Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Pulau Dewata atau Pulau Investasi? Polemik KEK yang Mengusik Nurani Bali

Pulau Dewata atau Pulau Investasi? Polemik KEK yang Mengusik Nurani Bali

  • account_circle 080
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 313
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Selasa  19  Mei  2026

Pulau Dewata atau Pulau Investasi? Polemik KEK yang Mengusik Nurani Bali

Dokter Wayan Sayoga, Ketua DPD Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id   — Hari ini, Bali tak lagi hanya dihuni oleh umatnya, namun juga oleh mereka yang datang membawa uang dan ambisi, membeli tanah, membangun imperium pribadi, lalu perlahan mendikte budaya lokal.

Polemik proyek Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Kura-Kura Bali di Pulau Serangan, Denpasar, kembali memanas. Di tengah sorotan terhadap isu lingkungan, tata ruang, hingga keberadaan pura yang disebut masuk dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan atau SHGB kawasan proyek, publik kini mulai mempertanyakan posisi politik sejumlah elite dan Fraksi Golkar di Bali.

Perdebatan kian ramai setelah beredar luas foto pertemuan anggota  DPRD Bali, bersama Presiden Komisaris PT Bali Turtle Island Development atau BTID, Tantowi Yahya, perusahaan pengelola KEK Kura-Kura Bali.

Viralnya foto tersebut memicu gelombang reaksi publik di media sosial. Warganet mempertanyakan, ‘apakah para wakil rakyat sedang memperjuangkan kepentingan masyarakat Bali atau justru terlihat lebih lunak terhadap kepentingan investor di tengah polemik proyek strategis tersebut’.

Sorotan tajam datang dari Dokter Wayan Sayoga, Ketua DPD Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali.  Ia menegaskan pembangunan di Bali seharusnya berpijak pada filosofi Tri Hita Karana dan mengutamakan keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat lokal dalam jangka panjang 100 tahun ke depan.

” Pembangunan di Bali tidak boleh hanya berorientasi investasi semata, tetapi wajib mempertimbangkan keseimbangan hubungan manusia dengan alam, budaya, dan spiritualitas masyarakat Bali, termasuk keberlangsungan hingga 100 tahun ke depan,” ungkap Dokter Wayan Sayoga, Ketua DPD Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali  di Denpasar, Selasa (19/5/2026).

Di sisi lain, kritik publik juga semakin tajam. Sejumlah warga menilai elite politik dinilai terlalu kompromistis terhadap kekuatan modal dan mempertanyakan keberanian lembaga politik daerah dalam menghadapi dugaan persoalan tata ruang dan lingkungan yang berkembang di kawasan KEK Kura-Kura Bali.

Narasi protes masyarakat bahkan menyoroti dugaan pembatasan akses ibadah warga di kawasan tertentu, ketimpangan ekonomi masyarakat lokal, hingga kekhawatiran bahwa pembangunan besar justru mengorbankan ruang hidup masyarakat adat Bali.

Hingga kini, polemik KEK Kura-Kura Bali masih menjadi perhatian publik nasional. Sejumlah isu mulai dari Pembabatan Mangrove, Skandala Tukar Guling Fiktip, dugaan pelanggaran tata ruang, keberadaan pura dalam area SHGB, hingga dampak lingkungan kawasan mangrove terus menjadi perdebatan yang belum menemukan titik terang.

Publik kini menunggu sikap tegas para pemangku kebijakan: apakah keberpihakan akan jatuh pada pelestarian Bali dan masyarakat adat, atau justru kepentingan investasi yang lebih dominan?

Polemik ini dipastikan belum berakhir. Transparansi pemerintah daerah, DPRD Bali, hingga pengelola proyek kini menjadi tuntutan publik di tengah meningkatnya sensitivitas masyarakat terhadap isu lingkungan, adat, dan masa depan Bali.

Belajar dari 1995/1996: Ketika Kita Bersatu, Kita Menang

Masih segar dalam ingatan sejarah Bali tahun 1995/1996. Kala itu, pemerintah pusat Orde Baru hendak menggusur Pura Rawamangun.

  • Tapi masyarakat Bali — umat Hindu
  • Anak muda
  • Akademisi
  • Para pemuka adat dan agama
  • Awak media serta seluruh elemen masyarakat — bersatu.

Saya menyebutnya 5A: Anak muda, Akademisi, Adat, Agama, Awak Media.

Dua hari berturut-turut kita bersama membahas strategi yang tepat untuk menghadang kekuatan besar itu. Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa, bersama 14 tokoh lainnya, terbang ke Jakarta. Mereka tak membawa amarah, tapi membawa keyakinan dan keteguhan batin. Hasilnya? Rencana penggusuran dibatalkan.

Kita tak perlu menjadi ekstremis. Tapi kita perlu menjadi pelindung budaya.

  1. Kembali pada Jati Diri : Pahami bahwa menjadi orang Bali bukan sekadar mengenakan udeng atau sarung saat upacara. Dharma sebagai inti ajaran leluhur harus dihayati, bukan hanya dihafal.
  2. Rawat Tanah Leluhur : Tanah bukan sekadar benda mati. Dalam pandangan Hindu, tanah adalah ibu (Ibu Pertiwi) yang wajib dihormati.
  3. Bangun Ekonomi Kerakyatan : Jangan hanya bangga kerja di vila mewah atau beach club milik asing. Jadilah pelaku ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal dan nilai spiritual.
  4. Media sebagai Senjata : Alihkan energi dari konten “prank”, “flexing”, dan “drama” ke hal yang mendidik dan membangkitkan kesadaran.
  5. Satu Suara untuk Bali : Esensinya sama: dharma sebagai cahaya kehidupan. Jangan biarkan perbedaan tafsir dijadikan celah oleh kekuatan luar untuk memecah kita. Saat Bali menghadapi krisis identitas dan invasi modal, hanya suara yang padu bisa menjadi tembok pertahanan terakhir.

Bali sedang menanti: bukan generasi yang hanya pintar bicara, tapi berani bertindak dan berdiri untuk tanah leluhurnya.

Seperti kata Veda: “Satyameva Jayate” – Hanya kebenaran yang akan menang.

(080)

  • Penulis: 080
  • Editor: Siregar
  • Sumber: tim Index

Rekomendasi Untuk Anda

  • Index

    Index

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Bali,Selasa   22  Agustus  2023

  • Menparekraf Dorong Santri Manfaatkan Teknologi Digital Guna Ciptakan Peluang Usaha

    Menparekraf Dorong Santri Manfaatkan Teknologi Digital Guna Ciptakan Peluang Usaha

    • calendar_month Jumat, 21 Jul 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Magelang, Sabtu  22  Juli 2023 Menparekraf Dorong Santri Manfaatkan Teknologi Digital Guna Ciptakan Peluang Usaha   Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat hadir di Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur’an dan Bahasa Arab Bina Madani Putri, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Jumat (21/7/2023)(Foto/ist)   Jawa Tengah, indonesiaexpose.co.id  – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan […]

    • calendar_month Rabu, 8 Jun 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 575
    • 0Komentar

    Bali, Kamis 09 Juni 2022   Renungan  JOGER  

  • Mangrove Di Babat :  Pansus TRAP Apresiasi Langkah Tegas KKP Segel Proyek PT. BTID

    Mangrove Di Babat :  Pansus TRAP Apresiasi Langkah Tegas KKP Segel Proyek PT. BTID

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle 080
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Denpasar, Sabtu 09  Mei  2026 Mangrove Di Babat :  Pansus TRAP Apresiasi Langkah Tegas KKP Segel Proyek PT. BTID     Bali,  indonesiaexpose.co.id  —  Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali mengapresiasi langkah tegas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terhadap aktivitas pembangunan marina milik PT Bali Turtle Island Development (BTID) […]

  • Sidang Paripurna DPRD Klungkung , Tentang  Penyampaian LKPJ Bupati tahun 2022

    Sidang Paripurna DPRD Klungkung , Tentang  Penyampaian LKPJ Bupati tahun 2022

    • calendar_month Rabu, 29 Mar 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Semarapura, Rabu 29 Maret 2023 Sidang Paripurna DPRD Klungkung , Tentang  Penyampaian LKPJ Bupati tahun 2022   Bali,  indonesiaexpose.co.id  –   DPRD Klungkung gelar sidang  paripurna dengan agenda  Penyampaian LKPJ Bupati tahun 2022 ini dipimpin dan dibuka Ketua DPRD KLungkung  Anak Agung Gde Anom SH.Dalam penyampaian laporan LKPJ Bupati tahun 2022 ini disampaikan Wabup Made Kasta ,serta […]

  • Danrem 163/WSA  Menghadiri  Kunjungan Ibu HJ.Iriana  Joko  Widodo  dan   Ibu HJ.Wurry  Maa’ruf  Amin  di  Art  Center Bali

    Danrem 163/WSA  Menghadiri  Kunjungan Ibu HJ.Iriana  Joko  Widodo  dan   Ibu HJ.Wurry  Maa’ruf  Amin  di  Art  Center Bali

    • calendar_month Sabtu, 10 Jun 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Denpasar, Sabtu 10 Juni 2023   Danrem 163/WSA  Menghadiri  Kunjungan Ibu HJ.Iriana  Joko  Widodo  dan   Ibu HJ.Wurry  Maa’ruf  Amin  di  Art  Center Bali   (Foto/ist)   Bali, indonesiaexpose.co.id  –  Brigjen TNI Agus M. Latif Danrem 163/Wira Satya menghadiri kunjungan Ibu Negara (Hj. Iriana Joko Widodo) dan Ibu wakil Presiden (Hj. Wurry Ma’ruf Amin) beserta rombongan […]

expand_less