Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Utama » Sosialisasi Aplikasi Laut Nusantara Kepada Mahasiswa dan Pelajar di Kawasan Timur Indonesia

Sosialisasi Aplikasi Laut Nusantara Kepada Mahasiswa dan Pelajar di Kawasan Timur Indonesia

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 18 Jun 2020
  • visibility 205
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sorong, Kamis  18 Juni 2020

 

Sosialisasi Aplikasi Laut Nusantara

Kepada Mahasiswa dan Pelajar di Kawasan Timur Indonesia

 

PAPUA,  INDEX  –  PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dan Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia terus bekerjasama mensosialisasikan aplikasi Laut Nusantara ke kalangan nelayan dan para pemangku kepentingan terkait di berbagai pelosok Nusantara. Di Kawasan Timur Indonesia (KTI), sosialisasi juga diberikan kepada pelajar dan mahasiswa. Ratusan siswa Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Ambon dan mahasiswa Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Sorong, di mana sebagian besar dari mereka merupakan keluarga nelayan, mengikuti acara sosialisasi pemanfaatan teknologi digital untuk membantu para nelayan kecil meningkatkan produktivitas tersebut secara daring pada hari Rabu (17/6). Melalui para pelajar dan mahasiswa tersebut, transfer teknologi diharapkan bisa dilanjutkan ke para orang tua mereka di kampung halaman.

Acara dibuka oleh Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Prof. R. Syarief Widjaja, Ph.D, FRINA, dengan narasumber Kepala Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr. I Nyoman Radiarta, Peneliti Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) Kementrian Kelautan dan Perikanan, Eko Susilo, dan Group Head Corporate Communications XL Axiata, Tri Wahyuningsih.

“Sesuai dengan tema, kami menyasar melakukan sosialisasi aplikasi Laut Nusantara kepada para siswa SUMP Ambon dan mahasiswa Poltek KP, Sorong, karena sebagian besar mahasiswa di sini berasal dari keluarga nelayan. sehingga, kami berharap sosialisasi ini selain bisa menambah pengetahuan dan wawasan para mahasiswa tentang urgensi transformasi dan adopsi teknologi digital pada sektor perikanan, juga terjadi transfer pengetahuan kepada keluarga mahasiswa yang menjadi nelayanan di kampung. Bagaimana pun juga, adopsi teknologi digital harus kita lakukan kepada para nelayanan agar mereka bisa lebih produktif dan lebih aman selama mencari nafkah di laut,” kata Group Head Corporate Communications XL Axiata, Tri Wahyuningsih melalui siaran tertulisnya, Kamis (18/6/2020).

Menurut Tri Wahyuningsih,  selain pelajar dan mahasiswa, sosialisasi Laut Nusantara juga diikuti oleh para pengajar di kedua lembaga pendidikan perikanan tersebut, juga para penyuluh kelompok nelayan, serta ratusan nelayan dari berbagai desa di area Sorong dan Ambon, dan komunitas perikanan lainnya di berbadai daerah di Indonesia. Bersamaan dengan acara ini, XL Axiata dan BROL juga menyerahkan seperangkat aplikasi Laut Nusantara, termasuk smartphone dan paket data untuk mengoperasikannya. Di Sorong, paket donasi perangkat tersebut diserahkan kepada 42 taruna Poltek KP, 65 nelayan, dan 13 penyuluh. Sementara itu di Ambon, paket donasi diserahkan kepada 20 siswa SUPM dan 20 nelayan.

” Sorong dan Ambon dipilih menjadi lokasi sosialisasi ini karena memiliki komunitas nelayan tradisional yang cukup besar. Komunitas nelayan Papua Barat tersebar di 13 kota/kabupaten, yaitu Kabupaten Fakfak, Kaimana, Manokwari, Rensiki, Kumurkek, Anggi, Waisai, Kaimas, Teminabuan Fef, Bintuni, Rasiei, dan Kota Sorong. Jenis-jenis ikan tangkapan mereka antara lain Kakap dan Kerapu. Sebagian besar dari mereka saat ini masih mengandalkan cara tradisional dalam mencari ikan di laut. Laut tempat mereka mencari ikan antara lain meliputi wilayah laut Halmahera yang berada di arah Barat dari daratan Papua Barat,” jelasnya.

Sementara itu, di Maluku, termasuk Ambon, komunitas nelayan Maluku tersebar di 11 kota/kabupaten, yaitu Kabupaten Buru, Buru Selatan, Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya, Maluku Tengah, Maluku Tenggara, Kepulauan Tanimbar, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Kota Ambon dan Kota Tual. Jenis-jenis ikan tangkapan mereka antara lain Tuna, Tongkol dan Cakalang. Sebagian besar dari mereka saat ini masih mengandalkan cara tradisional dalam mencari ikan di laut. Laut tempat mereka mencari ikan antara lain meliputi wilayah laut Seram dan Laut Banda.

R. Syarief Widjaja menyampaikan, aplikasi Laut Nusantara ini merupakan wujud dukungan terhadap program dan arah kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan 2020-2024. Persisnya dalam hal penguatan SDM dan inovasi riset kelautan dan perikanan, melalui hilirisasi riset berbasis transformasi digital. Program tersebut juga bertujuan meningkatkan produksi perikanan tangkap, selain juga mendorong pertumbuhan nilai tukar nelayan.

“Kementerian Kelautan dan Perikanan mentargetkan pertumbuhan produksi perikanan tangkap menjadi 10,10 juta ton dan nilai tukar nelayan menjadi 120,60 pada tahun 2024. Laut Nusantara, menghadirkan kemudahan dan kecepatan akses informasi Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI) dilengkapi informasi cuaca laut dalam genggaman nelayan sehingga aktivitas penangkapan ikan lebih efektif dan efisien,” lanjut Syarief Widjaja.

Sementara itu, I Nyoman Radiarta menyebut aplikasi Laut Nusantara merupakan bukti nyata hilirisasi hari riset unggulan yang telah dilakukan oleh BROL untuk mendukung program KKP dalam hal inovasi riset dan peningkatan SDM kelautan dan perikanan. Menurutnya, saat ini aplikasi Laut Nusantara sudah diunduh sebanyak 27 ribu pengguna. Melihat perkembangan ini, Laut Nusantara terus mengembangkan fitur-fitur yang ada, yang disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan nelayan, tentunya didukung juga dengan informasi penting dari Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) yang dapat mendukung kenyamanan, keamanan dan efektifitas nelayan dalam menangkap ikan.

XL Axiata dan BROL telah melaksanakan sosialisasi penerapan aplikasi Laut Nusantara sejak 2018 lalu, dan total telah menjangkau tidak kurang dari 27 ribu nelayan di 23 kota/Kabupaten seluruh Indonesia. Aplikasi Laut Nusantara, yang saat ini telah sampai pada tahap pengembangan Fase 3, merupakan aplikasi digital yang ditujukan bagi kalangan nelayanan tradisional yang biasa menggunakan peralatan tradisional dan beroperasi tidak lebih dari 20 mil dari garis pantai.

Aplikasi Laut Nusantara memberikan data-data yang akurat mengenai berbagai kebutuhan nelayan selama melaut, termasuk lokasi keberadaan ikan, data cuaca terkait kecepatan angin dan kondisi gelombang, perhitungan BBM, hingga fitur untuk panggilan darurat. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan fitur perbincangan yang bisa nelayan manfaatkan untuk mendapatkan informasi mengenai harga ikan tangkapan di pasar.

(045)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidang akhir WPFSD ke-3 Menghasilkan Kesepakatan “Bali Roadmap”

    Sidang akhir WPFSD ke-3 Menghasilkan Kesepakatan “Bali Roadmap”

    • calendar_month Kamis, 5 Sep 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 491
    • 0Komentar

    Kuta, Kamis  6  September  2019   Sidang akhir WPFSD ke-3 Menghasilkan Kesepakatan “Bali Roadmap” Penutupan kegiatan World Parliamentary Forum on Sustainable Development (WPFSD) di Kuta-Bali, Kamis (6/9/2019).(Foto/indonesiaexpose.co.id/072)   BALI,  INDEX  –  World Parliamentary Forum on Sustainable Development diakhiri ini dengan diadopsinya kesepakatan bersama yang dinisiasi oleh DPR RI yakni Bali Roadmap melalui sidang yang dipimpin oleh Dr. […]

  • Bupati Gianyar Resmikan Kebun Raya Gianyar

    Bupati Gianyar Resmikan Kebun Raya Gianyar

    • calendar_month Minggu, 18 Jul 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Gianyar, Minggu  18  Juli  2021   Bupati Gianyar Resmikan Kebun Raya Gianyar     Bali, indonesiaexpose.co.id  –  Komitmen Bupati Gianyar, I Made Mahayastra melanjutkan pembanguan Kebun Raya Gianyar diwujudnyatakan dengan melengkapi berbagai fasilitas pendukung yang diperlukan. Mulai dari penataan koleksi tumbuhan, pengelolaan in-situ, penambahan koleksi tanaman di Taman Tematik, penanaman pohon hingga pembangunan Kantor Pengelola […]

  • XL Axiata Future Leaders – MTXL Axiata Berkolaborasi Bersama Sebar Kebaikan di 13 Kota

    XL Axiata Future Leaders – MTXL Axiata Berkolaborasi Bersama Sebar Kebaikan di 13 Kota

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Jakarta, MInggu  01  Mei   2022.   XL Axiata Future Leaders – MTXL Axiata Berkolaborasi Bersama Sebar Kebaikan di 13 Kota     Jakarta,  indonesiaexpose.co.id  –  PT XL Axiata, Tbk (XL Axiata) telah menjalankan serangkaian program dan aktivitas di sepanjang bulan Ramadan 2022. Kali ini, melalui XL Axiata Future Leaders (XLFL) dan Majelis Taklim XL Axiata […]

  • Sidak Mengejutkan di Jatiluwih: Pansus TRAP DPRD Bali Temukan 13 Pelanggaran di Kawasan Warisan Dunia UNESCO

    Sidak Mengejutkan di Jatiluwih: Pansus TRAP DPRD Bali Temukan 13 Pelanggaran di Kawasan Warisan Dunia UNESCO

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Tabanan, Selasa 02 Desember 2025 Sidak Mengejutkan di Jatiluwih: Pansus TRAP DPRD Bali Temukan 13 Pelanggaran di Kawasan Warisan Dunia UNESCO   Bali , indonesiaexpose.co.id  –   Pansus Tata Ruang dan Aset Pemerintah (TRAP) DPRD Bali kembali melakukan langkah tegas dalam pengawasan tata ruang. Dalam sidak mendadak yang digelar di Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Tabanan—kawasan […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Minggu, 3 Apr 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Bali, Senin 04  April  2022   Renungan  JOGER  

  • Renungan  Joger

    Renungan  Joger

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Bali,  Sabtu  25  Oktober  2025 Renungan  Joger

expand_less