Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Kakyang Rai : Hindu  sebagai Agama Universal

Kakyang Rai : Hindu  sebagai Agama Universal

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 3 Mei 2023
  • visibility 337
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gianyar, Rabu  03  Mei  2023

Kakyang Rai : Hindu  sebagai Agama Universal

 

Ida Bagus Rai Jendra ( pakai tongkat) bersama Prejuru Desa Adat Gianyar

 

Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Weda, Benar-benar Universal Mengayomi Semua Mahkluk, Tidak Ada Ajaran Kekerasan dan Ujaran Kebencian serta Tidak Mengenal Konsep Neraka Abadi. Ungkapan ini mengawali bincang bincang media ini dengan penglingsir, Gerya Kawan Gianyar Ida Bagus Rai Jendra, atau lebih akrab dipanggil Kakyang Rai. Selasa, ( 2/5/2023).

Lebih lanjut Kakyang Rai menyebut, Para Pemikir Barat Non Hindu seperti Max Muller, Gordon Allport dan juga para filsuf Yunani Kuno Pythagoras, Plato serta filsuf modern seperti Ernest Bloch dan Frank J Tipler menganggap konsep neraka abadi itu sebagai sistem ganjaran yang tidak adil, tertutup dan kejam, karena balasan yang diberikan jauh melebihi batas perbuatan yang dilakukan dan tanpa ada kemungkinan perobahan. Mereka mengakui dan percaya bahwa Ajaran Reinkarnasi dari agama Hindu bersifat terbuka karena selalu memberikan kemungkinan perobahan kepada manusia melalui Hukum Karma yang bersifat alami.

Weda bersih dari ujaran Kebencian dan Kekerasan, karena Peradaban Hindu dibentuk oleh para Rsi di ashramnya di hutan dalam suasana sunyi dan damai. Para Rsi itu adalah orang2 yg telah meninggalkan kehidupan duniawi grahasta memasuki tahap wanaprasta tinggal di hutan menuju tahapan saniyasin.

Mereka juga adalah orang2 yang telah mengalami jivan mukti, mengalami moksa dalam hidup ini. Mereka sudah terbebas dari kepentingan pribadi, sudah lepas dari nafsu kekuasaan duniawi, maka para Yogi dan Maharsi menyampaikan ajarannya dalam suasana hening dalam ashramnya di hutan kepada para muridnya yang juga telah melewati syarat ketat menundukkan nafsunya.

Ajaran-ajaran itu disampaikan dalam bentuk dialog degan bahasa seorang guru dengan muridnya sehingga bebas dari bahasa kebencian, kekerasan dan permusuhan. Mereka tidak mengajarkan Neraka atau Hari Kiamat yang penuh kekejaman. Mereka tidak membagi manusia kedalam apartheid berdasar iman seperti orang kafir vs orang beriman, orang yang diselamatkan vs orang yang dikutuk. Sebaliknya mereka mengajarkan tentang Kesatuan Manusia, Tuhan yg tidak memihak, tetapi meliputi segala ciptaannya, yang melahirkan filsafat tentang kesatuan dan kesamaan jati diri manusia, Tat Twam Asi.

Dari konsep ini lahirlah Etika non kekerasan, non kebencian, welas asih, pemaafan, kedamaian, kesabaran, pertemanan semua manusia, bahkan menyatakan seluruh dunia adalah satu keluarga tunggal, Vasudhaiva Kutumbakam, Kita Semua Bersaudara.

Sesuai dengan Paham Ketuhanan Weda yang bersifat Pantheistik, ada didalam seluruh ciptaan-Nya, memperlakukan semua ciptaan-Nya dengan cara yang sama. Tidak ada satu orang atau satu kelompok diberikan hak khusus, prioritas atau diistimewakan dari manusia selebihnya dan juga tidak ada kelompok yang dimusuhinya. Pandangan bahwa Tuhan ada dalam manusia sebagai Jiwa memberikan kedudukan tinggi kepada manusia sebagai mahkluk suci yang harus diperlakukan secara terhormat. Dan karena semua manusia memiliki jati diri yang sama, maka setiap manusia terhubung dengan manusia lainnya sebagai satu saudara, dengan kata lain seluruh manusia atau bahkan mahkluk adalah satu keluarga tunggal yang saling menghornati satu sama lain.

Masalah sorga dan neraka, bukanlah iming2 atau ancaman untuk ketaatan buta bagi seorang Rsi, tetapi adalah suatu proses evolusi bagi setiap manusia untuk mencapai tujuan tertinggi, pembebasan spiritual atau moksa.

Diakhir bincang bincang, Kakyang Rai menegaskan, Para Rsi mengembangkan ajaran Hindu di ashramnya ditengah hutan yang sunyi, damai dan bebas dari konflik. Oleh karena itu Pustaka Suci Hindu bebas dari fanatisme, bebas dari bahasa kebencian dan kekerasan.Intinya bisa dijadikan rujukan sebagai sumber pendukung bagi kehidupan beragama yang moderat, toleran, bebas dari fanatisme, radikalisme dan terorisme.

(072)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polri Pastikan Konsep Pam Swakarsa Komjen Listyo Sigit Berbeda Dengan Tahun 1998

    Polri Pastikan Konsep Pam Swakarsa Komjen Listyo Sigit Berbeda Dengan Tahun 1998

    • calendar_month Selasa, 26 Jan 2021
    • account_circle Admin
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Jakarta, Selasa  26  Januari  2021   Polri Pastikan Konsep Pam Swakarsa Komjen Listyo Sigit Berbeda Dengan Tahun 1998   Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono   JAKARTA,indonesiaexpose.co.id  –  Polri memastikan bahwa konsep Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa (Pam Swakarsa) yang digagas oleh calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo berbeda dengan situasi tahun 1998 atau […]

    • calendar_month Rabu, 19 Apr 2023
    • account_circle Admin
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu  19  April  2023 Jaya Negara dan Arya Wibawa Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah Tahun 2023   Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. Bali,  indonesiaexpose.co.id  –  Umat Muslim di seluruh dunia akan segera memperingati Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah. Perayaan […]

  • Renungan  JOGER

    Renungan  JOGER

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2019
    • account_circle Admin
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Bali, Minggu  29  September  2019   Renungan  JOGER  

  • Rai Mantra Jadi Keynote Speaker Pada Ignitation Start Up Digital. Kreatifitas, Dukung Pertumbuhan dan Penguatan Start Up

    Rai Mantra Jadi Keynote Speaker Pada Ignitation Start Up Digital. Kreatifitas, Dukung Pertumbuhan dan Penguatan Start Up

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2020
    • account_circle Admin
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Denpasar, Rabu 04  Maret  2020   Rai Mantra Jadi Keynote Speaker Pada Ignitation Start Up Digital. Kreatifitas, Dukung Pertumbuhan dan Penguatan Start Up Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra saat pelaksanaan Ignitation Start Up Digital di Dharmanegara Alaya Kota Denpasar, Rabu (4/3/2020).     BALI, INDEX – Pesatnya arus digitalisasi yang berkembang saat ini tak […]

  • Lorakaca Tembus Tiga Besar Kompetisi Astra CA Award Tingkat Nasional 2022

    Lorakaca Tembus Tiga Besar Kompetisi Astra CA Award Tingkat Nasional 2022

    • calendar_month Kamis, 1 Des 2022
    • account_circle Admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Denpasar, Kamis 1 Desember 2022 Lorakaca Tembus Tiga Besar Kompetisi Astra CA Award Tingkat Nasional 2022     Bali,  indonesiaexpose.co.id   – Mengangkat tentang Kelompok Perajin Kain Perca (Lorakaca) binaan Dekranasda Kota Denpasar, Astra Daihatsu Cokro Denpasar berhasil menembus tiga besar dalam kompetisi Astra Corporate Affairs (CA) Award tingkat nasional. Tim Juri Verifikasi Astra CA Award […]

  • indonesiaexpose.co.id

    indonesiaexpose.co.id

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Bali, Senin 09  Juni  2025

expand_less