TEGAS : DPRD Bali Minta Polisi Tembak Mati Pelaku Kejahatan yang Ancam Nyawa Warga dan Turis
- account_circle 080
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mangura, Rabu 27 Mei 2026
TEGAS : DPRD Bali Minta Polisi Tembak Mati Pelaku Kejahatan yang Ancam Nyawa Warga dan Turis

Wakil Ketua Komisi I DPRD Bali, I Dewa Nyoman Rai,S.H.,M.H (tengah) di Ruang Rapat Gabungan Lantai III Gedung DPRD Bali, Kamis, 12 Maret 2026.
Bali, indonesiaexpose.co.id — Alarm keamanan pariwisata Bali kembali berbunyi keras. Aksi penjambretan brutal yang menyasar wisatawan asing kembali mencoreng wajah Pulau Dewata. Seorang warga negara Australia berinisial JS (67) menjadi korban perampasan kalung emas senilai fantastis, mencapai Rp300 juta, di kawasan wisata Jalan Padma Utara, Legian, Kuta, Badung Kamis (2/4/2026) malam.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis malam, 2 April 2026, itu memantik perhatian serius publik, terlebih korban merupakan wisatawan mancanegara yang tengah menikmati liburan di Bali. Insiden kriminal tersebut dinilai dapat mengganggu citra internasional Bali sebagai destinasi wisata dunia.
Namun, aparat bergerak cepat. Setelah melakukan penyelidikan intensif dan menelusuri rekaman CCTV di sepanjang jalur pelarian pelaku, polisi akhirnya berhasil membekuk satu dari dua pelaku penjambretan.
Tersangka berinisial KPT (24) ditangkap dalam operasi penyergapan di sebuah rumah kos kawasan Kubu Anyar, Kuta, Badung, pada Jumat dini hari, 15 Mei 2026. Polisi kini masih memburu satu pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi kriminal tersebut.
Kasus ini langsung mendapat sorotan dari kalangan legislatif Bali. Wakil Ketua Komisi I DPRD Bali, I Dewa Nyoman Rai,S.H.,M.H meminta aparat kepolisian tidak ragu bertindak tegas terhadap pelaku kriminal yang meresahkan masyarakat dan wisatawan.
Menurutnya, langkah keras harus diambil apabila pelaku kejahatan membahayakan keselamatan warga maupun petugas di lapangan.
“Polda Bali jangan ragu mengambil tindakan tegas, bahkan hingga tindakan terukur di tempat apabila pelaku membahayakan masyarakat maupun aparat,” tegas Wakil Ketua Komisi I DPRD Bali, I Dewa Nyoman Rai,S.H.,M.H di Mangupura, Rabu (27/6/2026).
Dewa Rai menegaskan, keamanan Bali adalah harga mati. Pulau yang hidup dari sektor pariwisata ini tidak boleh memberi ruang bagi meningkatnya kriminalitas jalanan, terlebih yang menyasar wisatawan asing.
“Situasi keamanan Bali tidak boleh dianggap sepele. Jika aparat tidak bertindak tegas, bukan tidak mungkin Bali menjadi pusat perhatian dunia karena maraknya tindak kriminal,” ujarnya.
Meningkatnya kasus kriminal terhadap wisatawan dikhawatirkan dapat memicu sentimen negatif internasional terhadap Bali. Pengamat keamanan menilai, kasus jambret terhadap turis asing bukan hanya persoalan pidana biasa, tetapi juga menyangkut reputasi daerah dan kepercayaan wisatawan global terhadap keamanan destinasi.
Publik kini menunggu langkah tegas aparat dalam memburu pelaku kedua sekaligus memperketat pengawasan di kawasan wisata yang selama ini menjadi denyut utama ekonomi Bali.
“Bali Destinasi Dunia atau Surga Penjambret? Publik Kini Menanti Ketegasan Aparat!”
(080)
- Penulis: 080
- Editor: putri
- Sumber: tim Index
