  November  2025 Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali & Ketua Pansu TRAP DPRD  Bali Dr. ( C ) Made Supartha S.H.,M.H.,

  • Saat Nyepi Internet dan Siaran TV, Radio berhenti selama 24 jam

    Saat Nyepi Internet dan Siaran TV, Radio berhenti selama 24 jam

    • calendar_month Selasa, 7 Mar 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Bali, Selasa  07  Maret  2023 Saat Nyepi Internet dan Siaran TV, Radio berhenti selama 24 jam Bali,  Index  –  Selama Hari Raya Nyepi pada 22 Maret 2023 mendatang  di Bali,   tak hanya internet yang dimatikan sementara. Siaran televisi pun akan berhenti tayang selama 24 jam. Imbauan tersebut tertuang dalam nota kesepahaman, yang telah ditandatangani oleh […]

  • IGK Kresna Budi Wakil II DPRD Bali : Masyarakat Ingin Perubahan Hidup

    IGK Kresna Budi Wakil II DPRD Bali : Masyarakat Ingin Perubahan Hidup

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Denpasar, Senin  03  Maret  2025 IGK Kresna Budi Wakil II DPRD Bali : Masyarakat Ingin Perubahan Hidup   Wakil II Ketua DPRD Bali IGK. Kresna Budi   Bali, indonesiaexpose.co.id  – Masyarakat Bali belakangan ini nampaknya mulai semakin cerdas dalam kegiatan menjaring aspirasi masyarakat (reses) yang dilakukan anggota DPRD Bali. Bantuan-bantuan dana hibah pada tahun-tahun sebelumnya lebih […]

expand_less