Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI » Senator DPD RI: Penegak Hukum Harus Membasmi Mafia Proyek di Aceh

Senator DPD RI: Penegak Hukum Harus Membasmi Mafia Proyek di Aceh

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jumat, 27 Mar 2020
  • visibility 137
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Jumat  27  Maret  2020

 

 

Senator DPD RI: Penegak Hukum Harus Membasmi Mafia Proyek di Aceh

 

Pimpinan Komite I DPD RI, H Fachrul Razi, MIP

 

JAKARTA,  INDEX  – Pimpinan Komite I DPD RI, H Fachrul Razi, MIP, mendesak penegak hukum agar membasmi habis para mafia proyek yang diduga terlibat dalam monopoli tender proyek di Aceh. Desas desus mengenai mafia proyek di Aceh sudah beredar luas di Pusat.

 

“Sebagai orang Aceh, terus terang saya malu karena Aceh masih berada di bawah garis kemiskinan. Padahal Pemerintah Pusat setiap tahun mengucurkan belasan triliun untuk membangun Aceh pasca konflik dan tsunami,” kata Fachrul Razi kepada INDEX melalui siaran tertulisnya, Jumat (27/3/2020).

 

Tapi sayang beribu sayang, kata dia, harapan ingin mensejahterakan rakyat Aceh justru tidak tercapai meski sudah 15 tahun pasca damai. Keberadaan mafia proyek yang memonopoli proyek di ULP Aceh dianggap menjadi salah satu kendala pemerataan ekonomi. Untuk itu, Fachrul Razi juga meminta dinas-dinas tidak bermain dengan “mafia proyek”, karena menurutnya Aceh butuh kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.

 

“Kenapa hari ini Aceh masih miskin? Saya rasa, salah satu sebabnya karena banyaknya mafia proyek di Aceh. Dan itu bukan rahasia lagi, yang mengatur semua pemenangan tender proyek seperti desas-desus yang selama ini beredar. Karena itu, kita minta penegak hukum membasmi mafia proyek tersebut agar ada pemerataan ekonomi di Aceh,” ungkap Fachrul.

 

Menurut Senator Fachrul Razi, penegakan hukum bisa mencegah mafia-mafia tersebut berhenti memonopoli pemenangan proyek. Dengan begitu, ujarnya, tidak ada lagi perputaran uang hanya di kalangan satu kelompok saja.

 

“Bayangkan jika hanya satu kelompok saja yang bermain proyek, maka yang lain gigit jari. Proses peredaran uang terhambat, sehingga masyarakat susah terus, karena uang APBA dan Otsus tidak beredar di masyarakat,” ungkapnya.

 

Fachrul Razi juga menolak pernyataan yang mengatakan bahwa yang menikmati Dana Otsus selalu dituduhkan kepada mantan kombatan GAM dan korban konflik, padahal mereka masih hidup di bawah garis kemiskinan. *Sementara, mafia proyek masih terus menikmati hasil atas perjuangan mereka,” kecamnya.

 

“Karena itu, sekali lagi kami minta kepada penegak hukum di Aceh, khususnya Kepolisian dan Kejaksaan, jangan takut, basmi semua mafia proyek tersebut walaupun mereka orang dekat dengan Plt Gubernur Aceh,” tegas Fachrul.

 

Senator DPD RI asal Aceh ini juga meminta kepada masyarakat sipil dan media untuk mengawasi proyek dan penggunaan anggaran di Aceh.

 

“Kami sudah komunikasikan dengan KPK RI untuk mengawasi masalah ini, dan Aceh masih dalam pantauan ketat KPK RI,” tutupnya. (FRZ/003)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Denpasar, Minggu  16  Agustus  2020   Tingkatkan Kreatifitas Generasi Muda, Dekranasda Denpasar Bersama Juna Colection Gelar Lomba Masker Ny. Selly Mantra Didaulat Jadi Juri Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. IA. Selly Dharmawijaya Mantra saat menjadi juri lomba membuat masker dengan tema Kemerdekaan Minggu (16/8/2020) di Dharma Negara Alaya.   BALI,  INDEX  –  Dalam rangka membangkitkan […]

    • calendar_month Senin, 27 Sep 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Jakarta,Senin 27  September  2021

  • Br. Bun Denpasar Kembali Bangkitkan Sang Hyang Jaran

    Br. Bun Denpasar Kembali Bangkitkan Sang Hyang Jaran

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Denpasar, Selasa  14  januari  2020   Br. Bun Denpasar Kembali Bangkitkan Sang Hyang Jaran   BALI,  INDEX  – Kota Denpasar memiliki berbagai kebudayaan dan tarian yang sangat sakral di Denpasar. Salah satunya adalah Layangan Jangan yang sudah ada pada dokumentasi Banjar Bun pada tahun 1915. Sepuluh tahun sebelum Layangan Jangan ternyata sudah ada Sang Hyang […]

  • Tukar Guling PT.BTID, BOHONG ?

    Tukar Guling PT.BTID, BOHONG ?

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle 080
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Karangasem, Kamis 16  April  2026 Tukar Guling PT.BTID, BOHONG ?       Bali ,  indonesiaexpose.co.id  —   “Kami  Dibohongi”. Anggota Pansus TRAP DPRD Bali, I Nyoman Budiutama menyampaikan kekecewaannya secara terbuka karena merasa di bohongi. Polemik tukar guling lahan mangrove di Kabupaten Karangasem kian memanas. Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Rabu, 14 Des 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Bali, Kamis  15   Desember 2022 Renungan  JOGER

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Denpasar, Minggu  7  Juni  2020   Pasca Pedagang Positif Corona, 45 Pedagang Pasar Kumbasari di Test Swab   ” Rai Mantra Ingatkan Pedagang Lebih Disiplin Protokol Kesehatan”   BALI,  INDEX  –  Setelah kemarin dilaksanakan test swab sebanyak 19 pedagang Pasar Badung, kini giliran 45 pedagang di pasar Kumbasari menjalani test swab. Pelaksanaan test ini dilaksanakan […]

expand_less