Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » “Sesuunan Ida Bhatara Turun Kabeh” turut mengawal perjuangan penyelamatan tata ruang Pulau Dewata

“Sesuunan Ida Bhatara Turun Kabeh” turut mengawal perjuangan penyelamatan tata ruang Pulau Dewata

  • account_circle 080
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, Rabu  03  Juni  2026

“Sesuunan Ida Bhatara Turun Kabeh” turut mengawal perjuangan penyelamatan tata ruang Pulau Dewata

 

 

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  —  Mahasiswi Kesurupan Saat Audensi dengan  PANSUS TRAP DPRD Bali : Peringatkan Investor yang Bandel.

Suasana audiensi Forum Pemerhati Pembangunan Bali atau FOR HATI Bali dengan Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan DPRD Bali, Rabu 3 Juni  2026 siang, berlangsung tidak biasa.

Pertemuan yang digelar di Wantilan DPRD Bali ini diwarnai peristiwa yang menjadi perhatian peserta. Seorang mahasiswi Universitas Nasional atau UNIKNAS dilaporkan mengalami kesurupan saat audiensi berlangsung.

Sejumlah peserta mengaitkan kejadian tersebut dengan keyakinan spiritual masyarakat Bali. Bahkan muncul pandangan bahwa “Sesuunan Ida Bhatara Turun Kabeh” turut mengawal perjuangan penyelamatan tata ruang Pulau Dewata.

Di tengah suasana tersebut, tokoh agama Hindu, Ida Shri Bhagawan Yogananda, menyampaikan dukungan penuh kepada Pansus TRAP DPRD Bali dalam mengawal masa depan Bali.

Menurutnya, Bali saat ini menghadapi berbagai ancaman serius, mulai dari alih fungsi lahan yang semakin masif, perubahan pola kehidupan masyarakat, hingga ancaman terhadap keberlanjutan identitas budaya dan spiritual Bali.
Bhagawan Yogananda menegaskan bahwa kondisi ini menempatkan masyarakat Bali pada sebuah pilihan besar: membangkitkan Bali atau membiarkan Pulau Dewata mengalami kerusakan secara perlahan.

Ia menyebut audiensi tersebut sebagai bagian dari gerakan kebangkitan Bali yang harus mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, FOR HATI Bali bersama Pansus TRAP DPRD Bali terus mendorong pengawasan terhadap berbagai persoalan tata ruang, aset daerah, dan perizinan yang dinilai berpotensi mengancam kelestarian lingkungan, budaya, dan kesucian Bali.

Peristiwa kesurupan yang terjadi dalam audiensi itu pun menjadi perbincangan hangat di kalangan peserta dan masyarakat yang mengikuti perkembangan perjuangan penyelamatan tata ruang Bali.

(080)

  • Penulis: 080
  • Editor: putri
  • Sumber: tim Index

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less